Tampilkan postingan dengan label sangihe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sangihe. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Januari 2025

Mengenal Sekilas Pakaian Adat Sangihe

Mengenal Pakaian adat Sangihe yang dikenakan di setiap pelaksanaan upacara adat Tulude.

Pakaian adat Sangihe adalah pakaian yg dikenakan secara khusus pada acara-acara atau ritual adat, terutama pada hajatan upacara adat tulude yang dilaksanakan setiap akhir bulan Januari atau awal bulan Februari. Selain dikenakan pada ritual upacara adat tulude, juga dikenakan pada acara penjemputan tamu penting, naik rumah baru, peluncuran perahu dll.

Secara umum, pakaian adat Sangihe terdiri atas beberapa jenis seperti terurai di bawah ini:

1. Laku Tepu

Laku tepu adalah pakaian adat untuk laki-laki maupun perempuan. Namun bagi laki-laki berupa busana panjang hingga ke mata kaki berlengan panjang tanpa kerah, tanpa belahan di bagian leher, dipasangkan dengan celana panjang. Bagi perempuan panjang hingga ke lutut atau separuh betis dan dipasangkan dengan rok hingga ke mata kaki. Dahulu bahan laku tepu terbuat dari serat kofo atau hote atau pisang abaka yang ditenun. Laku tepu laki-laki dipadukan pula dengan ikat pinggang bahan kain serupa selebar 15 cm panjang kira-kira 2 meter dilingkar ke pinggang, diikatkan di sebelah kanan dan kedua ujungnya dibiarkan terurai ke bawah. Sedangkan pada perempuan dipadukan dengan selendang yg melingkar dari bahu kanan lalu disimpul ke pinggang kiri untuk perempuan yg sudah menikah, dan dari bahu kiri dan disimpul ke pinggang kanan untuk anak gadis. Selendang ini disebut bawandang; Laku tepu pria dikenakan oleh pemimpin dan tokoh adat yg akan melakukan ritual adat (pemotong tamo, pembawa tatahulending, penabuh tagonggong, dll). sedangkan laku tepu perempuan dikenakan siapa saja yg mampu menyediakannya. 

model laku tepu laki-laki
 
model laku tepu perempuan

2. Baniang

Baniang adalah kemeja pria tangan panjang hasil modifikasi dr laku tepu yg panjangnya hanya sebatas pinggul, berbelahan dengan kancing di bagian depan. 

model baniang


3. Laku kingking/kongkong

Kingking adalah kemeja tanpa lengan dan kongkong adalah celana pendek sebatas lutut digunakan penari adat pria atau pengawal raja dengan warnanya merah. Untuk kongkong bisa merah bisa juga hitam. Kelengkapannya adalah pedang bara dan kellung atau perisai.

kingking dan kongkong

4. Paporong

Paporong atau umbe adalah ikat kepala dari kain segi tiga yang dilipat tiga atau empat selebar kira-kira 10 cm hingga bersisa sudut kain di bagian atas. Paporong diikat ke kepala melingkar dari belakang ke depan kemudian putar ke belakang kepala dan kedua ujungnya diikatkan (disimpul) di belakang kepala. Paporong ini khusus untuk pria. Paporong acara resmi mengikuti ketentuan ini sedangkan paporong sehar-hari untuk ke laut atau ke ladang atau sekadar digunakan di rumah tanpa memperhatikan ketentuan paporong resmi.

Paporong atau juga disebut umbe dibuat dari bahan kain yang cukup tebal atau agak kaku seperti kain kofo (mengingat kain kofo sulit sekali ditemukan dewasa ini maka dapat menggunakan kain tipis sejenis kain hero atau tetron dan dilapisi dengan staplek atau kain krah; bisa juga direndam tepung kanji),  dengan ukuran bujur sangkar sekitar 120 cm x 120 cm. Cara membualnya adalah sbb.:
  1. Kain dilipat dua secara diagonal sehingga akan terbentuk segi tiga sama kaki;
  2. Setelah membentuk segi tiga, kain kemudian dilipat dari bagian sisi alas (sisi lipatan) selebar kira-kira 10 cm. Dilipat beberapa kali sampai akan tersisa sudut kain setinggi sekitar 10-15 cm;
  3. Kain yang sudah terlipat kemudian dilingkar ke lutut untuk membentuk lingkaran kepala atau bisa dilingkar langsung ke kepala; jika diikat langsung ke kepala, bagian segi tiga diletakkan di belakang kepala lalu bagian lipatan ditarik ke dahi terus dilingkar ke belakang sehingga kedua ujung lipatan bertemu kemudian disimpul (diikat) atau dijahit.
  4. Setelah selesai melipat dan membeniuk paporong, selanjuinya adalah membentuk tekukan sudut atas (sisa sudul yang sekitar 10-15 cm) untuk memberikan petunjuk siapa gerangan orang yang mengenakan paporong tersebui, Untuk hal ini dapat dibedakan atas lima jenis tekukan sudut paporong sbb:

1) Paporong Mararatu

Paporong ini untuk pemimpin atau raja. Sudut kain ditekuk penuh menutupi bagian ikatan dan ketika dikenakan, baglan ini diletakkan di belakang kepala. lni melambangkan beban tanggung jawab seorang pemirnpin atau raja; 

2) Paporong Alabadiri atau Ransa

Sudut kain dan ikatan diletakkan di samping kanan kepala, lalu sudut kain ditekuk ke bawah mendekati bagian ikatan. Ini melambangkan penghormatan dan kepatuhan kepada pemimpin;


3) Paporong Upase

Sudut kain dan ikatan diletakkan di bagian belakang kepala, sedangkan sudutnya ditekuk sedikit sehingga kelihatan agak miring sekitar 45 derajat ke belakang. lni melambangkan kedengar-dengaran atau penurutan. Paporong atau umbe ini adalah paporong umum. 

4) Paporong Salo 

Sudut kain dan ikatan berada di belakang kepala, tapi sudut kain ditekuk ke arah depan sehingga agak menutup bagian ubun-ubun. Ini melambangkan keberanian dan kepeloporan; 

5) Paporong sehari-hari:

Paporong ini ndak menyisahkan sudut kain atau tanpa sudut untuk ditekuk. Yang ada hanya ikatan saja. Paporong ini adalah paporong untuk penggunaan sehari-hari oleh masyarakat umum, baik untuk dikenakan di rumah, di laut maupun di ladang/kebun; 

5. Bawandang

Bawandang adalah selendang yg dikenakan kepada perempuan sebagai padanan laku tepu perempuan. ukurannya kira-kira lebar 15 cm dan panjang 2 meter. Warnanya menyesuaikan warna laku tepu. Cara menggantung bawandang adalah sbb.:
  • bagi perempuan yang sudah menikah digantungkan pada bahu kanan dan turun melingkar ke pinggang kiri lalu disimpul atau bisa juga dijepit menggunakan peniti;
 


  • bagi perempuan yg belum menikah atau gadis digantungkan pada bahu kiri dan turun melingkar ke pinggang kanan lalu disimpul atau bisa juga dijepit menggunakan peniti. 

6. Ikat pinggang (Papehe)

Ikat pinggang atau papehe adalah padanan atau pelengkap laku tepu pria. Ukurannya hampir sama dengan bawandang perempuan. Lebar sekitar 15 cm atau lebih dan panjang sekitar 2 meter. Cara mengikatnya, dimulai dari pinggang kiri melingkar ke kanan lalu disimpul dengan ujungnya terjurai. Warna ikat pinggang mengikuti warna laku tepu;
papehe

Warna laku tepu, baniang, paporong dan bawandang ketentuannya sbb.:
  1. Warna kuning emas khusus untuk pemimpin wilayah (dahulu raja), baik untuk gaunnya, ikat pinggang, selendang, paporong maupun baniang.
  2. Warna hijau untuk wanita.
  3. Warna ungu untuk pria maupun wanita.
  4. Warna putih untuk tokoh agama dan tokoh masyarakat.
  5. Warna hitam untuk celana panjang pria sebagai pasangan baniang.
  6. Warna merah untuk pengawal pemimpin (dahulu hulubalang) dan para penari salo.
  7. Warna ledo (tanpa diwarnai atau warna asli serat kofo) untuk khayalak umum.
Warna-warna tersebut merupakan warna dari alam, baik dr getah pohon, dedaunan maupun umbi-umbian. 

CATATAN: Untuk perempuan ada hal lain di luar busana yg cukup penting dimiliki jika mengenakan laku tepu, yakni konde. Konde perempuan Sangihe memiliki kekhasan karena bentuknya seperti ulekan yg disebut boto pusige (boto = konde, sanggul, pusige = mahkota). Boto pusige atau sanggul ini posisinya perada di atas kepala atau di ubun-ubun.

boto pusige


tag: tulude, upacara adat tulude, pagelaran tulude, gelaran tulude, upacara adat sangihe, pakaian adat sangihe, pakaian adat laku tepu, laku tepu pakaian adat Sangihe. pakaian adat baniang, baniang pakaian adat Sangihe, bawandang selendang adat Sangihe, selendang Sangihe bawandang, paporong ikat kepala adat Sangihe, topi adat Sangihe paporong, Umbe topi adat Sangihe, topi tradisional Sangihe umbe, tari tradisional Sangihe salo, tari tradisional Sangihe ransa, tari tradisional Sangihe alabadiri, tari tradisional Sangihe gunde, tari salo, tari gunde, tari alabadiri, tari ransa, tari ransansahabe, 







Sabtu, 21 Desember 2024

Mengenal Sopan-santun Menyapa Orang dalam Budaya Sangihe Talaud


Betapa kayanya etika atau sopan santun masyarakat Nusa Utara. Dalam kehidupan sehari-hari kata-kata sapaan begitu banyak digunakan. Penyebutan nama secara langsung terhadap orang-orang yg lebih tua usia atau orang yang dihormati adalah suatu pelecehan terhadap nilai-nilai adat, budaya dan sopan santun. Karena itulah dalam masyarakat Nusa Utara dikenal begitu banyak nama sapaan seperti:
Akang = anak tertua; papa akang = paman tertua, mama akang bibi/tante tertua; akang juga bisa berarti kakak yg kemudian mengalami asimilisi dari kata akang menjadi i akang dan akhirnya orang menyebut yakang;
Ara = anak kedua, papa ara = paman kedua; mama ara = bibi/tante kedua;
Ari = anak ketiga; papa ari = paman ketiga; mama ari = bibi/tante ketiga;
Tenga (khusus sub etnis Tagulandang) = anak tengah; papa tenga = paman tengah; mama tenga = bibi/tante tengah;
Hembo (biasanya juga diucap Embo)= anak bungsu; papa hembo = paman bungsu; mama hembo = bibi/tante bungsu;
Bonso = anak bung (khusus sub etnis Tagulandang); papa bonso = paman bungsu; mama bonso = bibi/tante bungsu;

mbau = anak tunggal

mama mbau = bibi tunggal

Papa mbau = paman tunggal 
Bu = bapak (ingat bu Tahahusang); bisa juga berarti kakak laki-laki (seperti dalam Melayu Ambon)
Usi = ibu; bisa juga berarti kakak perempuan (seperti dalam Melayu Ambon)
Tune = lelaki yg dihormati (biasanya disingkat jadi une);  tune dari kata tutune yg berarti kandung (misal ana tutune = anak kandung).
Ungke = panggilan untuk anak laki-laki;
Uto = panggilan untuk anak perempuan (khusus sub etnis Siau);
Wawu = wanita yang dihormati atau untuk anak perempuan kesayangan;
Momo = panggilan untuk anak perempuan (khusus sub etnis Sangihe Besar);
Opo = lelaki yang dihormati atau panggilan untuk anak laki-laki (ada juga yang menyebut dgn popo;
Aso = panggilan untuk anak laki-laki (khusus sub etnis Tagulandang); papa aso = paman aso;
Ndio = panggilan untuk anak perempuan (khusus sub etnis Tagulandang) mama ndio = bibi/tante ndio;
Hapi = teman (sub etnis Sangihe Besar);
Gawe = teman (Siau)
Ringang = teman
Hawe = teman (Talaud);
Gugu = panggilan untuk anak laki-laki sub etnis Talaud;
Boki (Wo’i) = panggilan untuk anak perempuan sub etnis Talaud;
Ratu = panggilan untuk anak laki-laki sub etnis Talaud;
Suami-istri saling menyapa tidak menyebut nama tapi (sebagaimana umumnya) “mama” dan “papa” namun secara khusus menyapa suami dengan menyebut nama anak sulung sesudah papa: papa Medi atau yamang/i amang Medi = ayahnya Medi; kalau istri juga demikian : mama Medi atau ma i Medi atau inangi Medi = ibunya Medi; saling menyapa dengan nama merupakan pertanda tidak saling menghormati di antara suami-istri. Walau demikian krn pengikisan nilai-nilai budaya, ada banyak suami-isteri dewasa ini dalam bersapa saling menyebut nama diri pasangan masing-masing.
Demikian pula orang lain ketika memanggil seseorang yg sudah berumah tangga, pantang menyebut namanya melainkan menggunakan sapaan dengan nama anak sulung sesudah kata papa: papa Enda atau yamang/i amang Enda = ayah Enda; mama Enda atau ma i Enda atau inang i Enda = ibunnya Enda;

Nah, kalau Anda bagian dari etnis Nusa Utara (Sangihe-Talaud), Anda menggunakan kata sapaan mana terhadap suami atau isteri Anda. Dan bagi Anda yang bukan etnis Nusa Utara (Sangihe-Talaud) dan menjadi bagian dr keluarga etnis Nusa Utara kiranya dapat menyesuaikan diri dalam menyapa keluarga suami atau isteri Anda agar tidak menyinggung bahkan menyakiti perasaan mereka. Pengecualiannya, untuk seseorang yang berumur lebih muda silakan disapa menggunakan namanya jika dalam keluarga tidak menyapa atau jarang menyapa dengan sapaan khas sebagaimana disebutkan di atas;

Catatan Penting: menyapa nama langsung terhadap orang yang lebih tua usia merupakan tindakan tindak sopan dan dianggap tabu dalam masyarakat Nusa Utara.

Malunsemahe!!!

Selasa, 10 Desember 2024

Nama-nama Calon Kepala Daerah Terpilih Sulawesi Utara Tahun 2024

(Foto: manado.tribunnews.com)

Inilah Nama-nama Calon Kepala Daerah Terpilih Tahun 2024 Se-Sulawesi Utara dari hasil pleno KPU:

  1. Gubernur Sulawesi Utara: Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus-Victor Mailangkay (539.039 suara)
  2. Wali Kota Manado: Andrei Angouw - Richard Henry Marten Sualang (107.285 suara)
  3. Wali Kota Bitung: Hengky Honandar - Randito Maringka (73.388 suara)
  4. Wali Kota Kotamobagu: Weny Gaib - Rendy V. Mangkat  (35.150 suara)
  5. Wali Kota Tomohon: Caroll Joram Azarias Senduk - Sendy Gladys Adolfina Rumajar  (31.173 suara)
  6. Bupati Minahasa: Robby Dondokambey -vanda sarundajang  (93.546 suara)
  7. Bupati Minahasa Selatan: Franky Donny Wongkar - Theodorus Kawatu (51.575 suara)
  8. Bupati Minahasa Tenggara: Ronald Kandoli - Fredy Tuda (40.375 suara)
  9. Bupati Minahasa Utara: Joune James Esau Ganda - Kevin William Lotulung  (70.620 suara)
  10. Bupati Bolaang Mongondow: Yusra Alhabsyi - Dony Lumenta (64.709 suara)
  11. Bupati Bolaang Mongondow Selatan:  Iskandar Kamaru - Deddy Abdul Hamid (33.356 suara)
  12. Bupati Bolaang Mongondow Timur: Oskar Manoppo - Argo Vinsensius Sumaiku  (27.853 suara)
  13. Bupati Bolaang Mongondow Utara: Sirajudin Lasena - MOhammad Aditya Pontoh (18.479 suara)
  14. Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro: Chyntia Ingrid Kalangit - Heronimus Makainas  (24.586 suara)
  15. Bupati Kepulauan Sangihe: Michael Thungari - Tendris Bulahari (38.385 suara)
  16. Bupati Kepulauan Talaud: Welly Titah - Anisya Gretsya Bambungan (20.813 suara)

Untuk pemilihan calon Gubernur Sulawesi Utara, hasil pleno KPU terbuka di lima belas kabupaten/kota menetapkan pasangan calon nomor urut 1 Yulius Selvanus Komaling-Johannes Victor Mailangkay unggul dengan 539.039 suara, di posisi kedua paslon nomor urut 2 Elly Engelbert Lasut-Hanny Joost Pajouw dengan perolehan 463.433 suara, sedangkan paslon nomor urut 3 Steven Kandouw-Denny Tuejeh memperoleh suara 459.673.

Rabu, 04 Desember 2024

KISAH ORANG-ORANG SANGIHE DI MADAGASKAR


Di Republik Malagasi (Madagaskar) –terutama di kota Antannarivo, Tamatava, dan Pinohipe— cukup banyak orang-orang yang disebut sebagai Suku Morin. Siapa sesungguhnya suku Morin? 
Mereka adalah orang-orang Manganitu, Sangihe yang merupakan turunan dari sanak keluarga Raja Kerajaan Manganitu Don Marthin Lasaru (1725-1750).

Tahun 1750 adalah waktu paling memilukan bagi Raja Don Marthin Lasaru. Sebagaimana nasib raja-raja di tanah Sangihe yang diasingkan ke berbagai tempat, karena gencar melawan penjajahan Belanda (VOC), Raja keenam Kerajaan Manganitu ini dibuang ke Madagaskar bersama 45 anggota keluarga yang loyal padanya.

Raja Don Marthin Lasaru adalah putra Raja Dotulong Takaengetang (1694–1725), ibunya Putri Kerajaan Paghulu. Ini sebabnya, ketika ia berkuasa pemerintahan Kerajaan Manganitu dipusatkan di Paghulu.

Di Republik Malagasi saat ini, keturunan Raja Lasaru beserta 45 anggota keluarga Kerajaan itu tersebar di beberapa daerah di sana. 

Beberapa daerah yang ditempati orang-orang Sangihe Manganitu ini dinamakan sendiri oleh orang Sangihe sebagai tempat mereka berdomisili.

Di Kota Antannarivo, orang-orang Malagasi menyebut keturunan raja yang diasingkan itu sebagai Suku Morin. 

Morin artinya diasingkan atau suku terasing dari Kerajaan Manganitu.

Masyarakat Kerajaan Manganitu yang ada di Manganitu dan Paghulu yang tidak diasingkan menyebut raja di tempat pembuangan itu sebagai: “Ilaha i tuan su kamu” (Raja berada di kaam de geode hoop).

Kerajaan Manganitu terletak di Pulau Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. Kerajaan Manganitu juga disebut Kerajaan Kauhis, Berdiri pada tahun 1600 di bawah pemerintahan Raja Boo atau Liung Tolosang menantu dari Kulane Ansiga dari Kerajaan Salurang. 

(Dari Berbagai Sumber)
Penulis: Iverdixon Tinungki

Senin, 28 Agustus 2023

SASAMBO: STRUKTUR, FUNGSI & WAWASAN ESTETIKA

SASAMBO: STRUKTUR, FUNGSI & WAWASAN ESTETIKA
(Perspektif Sosiologi Seni Fenomenologis)

Oleh : Sovian Lawendatu

Sasambo adalah nyanyian-puitis atau juga puisi-nyanyi masyarakat Sangihe dalam arti historis-kultural (Sangihe Besar dan Sitaro). Steller dan Aebersold (1959) menjelaskan, sambo; atau sasambo adalah sejenis himne dan puisi yang unik. Dengan menyebut sasambo sebagai sesamboh, Riedel (1869) mendeskripsikan, bahwa di Kepulauan Sangihḝ sasambo menempati tempat pertama di antara lagu-lagu rakyat; sasambo berisi berbagai ucapan, peribahasa, dan sanjungan, serta curahan hati yang penuh kasih, dan gambaran kehidupan pulau dan laut.

Dalam pembicaraan berikut, khusus tentang fungsi dan wawasan estetika, diletakkan dalam bingkai dunia-kehidupan (lebenswelt) masyarakat Sangihe dahulu kala sebagai masyarakat-genesis sasambo. Ini sesuai dengan perspektif hermeneutik-fenomenologis dalam sosiologi seni yang dibangun oleh Janet Wolff.

 

STRUKTUR DAN FUNGSI 

Sejauh yang teramati pada transkrip Riedel dan transkrip yang lain, sasambo terdiri atas bait-bait yang tidak sama panjangnya. Walaupun demikian, setiap bait sasambo memiliki jumlah larik yang sifatnya genap: 2, 4, 6, 8, 10. 

Dalam pada itu, setiap bait sasambo yang terdiri atas dua larik berbentuk kalimat lengkap atau mengungkapkan gagasan yang bersifat final. Hal yang sama juga berlaku atas setiap dua larik yang terdapat dalam seluruh bait sasambo. Dengan demikian, dapat disarikan, bahwa sasambo terdiri ‘hanya’ atas dua larik per bait.

Bila lebih ditelusuri, sifat genap tersebut juga tampak pada jumlah minimum sukukata dalam setiap larik sasambo. Dalam hal ini, setiap larik sasambo terdiri atas paling sedikit 6 (enam) suku kata. Sifat genap itu paralel dengan kenyataan, bahwa setiap bait sasambo berbentuk kalimat lengkap atau mengungkapkan gagasan yang final. Jadi, terdapat koherensi antara struktur sasambo dengan isinya.

Seperti halnya sasaļamatḝ, sasambo bersifat ritmis. Keritmisan ini terbentuk dari penggunaan majas paralelisme dan repetisi atau anafora dalam rangka strukturisasi sasambo. Sekadar contoh:

Adiung itondo e / itondo e ghumaluhḝ.
Mạtӗntang siagạ / mḝdḝdea bӗke. 

I Andi nitӗbọ biang / nӗtukang tahapӗnggӗlang
Kahiwung Andi nawawa / pinḝsalendang su wobạ.
I Andi nangon duruhang / nangapia tatuwone.
Andi tạ luweng hotene / pӗllọ mḝbawialane.
I Andi timanata / ariwe karoḷong balang. 

Mangasang baḷiung munde-munde/ patụ-patụ i Tamundugḝ.
ipanuwang kalu lawẹ / kalu angkusu wanua.
Tiupoteng anging bahẹ / lapidoten suwụ-suwụ.

Salah satu medium penstrukturan majas paralelisme dan anafora dalam sasambo adalah kata Sangihḝ jenis sasahara. Secara sosiolinguistik-fenomenologis, sasahara merupakan bahasa yang berdaya gaib, sebab menurut Adriani (1893), sasahara adalah bahasa rahasia yang digunakan di laut untuk mencegah roh-roh mendengar dan mengganggu rencana para pelaut. Selain itu, tulis Brilman, sasahara juga digunakan dalam puisi untuk keperluan yang sama. Alhasil, dengan kata-kata sasahara, sasambo berfungsi sebagai sarana penolak tulah yang berasal dari roh-roh dan setan-setan.

Sasambo memang mengekspresikan sikap religius masyarakat Sangihḝ dahulu kala, sebagaimana tersirat dalam keberadaan sasambo raralo (sasambo pujian) dan sasambo kakaļiomaneng (=sasambo doa-permohonan). Sasambo juga mengusung nilai kebijaksanaan hidup manusia dan masyarakat Sangihḝ tentang pentingnya berpikir sebelum bertindak, “Diọko kaiang pḝsipirḝ, kaintoḷang pḝtinӗna” (hendaklah duduk berpikir, duduk berpikir), termasuk peringatan akan ekses buruk dari pengabaian terhadap kebijaksanaan hidup tersebut, “Bӗgang tiringang u alang, kanoakeng u dunia” (tidak tahu diputar dunia, dipermainkan oleh dunia). Sasambo juga mengandung nasihat tentang pentingnya membangun kehidupan bersama yang harmonis dengan cara harmoni pula, “Adiung itondo e, itondo e ghumaluhḝ // Mạtӗntang siagạ, mḝdḝdea bӗke.” Sasambo pun bernilai rekreatif dengan candaan dan sindirannya: “pirua i Arubeka, nitӗntang su sasangitang // baḷinẹ i Arubeka, simahe tạdarurune” (Kasihan si Arubeka, ditinggal dalam kemenangisan // bukan si Arubeka, (yang) liwat tak berbau). Walaupun demikian, dengan penggunaan kata-kata sasahara, maka nilai-nilai religiusitas, kearifan dan kerekreatifan hidup yang tersirat dalam sasambo tidak terlepas dari dunia-kehidupan (lebenswelt) magi yang bermuara pada motif penyelamatan diri masyarakat Sangihḝ dahulu kala dari kuasa jahat jiwa-jiwa, roh-roh dan setan-setan. 

Motif (religio-) magis lebih mencolok pada eksistensi sasambo tatelore, sebab sasambo jenis ini bertujuan untuk mencemarkan nama baik. Motif magis itu bahkan lebih mencolok pada sasambo jenis lagung kapirḝ (lagu kafir’). Pasalnya, sasambo ini dipercaya bermuatan daya gaib mematikan dan digunakan untuk ‘perang magis’ antar- kelompok tahapḝsambo (orang yang mahir menembangkan sasambo).

SASAMBO SEBAGAI TRADISI MEBAWALASE

Sasambo tidak selalu dinyanyikan secara berbalasan. Ada kebiasaan mesambo (menyanyikan sasambo) secara individual, dengan atau tanpa iringan tagonggong. Buktinya, nelayan yang sendirian di laut pada larut malam mengumandangkan sasambo dengan suaranya yang tinggi resik, lewat permukaan laut (Brilman, 1938). Di kampung penulis pada tahun 1980-an, seorang lelaki memiliki kebiasaan mesambo secara sendirian; itu biasa dilakukannya pada malam hari dengan iringan tagonggong yang ditabuhnya sendiri. 

Aktivitas mḝsambo pada saat pengusungan tamong banua (tamo banua) dalam rangka upacara menebang tamo pun tidak dilakukan secara berbalasan. Namun, menurut kebiasaan umum masyarakat Sangihḝ, sasambo dinyanyikan secara berbalasan dengan iringan tagonggong yang ditabuh oleh para penyanyi itu sendiri.

Riedel mencatat bahwa sasambo dinyanyikan di ladang, di perahu, dan di acara-acara pesta dengan iringan tagonggong. Tentang tradisi berbalas sasambo, Brilman mencatat, “Juga pada pelayaran berdayung yang panjang orang saling merangsang melalui bernyanyi. Kebiasaan yang sama juga terjadi tatkala para nelayan Sangihḝ melakukan perjalanan pulang dari ‘melaut’; mereka menyanyikan sasambo secara berbalasan sambil menabuh badan perahu sebagai pengganti tagonggong; suatu kebiasaan mesambo yang kemudian melahirkan jargon sasambo duruhang. Jelaslah, tradisi mesambo secara berbalasan dilakoni dalam berbagai ragam situasi kehidupan masyarakat Sangihḝ.

Dengan karakternya yang berbalasan, semua ragam tradisi mḝsambo dalam kehidupan masyarakat Sangihḝ dapat dinamai dengan kata “mebawalase”, sebab kata mebawalase secara literal berarti “berbalasan” atau “saling membalas”. Namun, mengikuti penjelasan Steller dan Aebersold, nama “mebawalase” telah diberi arti khusus, yakni tradisi berbalas nyanyian sasambo dalam acara-acara pesta, seperti perkawinan dan Tulude atau Saliwang u Wanua.

JENIS-JENIS SASAMBO

 Di Sangihḝ Besar, tradisi Mḝbawalasḝ biasanya bermaterikan sasambo jenis lagung bawine, lagung balang, lagung sondạ, dan lagung sasahola. Di Siau, seperti yang dilansir oleh Riedel, tradisi Mḝbawalasḝ menggunakan tiga jenis sasambo yang bernama sambo nu esẹ (‘sasambo untuk laki-laki’), samboh nu bawine (‘sasambo untuk perempuan’), dan sambo nu oļị (‘sasambo untuk musik oļi).

Steller dan Aebersold menyebut tiga jenis sasambo, yakni sasambo tatelore (sasambo untuk pencemaran nama baik), sasambo raralo (sasambo pujian), dan sasambo kakaļiomaneng (=sasambo doa-permohonan). Ketiga jenis sasambo ini relevan dengan semua klasifikasi sasambo menurut jenis ketukan tagonggong; sebab ketiga jenis sasambo ini lahir dari klasifikasi yang berlandaskan dunia-kehidupan (lebenswelt) atau nilai-nilai sosiokultural masyarakat Sangihe.

WAWASAN ESTETIKA TRADISI BERBALAS SASAMBO

Hakikat tradisi Mebawalase (Berbalas Sasambo) terangkum dalam ungkapan “mepapate wisara”. Secara literal, ungkapan ini bermakna ‘bakubunuh bicara’. Secara konseptual, idiom ini menggambarkan, bahwa tradisi Berbalas Sasambo bukan sekadar aktivitas berbalas nyanyian sasambo, melainkan terutama merupakan aktivitas ‘saling mematahkan gagasan’ atau semacam debat melalui syair sasambo. Dengan demikian, nilai estetika dalam tradisi ini terletak pada aspek kemampuan mepapate wisara (mematahkan gagasan).

Mepapate wisara merupakan manifestasi kemampuan leluhur masyarakat Sangihḝ dalam bersastra, sekaligus sebagai wawasan estetika tradisi Mebawalase. Pasalnya, dengan mḝpapate wisara, kedua kelompok penyanyi dalam tradisi ini terlibat dalam ‘duel kata-kata’, sementara puncak nilai keindahan ‘duel’ ini terletak pada kemampuan mematahkan gagasan lawan bicara. keduanya berlomba untuk mencapai kemenangan, sebagai ‘puncak gunung’ keindahan, dengan jalan nakapate wisara (‘berhasil mematahkan gagasan’). 

Wawasan estetika ini tentu saja bertabiat religio-magis, sesuai dengan eksistensi kata-kata sasahara sebagai medium pengekspresian sasambo dalam tradisi Mebawalase. Tabiat religio-magis itu lebih mengemuka lagi dengan penggunaan sasambo kapire dan sasambo tatelore dalam tradisi Mebawalase. Masalahnya, kedua jenis sasambo ini dianggap memiliki daya magis yang mematikan. 

Dalam praktik tradisi Mebawalase pada zaman dahulu, ada kematian yang dipandang sebagai akibat serangan daya magis dari kedua jenis sasambo tersebut. Di titik ini, wawasan estetika mḝpapate wisara berubah menjadi sadisme mepapate taumata (saling membunuh manusia). Betapapun juga, seperti yang dinyatakan oleh Brilman (1938). sadis-isme (kesenangan berbuat jahat) dengan daya magis memang nyata-ada dalam kehidupan masyarakat yang belum menerima pencerahan (enlightenment; aufklärung) dengan nilai-nilai etika universal.

MEPAPATE WISARA DAN PEPATAH MELAYU

Sekilas saja, mepapate wisara dalam tradisi Berbalas Sasambo sama dengan pepatah dalam dunia sastra Melayu. Keduanya memang memiliki persamaan; keduanya sama-sama mengandung unsur nasihat dan sindiran. Namun, cakupan makna mepapate wisara lebih luas daripada pepatah, sebab mḝpapate wisara mengandung unsur gagasan atau motif-motif yang justru tidak ada dalam pepatah. Motif-motif yang dimaksud antara lain menoe (memuji dengan maksud menjatuhkan), medarendehe (saling membantah), dan mepapangabase (saling mengejek dan menantang dengan nada membual dan menyombongkan diri). 
Motif-motif tersebut diekspresikan dan ditafsirkan melalui lirik-lirik sasambo, baik dalam wujud kata, frase, larik, maupun bait.

Perbedaan mepapate wisara dengan pepatah juga mencolok dari aspek komunikasi. Mepapate wisara bersifat dialogis, bahkan debatis. Dengan kedialogisannya, mepapate wisara ditandai dengan dinamika pertukaran posisi antara komunikator (communicator) dengan komunikan (communicant). 

Dalam hal ini, nasihat, misalnya, bisa dibalas dengan nasihat, sehingga terjadi proses saling menasihati. Dengan kedebatisannya, mepapate wisara memungkinkan terciptanya proses adu argumen, meski argumen-argumen itu hanya sekelas bualan. Di pihak lain, seperti yang berlangsung dalam pidato-pidato Melayu, pepatah bersifat ‘searah’ (monologis).

SASAMBO DAN MASAMPER

Sasambo memengaruhi perkembangan Masamper. Pengaruh sasambo itu butuh ruang pembicaraan tersendiri. 
Tapi sekadar gambaran, pengaruh tradisi sasambo itu nyata dengan penggunaan nama mebawalase untuk Masamper.### 

Catatan:
Gambar hanya penghias postingan😇🤠

Rabu, 16 Agustus 2023

Lagu Daerah Sangihe "Taung Ini Rimenta"

Lirik Lagu Daerah Sangihe "Taung Ini Rimenta"

TAUNG INI RIMENTA

Taung ini rimenta,
medorong su Ruata,
Pehiking ko lai kapia,
si kami manga elang
Bou darodo matelang,
alamatu apahundingang

Reff.
Su apang dalengang,
Mawu abe panentang
Maning lai sengkakonda
Mawu mambeng patenda
Kalaumure kebi, pakaraung dalai
Sarang taung ini naliu.

====================

PUTAR LAGU "TAUNG INI RIMENTA" BELUM TERSEDIA


Terjemahan lagu ini adalah sbb.:
(bukan versi bahasa Indonesia/Inggris tapi maknanya dalam bahasa Indonesia/Inggris)


TAHUN (BARU) INI TELAH TIBA

Tahun ini telah tiba, bermohon kepada Allah
Pelihara lebih baik lagi, kami hamba-hamba-Mu
Baik anak-anak maupun dewasa, selamatlah bersama-sama

Di setiap perjalanan, ya Tuhan jangan tinggalkan
Walaupun hanya sekejap
Tuhan benar-benar membentengi
Umur panjang semua, dijauhkan yang jahat
Sampai tahun ini berganti

Lyrics translation in English:

THIS (NEW) YEAR HAS ARRIVED

This year has come, pray to Allah
Take better care of us, your servants
Both children and adults, be safe together

On every journey, O God, do not leave
Even if only for a moment
God really fortifies
Long live all, keep away the evil
Until this year change

TAUNG INI RIMENTA

Taung ini rimenta, medorong su Ruata
, Pehiking ko lai kapia, si kami manga elang
Bou darodo matelang, alamatu apahundingang

Reff.
Su apang dalengang, Mawu abe panentang
Maning lai sengkakonda
Mawu mambeng patenda
Kalaumure kebi, pakaraung dalai
Sarang taung ini naliu.  

Upacara Adat Tulude sebagai Tradisi Warga Nusa Utara 
di Provinsi Sulawesi Utara. Dalam hajatan inilah lagu 
"Taung ini Rimenta" sering dinyanyikan.
(Foto: Admin/Semuel Muhaling)
Catatan: Foto ini saya ambil pada kegiatan upacara adat tulude kota Bitung tahun 2007. Namun terlalu banyak situs yang menggunakan untuk kepentingan kontennya menggunakannya tanpa izin saya.
-------------------------------------------------------------

lagu-lagu
daerah,lagu daerah jawa,lagu daerah sundah,lagu daerah madura,lagu daerah sumatera utara,lagu daerah batak,lagu daerah tapanuli,lagu daerah padang,lagu daerah minang,lagu daerah sumatera barat,lagu daerah riau,lagu daerah melayu,lagu daerah papua,lagu daerah aceh,lagu daerah batak toba,lagu daerah kalimantan barat,lagu daerah sambas,lagu daerah dayak,lagu daerah apuse,lagu daerah anak kambing saya,lagu daerah ambon,lagu daerah maluku, lagu daerah adalah,lagu daerah ampar-ampar pisang,lagu daerah ayam den lapeh,lagu daerah ayo mama,lagu daerah alor,lagu daerah timor, lagu daerah sangihe,not angka lagu daerah,not angka lagu daerah jawa barat,notasi angka lagu daerah,not angka lagu daerah jawa barat pileuleuyan,not angka lagu daerah apuse,lagu daerah a,lagu daerah batak karo,lagu daerah batak mandailing,arti lagu daerah, terjemahan lagu daerah, lirik lagu daerah,lagu daerah batak simalungun,lagu daerah banten,lagu daerah betawi,lagu daerah sunda,lagu daerah cirebon, lagu daerah cinta tanah air,lagu daerah anak kambing saya,lagu daerah yamko rambe yamko,lagu daerah jawa tengah,lagu daerah makassar,lagu daerah bugis,lagu daerah buton,lagu daerah poso,lagu daerah gorontalo,lagu daerah bolaang mongondow, lagu daerah talaud,lagu daerah siau,lagu daerah banggai,lagu daerah ternate, lagu daerah kalimantan timur,lagu daerah kalimantan selatan,lagu daerah
palembang,lagu daerah manado,lagu daerah minahasa,lagu daerah parahiyangan, lagu tionghoa,lagu bahasa cina,lagu afrika,lagu india,lagu barat,lagu israel, lagu,lagu jerman,lagu prancis,lagu suku
aborigin,lagu suku indian,

Jumat, 04 Agustus 2023

Lirik Lagu Daerah Sangihe - Sumake Pato

Lirik Lagu Daerah Sangihe - Sumake Pato 

Sumake pato nitaling Sangiang
Dalukang ni langing i wawu biang
Mebua sukaliomaneng tulumang
Dendingang manga elang su taghaloang

Bawa hasi dolakeng akide
Abe gingge woba mebebelade
Tatingangko natuahe su selaeng
Tialang lighareng sarung pamunakeng

Sumake pato nitaling Sangiang
Dalukang ni langing i wawu biang
Mebua sukaliomaneng tulumang
Dendingang manga elang su taghaloang

Bawa hasi dolakeng akide
Abe gingge woba mebebelade
Tatingangko natuahe su selaeng
Tialang lighareng sarung pamunakeng

 

Lirik Lagu Daerah Sangihe - Sumake Pato 

Sumake pato nitaling Sangiang, Dalukang ni langing i wawu biang, Mebua sukaliomaneng tulumang
Dendingang manga elang su taghaloang, Bawa hasi dolakeng akide, Abe gingge woba mebebelade, Tatingangko natuahe su selaeng, Tialang lighareng sarung pamunakeng
Sumake pato nitaling Sangiang, Dalukang ni langing i wawu biang, Mebua sukaliomaneng tulumang,
Dendingang manga elang su taghaloang
Bawa hasi dolakeng akide, Abe gingge woba mebebelade, Tatingangko natuahe su selaeng, Tialang lighareng sarung pamunakeng

Lirik Lagu Daerah Sangihe - Sumake Pato 

Sumake pato nitaling Sangiang, Dalukang ni langing i wawu biang, Mebua sukaliomaneng tulumang
Dendingang manga elang su taghaloang, Bawa hasi dolakeng akide, Abe gingge woba mebebelade, Tatingangko natuahe su selaeng, Tialang lighareng sarung pamunakeng
Sumake pato nitaling Sangiang, Dalukang ni langing i wawu biang, Mebua sukaliomaneng tulumang,
Dendingang manga elang su taghaloang
Bawa hasi dolakeng akide, Abe gingge woba mebebelade, Tatingangko natuahe su selaeng, Tialang lighareng sarung pamunakeng

Lirik Lagu Daerah Sangihe - Sumake Pato 

Sumake pato nitaling Sangiang, Dalukang ni langing i wawu biang, Mebua sukaliomaneng tulumang
Dendingang manga elang su taghaloang, Bawa hasi dolakeng akide, Abe gingge woba mebebelade, Tatingangko natuahe su selaeng, Tialang lighareng sarung pamunakeng
Sumake pato nitaling Sangiang, Dalukang ni langing i wawu biang, Mebua sukaliomaneng tulumang,
Dendingang manga elang su taghaloang
Bawa hasi dolakeng akide, Abe gingge woba mebebelade, Tatingangko natuahe su selaeng, Tialang lighareng sarung pamunakeng

 

Senin, 24 Juli 2023

Doa Bapa Kami Bahasa Talaud

Inilah Doa Bapa Kami Bahasa Talaud


Iamangngi ami su surga; Ete I’o Mawu Ruata tumba’u Sambau. Antimanna I’o subbanna wurru wantuhanna. Ete I’o Ratu ng kami. Antimanna I’o mamarenta su runia wurru apulunu taturrutanna ere lai su surga. Onggolaawe siami su allo indi pabbawiakka apan ipaapulu ng kami. Ampungewe iami wuassu passasala ng kami, ere lai iami suete nangampungnga taumata apan nassala siami. Ariewe mamala ng kami awuliannu pangangimanna su tempo iami wabalintongnganna ewe’e liua’a iami wuassu tarrino n alaleo. [Ete I’o Ratu apan uatarrino wurru mawantuga ma’oma n sara malannu-lannu. Amin."





Inilah Doa Bapa Kami Bahasa Talaud


Iamangngi ami su surga; Ete I’o Mawu Ruata tumba’u Sambau. Antimanna I’o subbanna wurru wantuhanna. Ete I’o Ratu ng kami. Antimanna I’o mamarenta su runia wurru apulunu taturrutanna ere lai su surga. Onggolaawe siami su allo indi pabbawiakka apan ipaapulu ng kami. Ampungewe iami wuassu passasala ng kami, ere lai iami suete nangampungnga taumata apan nassala siami. Ariewe mamala ng kami awuliannu pangangimanna su tempo iami wabalintongnganna ewe’e liua’a iami wuassu tarrino n alaleo. [Ete I’o Ratu apan uatarrino wurru mawantuga ma’oma n sara malannu-lannu. Amin."







Inilah Doa Bapa Kami Bahasa Talaud


Iamangngi ami su surga; Ete I’o Mawu Ruata tumba’u Sambau. Antimanna I’o subbanna wurru wantuhanna. Ete I’o Ratu ng kami. Antimanna I’o mamarenta su runia wurru apulunu taturrutanna ere lai su surga. Onggolaawe siami su allo indi pabbawiakka apan ipaapulu ng kami. Ampungewe iami wuassu passasala ng kami, ere lai iami suete nangampungnga taumata apan nassala siami. Ariewe mamala ng kami awuliannu pangangimanna su tempo iami wabalintongnganna ewe’e liua’a iami wuassu tarrino n alaleo. [Ete I’o Ratu apan uatarrino wurru mawantuga ma’oma n sara malannu-lannu. Amin."



Rabu, 19 Juli 2023

Lirik Lagu Daerah O Mawu Ruata (Sangihe)

O, MAWU RUATA


O, Mawu Ruata talentu ko ia
Napene u rosa, rosa masaria
Tentiro ko sia, daleng mapia
Penata elang'U su raralengangku 

PUTAR LAGU "O MAWU RUATA"

 

 

O, MAWU RUATA


O, Mawu Ruata talentu ko ia Napene u rosa, rosa masaria Tentiro ko sia, daleng mapia Penata elang'U su raralengangku  


O, MAWU RUATA


O, Mawu Ruata talentu ko ia nu rosa, rosa masaria Tentiro ko sia, daleng mapia Penata elang'U su raralengangku 

 

 

O, MAWU RUATA


O, Mawu Ruata talentu ko ia Napene u rosa, rosa masaria Tentiro ko sia, daleng mapia Penata elang'U su raralengangku  



O, MAWU RUATA


O, Mawu Ruata talentu ko ia Napene u rosa, rosa masaria Tentiro ko sia, daleng mapia Penata elang'U su raralengangku

https://drive.google.com/file/d/13LY7U-5ihmNh57PTZ7ZsQkR2d1UHjjmK/view?usp=sharing

Lirik Lagu Daerah Mawu Malondo (Sangihe)

Lirik Lagu Daerah Sangihe Mawu Malondo

 

O MAWU MALONDO
 

1=C

Versi 1


Oh Mawu Malondo,
Ruata iamang
Elang-U memogho, maki ambang
 

Tulung ampunge Mawu
Haghieng dalawangku
Dan durhakaku sutengo-Nu

PUTAR LAGU "MAWU MALONDO"


Versi 2

Oh Tuhan Pengasih,
Yang Maha Kuasa
Hamba-Mu memohon pertolongan

Tolong ampuni Tuhan
Segala kesalahanku
Dan durhakaku di hadapan-Mu.

 

 



O MAWU MALONDO
1=C

Versi 1
Oh Mawu Malondo, Ruata iamang, Elangu megogho, maki ambang,
Tulung ampunge Mawu, Haghieng dalawangku, Dan durhakaku sutengonu

Versi 2
Oh Tuhan Pengasih, Yang Maha Kuasa, HambaMu memohon pertolongan
Tolong ampuni Tuhan, Segala kesalahanku, Dan durhakaku di hadapanMu.

O MAWU MALONDO
1=C

Versi 1
Oh Mawu Malondo, Ruata iamang, Elangu megogho, maki ambang,
Tulung ampunge Mawu, Haghieng dalawangku, Dan durhakaku sutengonu

Versi 2
Oh Tuhan Pengasih, Yang Maha Kuasa, HambaMu memohon pertolongan
Tolong ampuni Tuhan, Segala kesalahanku, Dan durhakaku di hadapanMu.

Selasa, 18 Juli 2023

Lirik Lagu ESA MOKAN GENANGKU (Minahasa)

Lirik Lagu ESA MOKAN GENANGKU (Minahasa)

Esa mokan genangku wia niko
Tea mo madua dua genang ekaria

Mengalei ngalei uman, wia si Opo Waidan
Pakatuan pekalewiden kita um waya
Mengalei ngalei uman, wia si Opo Waidan
Pakatuan pekalewiden kita um waya






Esa mokan genangku wia niko
Tea mo madua dua genang ekaria

Mengalei ngalei uman, wia si Opo Waidan
Pakatuan pekalewiden kita um waya
Mengalei ngalei uman, wia si Opo Waidan
Pakatuan pekalewiden kita um waya





Esa mokan genangku wia niko
Tea mo madua dua genang ekaria

Mengalei ngalei uman, wia si Opo Waidan
Pakatuan pekalewiden kita um waya
Mengalei ngalei uman, wia si Opo Waidan
Pakatuan pekalewiden kita um waya

Minggu, 09 Juli 2023

Lirik Lagu UNGKUANU AKU RAWOY (Minahasa)

Lirik Lagu UNGKUANU AKU RAWOY (Minahasa)

Ungkuanu aku rawoy
Akad tinayananu
Dengen anu aku lako
Wisamo sera rumendem

Peneselan ku wia niko
Rinte kampe makenalan
Rinte kampe maleo-leosan
Matua e matetayanan

Due meragos, saika genang niko
Taan kumuramo
Gemang mu mo lineleaan




Ungkuanu aku rawoy
Akad tinayananu
Dengen anu aku lako
Wisamo sera rumendem

Peneselan ku wia niko
Rinte kampe makenalan
Rinte kampe maleo-leosan
Matua e matetayanan

Due meragos, saika genang niko
Taan kumuramo
Gemang mu mo lineleaan

Lirik Lagu SE TEDU MATUARI (Minahasa)

Lirik Lagu SE TEDU MATUARI (Minahasa)

Niko manembo nembo
Pira mo se dimangkoy lako
Se tedu matuari riroyor se taweng Sinai we uned

Se tedu matuari si taweng nai we uned
Ndoon nisia si rendem near




Niko manembo nembo
Pira mo se dimangkoy lako
Se tedu matuari riroyor se taweng Sinai we uned

Se tedu matuari si taweng nai we uned
Ndoon nisia si rendem near

Lirik Lagu GENANG/UNGGENANG (Minahasa)

Lirik Lagu GENANG/UNGGENANG (Minahasa)

Unggenang ku wia niko
Sako udit rumendem
Sako udit rumenden kita madua
Esa matua

Taan wo kumuramo
Oh genang ku wia niko
Genang ku wia niko
Taloso yopa siwo siwomu




Unggenang ku wia niko
Sako udit rumendem
Sako udit rumenden kita madua
Esa matua

Taan wo kumuramo
Oh genang ku wia niko
Genang ku wia niko
Taloso yopa siwo siwomu

Sabtu, 08 Juli 2023

Lirik Lagu WO MANGURA-NGURA (Minahasa)

Lirik Lagu WO MANGURA-NGURA (Minahasa)

Wo mangura-ngura si kaleongku
Wo mangesa-ngesa aku petana dou
Wo mangesa-ngesa aku petana dou
Si mamikir mikir lalan kelangan
TaÂ’an kumuramo si kaleongku
Wo aki pe lalan pakelakelangan







Wo mangura-ngura si kaleongku
Wo mangesa-ngesa aku petana dou
Wo mangesa-ngesa aku petana dou
Si mamikir mikir lalan kelangan
TaÂ’an kumuramo si kaleongku
Wo aki pe lalan pakelakelangan





Wo mangura-ngura si kaleongku
Wo mangesa-ngesa aku petana dou
Wo mangesa-ngesa aku petana dou
Si mamikir mikir lalan kelangan
TaÂ’an kumuramo si kaleongku
Wo aki pe lalan pakelakelangan

Label

. Menkeu 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955. 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2010 2011 2013. 2014 A AA abad ke-7 ABC abdul hadi wm ABK Abu Nawas Aceh achdiat k mihardja Adat agama Ahok AI airmadidi Airmadidi. ajaran sesat ajib hamdani Al-Qur'an Alkitab AMBON amsal amurang anak yatim/piatu anak-anak anggaran Angkatan 45 angsuran animal animasi animation Anjab Antasari aplikasi mobile apresiasi sastra Apuse Arab architectur architecture arsitektur artificial intelligence artikel. asal-usul lagu yamko rambe yamko Askes ASN Asrul Sani Astinet asuransi audio audio to text ayu ting ting B Babilonia baca artikel dibayar bahasa Bahasa Belanda bahasa daerah Bahasa Indonesia bahasa kreol Bahasa Portugis bahasa Termate Bahlil Dahadalia bahundak Bait Allah bajak BANJAR bank banten bantuan korea selatan Bapertarum barang dan jasa pemerintah Basuki BATAK batas laut batas usia pensiun. PP BB BBM bersubsidi Bea Cukai beasiswa bekerja dari rumah Belanda bencana bendera beras berita Betlehen biaro Bidat billing bimbo BIODATA BIOGRAFI bisnis bisnis gratis bisnis properti bisnis sampingan Bitung BKD BKN blogger BNI BNN bobbit worm Bolaang Mongondow Bolmut Bolong Bolsel Boltim BPJS BPKB BRI briptu norman kamaru BTN Bu Tahanusang budaya Budaya Kerja budayawan bugil building buku bulan BUMD BUMN bunaken bung karno BUP bupati C Camat CC ccovid-19 cerita rakyat cerpen Chairil Anwar China choir cicilan cincin cinta CIO CIPTA KERJA CIPTAKERJA civil servant classical coconut octopus collorydianisme conference contoh convert copy-paste foto covid-19 CPNS cuti cuti bersama D D.Brilman Dacuda Pocket Scanner daerah daerah otonom baru Dana Sehat DAU denda desa desain detektor logam Dhana Widyatmika Dialek Diklat Kompetensi DIKLAT PIM dirjen dirjen anggaran disiplin diskusi diving DKI doa dogma dokumen dolar domain dongeng download DP3 DPR drama dramatik dramatis personae DRH Driver duasudara dubes duda duit dunia E e-billing e-Gov E-KTP e-voting edaran Edaran Mendagri eigendom ekonomi eksistensialisme eksperimental ekstensi eliezer Ensiklopedi Epifanius erupsi esai eselon extension F f. Kelling facebook Fiery Cross Reef Filsafat fisik foto funny gaji gaji baru PNS gaji baru Polri gaji baru TNI gaji hakim gaji ke-13 Gaji PNS 2013 gaji polri 2011 gaji polri 2013 gaji tni 2011 gaji TNI 2012 gaji tni 2013 galungan Ganefo gangguan kecemasan ganti logo blogger garuda gaya hidup gayus GCIO gelombang gembala gempa generasi Alfa generasi baby boomers generasi diam generasi milenial generasi Z gereja GG Gibran Rakabuming GMIM Golongan Ruang Google Cloud Google drive Google One grafik Gregorian gubernur gunung api Gunung Ruang gunung Salak guru hairy frogfish hakim halmahera HAM hari libur hari raya HB Yassin HB Yassin. HB Yassin HB Yassin. Pusat Dokumentasi hewan Hijriyah Hindu hobby home honorer house hukum hut I Nyoman Nuarta idul fitri II Ijazah Palsu iklan gratis iklan rumah IKN imlek Indihome Indonesia industri Infotek Inggris Injil Inpres instansi pemerintah integritas interior internet Islam israel istana garuda Istana Garuda Ibukota Nusantara Istana Presiden IKN IT ITE ITM jabatan fungsional jabatan pimpinan jabatan struktural jaksa janda JAWA jenderal jiwa Johnson Reef Jokowi jual-beli jual-beli rumah Julian K-1 K-2 KABUPATEN kalabat kalender Kalimantan kampanye kampus Kamus kandang domba kartu kredit karunia KARYA SATYA Kasus kata bijak kata mutiara kata-kata bijak kata-kata hikmat kata-kata mutiara kawasan khusus kawin KBBI KDKMP keamanan KEK Kekayaan kelahiran Yesus kelas keluarga kelurahan Kemen-PU Kemendagri Kemenkeu Kemenkum-HAM Kementrian kenaikan gaji kenaikan pangkat Kepala Daerah Kepdirjen Keppres kepribadian Keputusan Ka BKN keputusan menteri kerajaan kereta jenazah kereta kerajaan kereta pernikah william kerja Kesehatan keuangan Khotbah khotbah. kiamat Kisah Mahabarata KK Klasik Kode Etik koloriadianisme komedi Kominfo konstitusi konversi koor koperasi korpri Korupsi KOTA Kotamobagu koupsi KPCPEN KPK kristen Kritik Sastra kritik seni kue kuliah kunci foto L lagu lagu daerah Lagu Daerah lagu daerah Jawa Timur Lagu daerah Papua Lagu daerah Riau Lagu Daerah Sangihe lagu nasional lagu Papua lambang daerah langganan langowan lapas larangan laut Laut China Selatan lawak lebaran legenda lemang Lembaga Negara lembeh Lembeh Resort Lembeh Strait LG LHKPN libur nasional liburan Likupang lingkungan kerja Lirang lirik lirik lagu Lirik Lagu Daerah litle logo lokon lomba sastra lowongan lucu Lurah M magnitudo mahasiswa mahasiswa baru mahawu makar MALUKU Malut Manado mandarin fish Manganitu manusia marah rusli marga masa Anak-anak masamper masarang Masehi Mawali Mazmur media massa meja Melayu mendagri mengajar menkeu Menpan merah putih MERS Mesir mesjid metal detector Meyer migdal eder mimic octopus Minahas minahasa Minahasa Selatan Minahasa Tenggara Minahasa Utara minangkabau Mischief Reef mistik mitos MM mobil bekas mobil jenazah mobil mewah mochtar lubis model money Mongondow monumen moratorium motivasi motivasi hidup Mouse Scanner MPR Mr. Assat Mr. Sjafruddin muhaling Muhammad Musa mutasi nabi NAD nama domain nama etnis nama fam nama klan nama marga nama orang nama suku NARKOBA Nasdem nasi jaha Nasrani natal negara NEWS NII nikah NIP novel Nuklir Nusantara o ina ni keke OMNIBUS LAW oneness Orang Terkaya orde baru outsourcing pada pahlawan padang gembala paduan suara Pajak PAK pakaian adat Pakaian Dinas pandemi Pangdam pangkat PNS pangkat polri pangkat TNI pantai pantekosta pantun papan tulis elekronik papan tulis sekolah PAPUA partitur paskah paypal pdf pegawai pegawai tidak tetap pemerintah pejabat pejabat eselon pejabat pimpinan tinggi pelantikan pelayan khusus Pelindo pemalsuan pembunuhan Pemda Pemerintah pemerintah daerah pemilihan pemukiman pendaki pendeta pendidikan penembakan penerbangan penerimaan CPNS penerimaan pegawai BUMN penipuan Penpres pensiun pensiun pokok pensiunan pentakosta penyair penyaliban penyimpanan Perang Dunia peraturan kepala BKN peraturan menteri Peraturan Pemerintah perda perguruan tinggi perhubungan Peribahasa Periodisasi Perjalanan Dinas Perjanjian Lama perjuangan perkawinan Permen pernikahan william dan kate PERPPU PERPPU 1959 Perpres pers perumahan Perumnas pesawat pidato pigmy seahorse Pilgub DKI Pilkada Pilpres pinjaman plagiat PLN PMK PMK. Menkeu PNBP PNS PNS. Kekayaan poem poetry polisi politik politisi polling polri Portugis postmodernism PP PP 53 PP1998 PP2000 PP2001 PP2002 PP2011 PP2012 CPNS PPATK PPPK Prabowo prabu siliwangi pramugari Presiden RI Presiden SBY pria profesi propinsi proposal prosa protes Provinsi proyek psikiater psikis psikologi PTTP Puisi puisi lama pulau Spratly pulsa PUPNS PUPR purnawirawan Pusat Pusat Dokumentasi R raja ramalan ramayana rapel Rasul Rasul Paulus Ratahan read real estate Rek Ayo Rek rekening rekening gendut remunerasi remunerasi PNS daerah renovasi renungan resensi Retribusi Menara review sastra ribbon eel RIS Rismon Sianipar ritual Rivai Apin roh roman Romawi ROSIHAN ANWAR Roy Suryo rumah rumah kontrakan rumah mewah rumah murah Rumah Sakit rumah sederhana rumah tangga RUU RUU ASN RUU BPJS RUU Tipikor S salary salib sambo sandi sangihe SANGIHE TALAUD SANKSI santo sapaan SARS sastra sastra daerah sastra indonesia sastra online satgas SATYALENCANA Scribd sejarah sejarah Al'Quran sejarah gereja sejarah gereja. Sejarah Sastra Sekda sekolah dasar selingkung Seminar seniman sertifikasi guru server Shukoi siau siber SIM sinagoge Singapura sinopsis sipir siswa Sitaro siti nurbaya SK skala richter sms soeharto Soekarno Soleram Solo Soputan sosialisasi sosiologi Spanyol STAN standar biaya STNK storage stress studi komparasi su domain sub domain Subi Reef sufi Sukhoi suku maya Sulawesi Utara Sulut surat edaran Surat Kepercayaan Gelanggang Sutiyoso syahrini syair T tabel tabel gaji pns 2000 tabel gaji pns 2011 tabel gaji pns 2012 tabel gaji pns 2013 tabel gaji pns 2019 Tabel Gaji Polri 2012 Tabel Gaji Polri 2014 TABEL GAJI TNI 2011 TABEL GAJI TNI 2012 TABEL GAJI TNI 2013 tabel gaji TNI 2014 TABEL LENGKAP GAJI POLRI 2011 tabungan tabut Taguladang tagulandang tahun baru tahuna takhayul talaud tanah Tangkoko TAP MPR Taperum tarian tata bahasa taurat taurat. teater Dian teknologi teks Telekomunikasi Tenaga Ahli terminal Ternate teror TERORIS text to audio The Age the royal wedding TIK tips tni TOKOH tokoh dunia tokoh indonesia tokoh islam tomohon tondano torah tradisi transfer trinitas Try Sutrisno tsunami Tsunami tulude tunjangan TVRI Two Fish U uang UGM UN undang-undang Undang-Undang Pokok Agraria unduh unitarian Unpad Unsrat upacara upacara adat UU UU 1948 UU ASN UU Penerbangan UUD UUDS UUPA V vaksin video video conference video lucu viral virus VOC W wabah waisak wakil presiden wali kota walikota wamen warakawuri wartawan website WHO Wikileaks william shakespeare wisata selam wise word Woody Reef Wuhan Yahudi yamko rambe yamko Yehuda Yerusalam Yesus Yosua Yus Badudu yusuf hamka