Tampilkan postingan dengan label tradisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tradisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Januari 2025

Mengenal Sekilas Pakaian Adat Sangihe

Mengenal Pakaian adat Sangihe yang dikenakan di setiap pelaksanaan upacara adat Tulude.

Pakaian adat Sangihe adalah pakaian yg dikenakan secara khusus pada acara-acara atau ritual adat, terutama pada hajatan upacara adat tulude yang dilaksanakan setiap akhir bulan Januari atau awal bulan Februari. Selain dikenakan pada ritual upacara adat tulude, juga dikenakan pada acara penjemputan tamu penting, naik rumah baru, peluncuran perahu dll.

Secara umum, pakaian adat Sangihe terdiri atas beberapa jenis seperti terurai di bawah ini:

1. Laku Tepu

Laku tepu adalah pakaian adat untuk laki-laki maupun perempuan. Namun bagi laki-laki berupa busana panjang hingga ke mata kaki berlengan panjang tanpa kerah, tanpa belahan di bagian leher, dipasangkan dengan celana panjang. Bagi perempuan panjang hingga ke lutut atau separuh betis dan dipasangkan dengan rok hingga ke mata kaki. Dahulu bahan laku tepu terbuat dari serat kofo atau hote atau pisang abaka yang ditenun. Laku tepu laki-laki dipadukan pula dengan ikat pinggang bahan kain serupa selebar 15 cm panjang kira-kira 2 meter dilingkar ke pinggang, diikatkan di sebelah kanan dan kedua ujungnya dibiarkan terurai ke bawah. Sedangkan pada perempuan dipadukan dengan selendang yg melingkar dari bahu kanan lalu disimpul ke pinggang kiri untuk perempuan yg sudah menikah, dan dari bahu kiri dan disimpul ke pinggang kanan untuk anak gadis. Selendang ini disebut bawandang; Laku tepu pria dikenakan oleh pemimpin dan tokoh adat yg akan melakukan ritual adat (pemotong tamo, pembawa tatahulending, penabuh tagonggong, dll). sedangkan laku tepu perempuan dikenakan siapa saja yg mampu menyediakannya. 

model laku tepu laki-laki
 
model laku tepu perempuan

2. Baniang

Baniang adalah kemeja pria tangan panjang hasil modifikasi dr laku tepu yg panjangnya hanya sebatas pinggul, berbelahan dengan kancing di bagian depan. 

model baniang


3. Laku kingking/kongkong

Kingking adalah kemeja tanpa lengan dan kongkong adalah celana pendek sebatas lutut digunakan penari adat pria atau pengawal raja dengan warnanya merah. Untuk kongkong bisa merah bisa juga hitam. Kelengkapannya adalah pedang bara dan kellung atau perisai.

kingking dan kongkong

4. Paporong

Paporong atau umbe adalah ikat kepala dari kain segi tiga yang dilipat tiga atau empat selebar kira-kira 10 cm hingga bersisa sudut kain di bagian atas. Paporong diikat ke kepala melingkar dari belakang ke depan kemudian putar ke belakang kepala dan kedua ujungnya diikatkan (disimpul) di belakang kepala. Paporong ini khusus untuk pria. Paporong acara resmi mengikuti ketentuan ini sedangkan paporong sehar-hari untuk ke laut atau ke ladang atau sekadar digunakan di rumah tanpa memperhatikan ketentuan paporong resmi.

Paporong atau juga disebut umbe dibuat dari bahan kain yang cukup tebal atau agak kaku seperti kain kofo (mengingat kain kofo sulit sekali ditemukan dewasa ini maka dapat menggunakan kain tipis sejenis kain hero atau tetron dan dilapisi dengan staplek atau kain krah; bisa juga direndam tepung kanji),  dengan ukuran bujur sangkar sekitar 120 cm x 120 cm. Cara membualnya adalah sbb.:
  1. Kain dilipat dua secara diagonal sehingga akan terbentuk segi tiga sama kaki;
  2. Setelah membentuk segi tiga, kain kemudian dilipat dari bagian sisi alas (sisi lipatan) selebar kira-kira 10 cm. Dilipat beberapa kali sampai akan tersisa sudut kain setinggi sekitar 10-15 cm;
  3. Kain yang sudah terlipat kemudian dilingkar ke lutut untuk membentuk lingkaran kepala atau bisa dilingkar langsung ke kepala; jika diikat langsung ke kepala, bagian segi tiga diletakkan di belakang kepala lalu bagian lipatan ditarik ke dahi terus dilingkar ke belakang sehingga kedua ujung lipatan bertemu kemudian disimpul (diikat) atau dijahit.
  4. Setelah selesai melipat dan membeniuk paporong, selanjuinya adalah membentuk tekukan sudut atas (sisa sudul yang sekitar 10-15 cm) untuk memberikan petunjuk siapa gerangan orang yang mengenakan paporong tersebui, Untuk hal ini dapat dibedakan atas lima jenis tekukan sudut paporong sbb:

1) Paporong Mararatu

Paporong ini untuk pemimpin atau raja. Sudut kain ditekuk penuh menutupi bagian ikatan dan ketika dikenakan, baglan ini diletakkan di belakang kepala. lni melambangkan beban tanggung jawab seorang pemirnpin atau raja; 

2) Paporong Alabadiri atau Ransa

Sudut kain dan ikatan diletakkan di samping kanan kepala, lalu sudut kain ditekuk ke bawah mendekati bagian ikatan. Ini melambangkan penghormatan dan kepatuhan kepada pemimpin;


3) Paporong Upase

Sudut kain dan ikatan diletakkan di bagian belakang kepala, sedangkan sudutnya ditekuk sedikit sehingga kelihatan agak miring sekitar 45 derajat ke belakang. lni melambangkan kedengar-dengaran atau penurutan. Paporong atau umbe ini adalah paporong umum. 

4) Paporong Salo 

Sudut kain dan ikatan berada di belakang kepala, tapi sudut kain ditekuk ke arah depan sehingga agak menutup bagian ubun-ubun. Ini melambangkan keberanian dan kepeloporan; 

5) Paporong sehari-hari:

Paporong ini ndak menyisahkan sudut kain atau tanpa sudut untuk ditekuk. Yang ada hanya ikatan saja. Paporong ini adalah paporong untuk penggunaan sehari-hari oleh masyarakat umum, baik untuk dikenakan di rumah, di laut maupun di ladang/kebun; 

5. Bawandang

Bawandang adalah selendang yg dikenakan kepada perempuan sebagai padanan laku tepu perempuan. ukurannya kira-kira lebar 15 cm dan panjang 2 meter. Warnanya menyesuaikan warna laku tepu. Cara menggantung bawandang adalah sbb.:
  • bagi perempuan yang sudah menikah digantungkan pada bahu kanan dan turun melingkar ke pinggang kiri lalu disimpul atau bisa juga dijepit menggunakan peniti;
 


  • bagi perempuan yg belum menikah atau gadis digantungkan pada bahu kiri dan turun melingkar ke pinggang kanan lalu disimpul atau bisa juga dijepit menggunakan peniti. 

6. Ikat pinggang (Papehe)

Ikat pinggang atau papehe adalah padanan atau pelengkap laku tepu pria. Ukurannya hampir sama dengan bawandang perempuan. Lebar sekitar 15 cm atau lebih dan panjang sekitar 2 meter. Cara mengikatnya, dimulai dari pinggang kiri melingkar ke kanan lalu disimpul dengan ujungnya terjurai. Warna ikat pinggang mengikuti warna laku tepu;
papehe

Warna laku tepu, baniang, paporong dan bawandang ketentuannya sbb.:
  1. Warna kuning emas khusus untuk pemimpin wilayah (dahulu raja), baik untuk gaunnya, ikat pinggang, selendang, paporong maupun baniang.
  2. Warna hijau untuk wanita.
  3. Warna ungu untuk pria maupun wanita.
  4. Warna putih untuk tokoh agama dan tokoh masyarakat.
  5. Warna hitam untuk celana panjang pria sebagai pasangan baniang.
  6. Warna merah untuk pengawal pemimpin (dahulu hulubalang) dan para penari salo.
  7. Warna ledo (tanpa diwarnai atau warna asli serat kofo) untuk khayalak umum.
Warna-warna tersebut merupakan warna dari alam, baik dr getah pohon, dedaunan maupun umbi-umbian. 

CATATAN: Untuk perempuan ada hal lain di luar busana yg cukup penting dimiliki jika mengenakan laku tepu, yakni konde. Konde perempuan Sangihe memiliki kekhasan karena bentuknya seperti ulekan yg disebut boto pusige (boto = konde, sanggul, pusige = mahkota). Boto pusige atau sanggul ini posisinya perada di atas kepala atau di ubun-ubun.

boto pusige


tag: tulude, upacara adat tulude, pagelaran tulude, gelaran tulude, upacara adat sangihe, pakaian adat sangihe, pakaian adat laku tepu, laku tepu pakaian adat Sangihe. pakaian adat baniang, baniang pakaian adat Sangihe, bawandang selendang adat Sangihe, selendang Sangihe bawandang, paporong ikat kepala adat Sangihe, topi adat Sangihe paporong, Umbe topi adat Sangihe, topi tradisional Sangihe umbe, tari tradisional Sangihe salo, tari tradisional Sangihe ransa, tari tradisional Sangihe alabadiri, tari tradisional Sangihe gunde, tari salo, tari gunde, tari alabadiri, tari ransa, tari ransansahabe, 







Sabtu, 21 Desember 2024

Mengenal Sopan-santun Menyapa Orang dalam Budaya Sangihe Talaud


Betapa kayanya etika atau sopan santun masyarakat Nusa Utara. Dalam kehidupan sehari-hari kata-kata sapaan begitu banyak digunakan. Penyebutan nama secara langsung terhadap orang-orang yg lebih tua usia atau orang yang dihormati adalah suatu pelecehan terhadap nilai-nilai adat, budaya dan sopan santun. Karena itulah dalam masyarakat Nusa Utara dikenal begitu banyak nama sapaan seperti:
Akang = anak tertua; papa akang = paman tertua, mama akang bibi/tante tertua; akang juga bisa berarti kakak yg kemudian mengalami asimilisi dari kata akang menjadi i akang dan akhirnya orang menyebut yakang;
Ara = anak kedua, papa ara = paman kedua; mama ara = bibi/tante kedua;
Ari = anak ketiga; papa ari = paman ketiga; mama ari = bibi/tante ketiga;
Tenga (khusus sub etnis Tagulandang) = anak tengah; papa tenga = paman tengah; mama tenga = bibi/tante tengah;
Hembo (biasanya juga diucap Embo)= anak bungsu; papa hembo = paman bungsu; mama hembo = bibi/tante bungsu;
Bonso = anak bung (khusus sub etnis Tagulandang); papa bonso = paman bungsu; mama bonso = bibi/tante bungsu;

mbau = anak tunggal

mama mbau = bibi tunggal

Papa mbau = paman tunggal 
Bu = bapak (ingat bu Tahahusang); bisa juga berarti kakak laki-laki (seperti dalam Melayu Ambon)
Usi = ibu; bisa juga berarti kakak perempuan (seperti dalam Melayu Ambon)
Tune = lelaki yg dihormati (biasanya disingkat jadi une);  tune dari kata tutune yg berarti kandung (misal ana tutune = anak kandung).
Ungke = panggilan untuk anak laki-laki;
Uto = panggilan untuk anak perempuan (khusus sub etnis Siau);
Wawu = wanita yang dihormati atau untuk anak perempuan kesayangan;
Momo = panggilan untuk anak perempuan (khusus sub etnis Sangihe Besar);
Opo = lelaki yang dihormati atau panggilan untuk anak laki-laki (ada juga yang menyebut dgn popo;
Aso = panggilan untuk anak laki-laki (khusus sub etnis Tagulandang); papa aso = paman aso;
Ndio = panggilan untuk anak perempuan (khusus sub etnis Tagulandang) mama ndio = bibi/tante ndio;
Hapi = teman (sub etnis Sangihe Besar);
Gawe = teman (Siau)
Ringang = teman
Hawe = teman (Talaud);
Gugu = panggilan untuk anak laki-laki sub etnis Talaud;
Boki (Wo’i) = panggilan untuk anak perempuan sub etnis Talaud;
Ratu = panggilan untuk anak laki-laki sub etnis Talaud;
Suami-istri saling menyapa tidak menyebut nama tapi (sebagaimana umumnya) “mama” dan “papa” namun secara khusus menyapa suami dengan menyebut nama anak sulung sesudah papa: papa Medi atau yamang/i amang Medi = ayahnya Medi; kalau istri juga demikian : mama Medi atau ma i Medi atau inangi Medi = ibunya Medi; saling menyapa dengan nama merupakan pertanda tidak saling menghormati di antara suami-istri. Walau demikian krn pengikisan nilai-nilai budaya, ada banyak suami-isteri dewasa ini dalam bersapa saling menyebut nama diri pasangan masing-masing.
Demikian pula orang lain ketika memanggil seseorang yg sudah berumah tangga, pantang menyebut namanya melainkan menggunakan sapaan dengan nama anak sulung sesudah kata papa: papa Enda atau yamang/i amang Enda = ayah Enda; mama Enda atau ma i Enda atau inang i Enda = ibunnya Enda;

Nah, kalau Anda bagian dari etnis Nusa Utara (Sangihe-Talaud), Anda menggunakan kata sapaan mana terhadap suami atau isteri Anda. Dan bagi Anda yang bukan etnis Nusa Utara (Sangihe-Talaud) dan menjadi bagian dr keluarga etnis Nusa Utara kiranya dapat menyesuaikan diri dalam menyapa keluarga suami atau isteri Anda agar tidak menyinggung bahkan menyakiti perasaan mereka. Pengecualiannya, untuk seseorang yang berumur lebih muda silakan disapa menggunakan namanya jika dalam keluarga tidak menyapa atau jarang menyapa dengan sapaan khas sebagaimana disebutkan di atas;

Catatan Penting: menyapa nama langsung terhadap orang yang lebih tua usia merupakan tindakan tindak sopan dan dianggap tabu dalam masyarakat Nusa Utara.

Malunsemahe!!!

Sabtu, 16 November 2024

Asal-usul Nama "Nasi Jaha" Penganan Khas Maluku dan Sulawesi

Nasi jaha adalah salah satu makanan khas yang berasal dari daerah Maluku dan Sulawesi, terutama di kalangan masyarakat Melayu dan suku asli setempat. Nasi Jaha dikenal sebagai hidangan tradisional yang memiliki cita rasa unik dan cara pembuatan yang khas. Penganan ini sangat dikenal di Maluku, dan berbagai daerah di Sulawesi bagian Utara, terutama dalam perayaan adat atau acara khusus.


Sejarah Nasi Jaha

Walau penganan ini sangat populer di Maluku dan Sulawesi, ternyata sangat sedikit orang yang mengetahui asal-usul penamaan nasi jaha itu sendiri. Bahkan akibat ketidaktahuan itu, ada yang menganggap nama nasi jaha sebagai pelesetan dari nasi jahe. Padahal tidaklah demikian. Jika berpola pikir seperti itu, ada dua hal yang perlu dipertanyakan: 1. kenapa para leluhur tidak memberi nama nasi jahe sejak dulu; 2. jahe bukanlah kosakata lokal Maluku dan Sulawesi bahkan tak ada yg mirip dengan kata jahe yg etimologinya dari bahasa-bahasa di pulau Jawa seperti jahe (Jawa) jae (Sunda), jhai (Madura), dan jae (Kangean).

Daerah-daerah di Pulau Sulawesi mengenal jahe dengan nama goraka (Manado), lia (Sangihe), layu (Mongondow), moyuman (Poros), melito (Gorontalo), yuyo (Buol), siwei (Bare'e), goraka (Bare'e Tojo), laia atau leya (Makassar) dan pace (Bugis). Di Maluku sendiri, jahe dikenal dengan nama hairalo (Amahai), pusu, seeia, sehi, siwe (Ambon), sehi (Hila), sehil (Nusa Laut), siwew (Buns), garaka atau woraka (Ternate), gora (Tidore), sohi (Banda) dan laian (Aru). 

Kata "nasi" sendiri merujuk kepada beras yang dimasak, yang menjadi makanan pokok orang Indonesia. Sedangkan "jaha" berasal dari bahasa Ternate. Menurut sahabat setempat duduk saat kuliah dulu, Prod. Dr. Gufran Ali Ibrahim, MSi (mantan rektor Unhair Ternate dan mantan kepala Pusat Bahasa Kemendikbud) jaha dalam bahasa Ternate berarti tenggelam. Dalam bahasa Ternate ada juga frasa jaha manyari yg berarti daun pisang pembungkus nasi jaha. 

Sumber lain menyebutkan, kata jaha bisa berarti (ditenggelamkan) "dalam bambu" atau "dalam tabung bambu". Dengan demikian, secara harfiah, "nasi jaha" berarti "nasi yang dimasak dalam bambu". 

Sumber dari RRI mengisahkan sebuah legenda sbb.: Menurut cerita dari para sesepuh, nasi jaha dianggap sebagai hidangan orang-orang jahat dalam sejarah Minahasa. Ceritanya bermula dari keturunan Toar Lumimuut, seperti Makedua Siow, Makatedu Pitu, dan Pasiowan Tedu, yang diinstruksikan oleh dotu Muntu untuk menyebar dari Watu Pinabetengan, menjelajahi wilayah Tanah Malesung. Kelompok Ton Pekewa, dari wilayah barat daya suku Tontewo, berkembang menjadi dua suku, yaitu Tombulu dan Tonsea. Selain itu, percampuran darah terjadi dekat perbatasan Bolaang Mangondow, membentuk suku Ponosokan. Pantai utara dan barat Malesung berkembang menjadi suku bantik, sering diganggu oleh suku asing seperti Mangindano, Tidore, dan Ternate. Suku asing ini, disebut Tou Lewo atau Wosey, merampok dan menyusahkan orang-orang Malesung. Sebagai respons, orang Malesung yang gagah perkasa, atau Waraney, seperti Maramis, Matindas, dan Montororing, mengejar dan menumpas para Wosey. Mereka menemukan markas di pulau Bentenan, di mana nasi jaha, atau "nasi orang jahat" (kan ne tou lewo), ditemukan dan dibuang ke laut. Karena lapar, Waraney memakan nasi yang dipanggang dengan santan kelapa yang kemudian dinamai Sinari. Itulah kisah singkat tentang asal-usul nasi jaha, atau Sinari, sebagai hidangan kemenangan. (https://www.rri.co.id/kuliner/516936/nasi-jaha-sejarah-dan-kelezatan-khas-sulawesi-utara)

Dari sumber-sumber ilmiah dan "mitos" di atas ternyata tidak ada satu pun  mengaitkan kata jaha" dalam nasi jaha dengan nama rempah jahe. Hal ini sebagai akibat dari tidak adanya satu pun daerah di Maluku dan Sulawesi yg menyebutkan nama rempah tersebut dengan kata jahe atau yg mirip dengan jahe. 

Asal-usul dan Arti Kata Nasi Jaha

Dengan menelaah sumber-sumber tersbut di atas dapat disimpulkan, bahwa nasi jaha memiliki makna pertama, nasi yang dimasukkan (atau ditenggelamkan?) ke dalam bambu lalu dibakar; dan kedua, nasi yang dibawa orang-orang yg tenggelam (orang Ternate yg disebutkan dalam legenda tanah Malesung), dan bukan nasi orang jahat. Secara ilmiah, makna pertama lebih bisa diterima. Sedangkan yg kedua masih lebih kental dengan mitos atau legenda.



Bahan dan Cara Pembuatan Nasi Jaha

Menurut Prof. Dr.  Gufran Ali Ibrahim, MSi, bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan nasi jaha di Ternate hanya terdiri atas beras biasa, beras pulut dan santan kelapa. Sedangkan di Sulawesi Utara, bahan-bahannya lebih banyak yang meliputi beras, beras ketan, santan kelapa, sari jahe, sari daun pandan, sari serai, bawang merah, garam, gula dll. 

Walau berbeda bahan-bahan nasi jaha versi Maluku dan versi Sulawesi, tetap memiliki kesamaan dalam hal cara memasak dan wadah memasaknya.Kedua-duanya menggunakan bambu khusus (di Sulawesi Utara disebut bulu nasi jaha dan daun pisang (muda) sebagai wadah dan dimasak. Namun sebelum bahan-bahan dicampurkan dimasukkan ke dalam bambu yg telah dilapisi daun pisang, terlebih dahulu beras direndam selama beberapa jam sampai mengembang. Setelah mengembang baru bahan-bahan lainnya dicampurkan dan dimasukkan ke dalam bambu. Cara memasaknya adalah bambu berisi campuran bahan disandar pada palang kayu atau besi lalu dibakar menggunakan kayu bakar atau tempurung, pelapah kelapa kering atau sabut kelapa.

Variasi bahan-bahan nasi jaha memang berbeda setiap daerah. Malah ada pula yang menambahkan lauk pauk atau bahan lain ke dalam bambu, sehingga hidangan ini menjadi lebih kaya rasa. Di Kota Bitung sejak tahun 2021 mulai diperkenalkan nasi jaha tuna yakni nasi jaha yg diberikan tambahan ikan tuna sebagai ciri khas kota Bitung.

Penganan sejenis nasi jaha sebenarnya dikenal juga di daerah luar Maluku dan Sulawesi tapi namanya lemang. Bahan-bahan, wadah dan cara memasaknya juga sama. Karena itu, nasi jaha bisa berarti sama dengan lemang dan lemang sama dengan nasi jaha. Yang membedakannya hanya di penamaan. Kalau nasi jaha berasal dari Maluku dan Sulawesi, maka lemang berasal dari Minangkabau Sumatra Barat. Kata lemang sendiri berasal dari bahasa Minangkabau: lamang; atau bahasa Jawi: ‏.لمڠ‎‎


Dalam masyarakat Minangkabau terdapat banyak jenis lemang yang dihasilkan menggunakan bahan-bahan khusus seperti:  

Lamang puluik: lemang biasa asas paling banyak dihasilkan dalam masyarakat Minangkabau menggunakan pulut (puluik) sebagai bahan dasar. Buah keras sering ditambahkan sebagai penambah perisa serta mengelakkan pelekatan lanjut beras.
Lamang pisang: lemang menggunakan buah pisang sebagai bahan sampingan, pulut dan santan dicampurkan dahulu sebelum pisang dimasukkan kemudian
Lamang ubi: lemang menggunakan ubi kayu sebagai bahan asas tanpa perlunya santan
Lamang kuning: lemang menggunakan beras digiling menjadi tepung dicampur dengan kunyit, santan dan garam.
Lemang periuk kera:  lemang yang menggunakan wadah kantong khusus yg ada di pedalaman Negeri Sembilan dan Pahang (Malaysia) Ada beberapa kontroversi di antara beberapa orang yang mempertanyakan kemungkinan risiko akumulasi kotoran kelelawar dan rubah serta pengambilan yang tidak terkendali, namun cara pengendalian perolehan dan pembersihannya ditekankan oleh penjual.

Lemang dapat juga dijumpai di negara-negara lain di Asia Tenggara Daratan, seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei. Bahkan di Thailand, lemang dikenal dengan nama “Khao Lam”, sedangkan di Vietnam dikenal dengan nama CÆ¡m Lam.

Fungsi dalam Budaya

Nasi jaha tidak hanya berfungsi sebagai makanan biasa, tetapi juga memiliki nilai simbolis dalam budaya masyarakat Maluku dan Sulawesi. Hidangan ini sering disajikan dalam acara-acara adat, seperti pesta pernikahan, acara syukuran, atau upacara keagamaan. Pembuatannya yang melibatkan banyak orang juga mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam komunitas.

Nasi jaha juga berkaitan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat yang tinggal di daerah dengan banyak bambu, terutama di pedesaan atau daerah-daerah pesisir. Penggunaan bambu sebagai media memasak sangat praktis, mengingat bambu banyak ditemukan di sekitar tempat tinggal mereka, serta kemampuan bambu untuk menahan panas dan menjaga kelembaban nasi saat dibakar.

Meskipun asal-usul nasi jaha sangat terkait dengan tradisi dan kehidupan pedesaan, kini hidangan ini juga sering disajikan di restoran yang menyajikan makanan tradisional Indonesia, terutama di daerah Maluku, Sulawesi, dan sekitarnya. Namun, memasak nasi jaha dalam bambu memang membutuhkan keterampilan dan ketelatenan, sehingga tidak semua orang di perkotaan atau daerah yang lebih modern membuatnya dengan cara tradisional. Karena itu ada yang sudah mencoba membuatnya dengan cara modern menggunakan panci atau dandang pengukus. Namun tentu saja rasa dan aroma yang dihasilkan tidak seautentik yang dimasak dengan bambu.

Demikian sekilas asal-usul nama penganan nasi jaha dalam tradisi dan budaya masyarakat Maluku dan Sulawesi Utara.

Kamis, 07 September 2023

Mengenal Tarian Yora - Tradisi Masyarakat Halmahera yang Diadopsi Masyarakat Sangihe


Inilah bentuk dan gaya tarian Yora yang terpelihara dengan baik
di kelurahan Lirang Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung.

Di Kota Bitung sempat muncul komplen dari pejabat dan masyarakat bahwa Yora adalah tarian masyarakat Nusa Utara. Suatu pengakuan yang keliru. Masyarakat Nusa Utara tidak memiliki tradisi tarian Yora. Kalau pun ada dan sering ada ungkapan "Yora!" terdengar, bukan karena ada tarian Yora di Nusa Utara. Itu hanyalah bentuk peniruan tarian Yora dari Halmahera ketika orang Nusa Utara sedang ber-masamper ria. Di saat masamper di bangsal (bukan masamper lomba, ya!) dan lagunya penuh semangat dan ceria, maka peserta masamper akan beranjak dari tempat duduk lalu menari-nari. Tarian yang dilakukan adalah gaya tarian Yora dari Halmahera itu. 

Salah satu "laboratorium" pembinaan dan pelestarian Tarian Yora di Kota Bitung adalah Kelurahan Lirang di Kecamatan Lembeh Utara. Kelurahan ini berpenduduk mayoritas etnis Loloda dari Halmahera. Bukan etnis Nusa Utara. Sebagai "laboratorium" budaya, masyarakat Lirang memegang teguh adat istiadat nenek moyang mereka dari Halmahera khususnya Loloda. Selain tari Yora, di sana bisa ditemukan atraksi lain seperti tari Cakalele, upacara perkawinan adat, acara tradisi potong gigi, upacara cuci kaki dll.

Mengapa Nusa Utara bukan pemilik Tarian Yora? Alasan pertama, karena memang tidak ada tarian Yora di sana. Kedua, kata "Yora" tidak ada dalam kosa kata bahasa Sangihe maupun Talaud. Ketiga, dalam bahasa Sangihe, tidak ada satu pun kosa kata yang menggunakan fonem (huruf) Y. Dalam Kamus Sangihe-Belanda Sangirees-Nederlands Woordenboek met Nederlands –Sangirees Register yang disusun oleh K.G.F. Steller dan W.E. Aebersold, terbit tahun 1959, tidak ditemukan kata Yora, bahkan huruf Y pun tidak ada dalam bahasa Sangihe..

Tari Yora sebenarnya, secara de facto dan de yure, adalah tradisi budaya masyarakat Halmahera Maluku. Tarian ini memiliki nilai falsafah dan lahir dengan diilhami oleh gerakan burung bidadari (burung taon) ketika menyongsong pagi hari di puncak pohon di hutan-hutan Halmahera. Tarian Yora sendiri, merupakan tarian yang sangat populer di Kabupaten Halmahera Utara bahkan telah menjadi tarian "wajib" di acara-acara resmi maupun semi resmi.

Nilai filosifis di balik ritme dan gerak tarian itu yakni, menghadap arah timur tempat matahari terbit, di mana dua ekor burung taon (burung bidadari) mengepak-ngepakkan sayapnya menyambut pagi untuk memulai aktivitas dengan penuh semangat.

Tari Yora biasanya dilakukan secara bersama-sama baik pria maupun wanita pada saat aba-aba diberikan oleh pemimpin ronggeng. Tarian ini dilaksanakan ketika ada acara atau hajatan dan dijadikan pengisi acara hiburan sekaligus "pembunuh" rasa bosan dan kelelahan saat ada acara penting. Bilamana suasana sudah agak membosankan atau sudah mulai tidak terkendali, maka pemimpin acara (seperti sidang atau rapat) akan meminta hadirin untuk ber-yora bersama-sama dan harus diikuti semua hadirin. 

Sebagai tanda kebanggaan atas tarian tradisi Halmahera ini, maka pada tahun 2012 saat pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara di Tobelo, logo kongres tersebut didesain dengan maskot dua burung taon yang menari seperti di bawah ini.



Senin, 24 Juli 2023

Doa Bapa Kami Bahasa Talaud

Inilah Doa Bapa Kami Bahasa Talaud


Iamangngi ami su surga; Ete I’o Mawu Ruata tumba’u Sambau. Antimanna I’o subbanna wurru wantuhanna. Ete I’o Ratu ng kami. Antimanna I’o mamarenta su runia wurru apulunu taturrutanna ere lai su surga. Onggolaawe siami su allo indi pabbawiakka apan ipaapulu ng kami. Ampungewe iami wuassu passasala ng kami, ere lai iami suete nangampungnga taumata apan nassala siami. Ariewe mamala ng kami awuliannu pangangimanna su tempo iami wabalintongnganna ewe’e liua’a iami wuassu tarrino n alaleo. [Ete I’o Ratu apan uatarrino wurru mawantuga ma’oma n sara malannu-lannu. Amin."





Inilah Doa Bapa Kami Bahasa Talaud


Iamangngi ami su surga; Ete I’o Mawu Ruata tumba’u Sambau. Antimanna I’o subbanna wurru wantuhanna. Ete I’o Ratu ng kami. Antimanna I’o mamarenta su runia wurru apulunu taturrutanna ere lai su surga. Onggolaawe siami su allo indi pabbawiakka apan ipaapulu ng kami. Ampungewe iami wuassu passasala ng kami, ere lai iami suete nangampungnga taumata apan nassala siami. Ariewe mamala ng kami awuliannu pangangimanna su tempo iami wabalintongnganna ewe’e liua’a iami wuassu tarrino n alaleo. [Ete I’o Ratu apan uatarrino wurru mawantuga ma’oma n sara malannu-lannu. Amin."







Inilah Doa Bapa Kami Bahasa Talaud


Iamangngi ami su surga; Ete I’o Mawu Ruata tumba’u Sambau. Antimanna I’o subbanna wurru wantuhanna. Ete I’o Ratu ng kami. Antimanna I’o mamarenta su runia wurru apulunu taturrutanna ere lai su surga. Onggolaawe siami su allo indi pabbawiakka apan ipaapulu ng kami. Ampungewe iami wuassu passasala ng kami, ere lai iami suete nangampungnga taumata apan nassala siami. Ariewe mamala ng kami awuliannu pangangimanna su tempo iami wabalintongnganna ewe’e liua’a iami wuassu tarrino n alaleo. [Ete I’o Ratu apan uatarrino wurru mawantuga ma’oma n sara malannu-lannu. Amin."



Label

. Menkeu 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955. 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2010 2011 2013. 2014 A AA abad ke-7 ABC abdul hadi wm ABK Abu Nawas Aceh achdiat k mihardja Adat agama Ahok AI airmadidi Airmadidi. ajaran sesat ajib hamdani Al-Qur'an Alkitab AMBON amsal amurang anak yatim/piatu anak-anak anggaran Angkatan 45 angsuran animal animasi animation Anjab Antasari aplikasi mobile apresiasi sastra Apuse Arab architectur architecture arsitektur artificial intelligence artikel. asal-usul lagu yamko rambe yamko Askes ASN Asrul Sani Astinet asuransi audio audio to text ayu ting ting B Babilonia baca artikel dibayar bahasa Bahasa Belanda bahasa daerah Bahasa Indonesia bahasa kreol Bahasa Portugis bahasa Termate Bahlil Dahadalia bahundak Bait Allah bajak BANJAR bank banten bantuan korea selatan Bapertarum barang dan jasa pemerintah Basuki BATAK batas laut batas usia pensiun. PP BB BBM bersubsidi Bea Cukai beasiswa bekerja dari rumah Belanda bencana bendera beras berita Betlehen biaro Bidat billing bimbo BIODATA BIOGRAFI bisnis bisnis gratis bisnis properti bisnis sampingan Bitung BKD BKN blogger BNI BNN bobbit worm Bolaang Mongondow Bolmut Bolong Bolsel Boltim BPJS BPKB BRI briptu norman kamaru BTN Bu Tahanusang budaya Budaya Kerja budayawan bugil building buku bulan BUMD BUMN bunaken bung karno BUP bupati C Camat CC ccovid-19 cerita rakyat cerpen Chairil Anwar China choir cicilan cincin cinta CIO CIPTA KERJA CIPTAKERJA civil servant classical coconut octopus collorydianisme conference contoh convert copy-paste foto covid-19 CPNS cuti cuti bersama D D.Brilman Dacuda Pocket Scanner daerah daerah otonom baru Dana Sehat DAU denda desa desain detektor logam Dhana Widyatmika Dialek Diklat Kompetensi DIKLAT PIM dirjen dirjen anggaran disiplin diskusi diving DKI doa dogma dokumen dolar domain dongeng download DP3 DPR drama dramatik dramatis personae DRH Driver duasudara dubes duda duit dunia E e-billing e-Gov E-KTP e-voting edaran Edaran Mendagri eigendom ekonomi eksistensialisme eksperimental ekstensi eliezer Ensiklopedi Epifanius erupsi esai eselon extension F f. Kelling facebook Fiery Cross Reef Filsafat fisik foto funny gaji gaji baru PNS gaji baru Polri gaji baru TNI gaji hakim gaji ke-13 Gaji PNS 2013 gaji polri 2011 gaji polri 2013 gaji tni 2011 gaji TNI 2012 gaji tni 2013 galungan Ganefo gangguan kecemasan ganti logo blogger garuda gaya hidup gayus GCIO gelombang gembala gempa generasi Alfa generasi baby boomers generasi diam generasi milenial generasi Z gereja GG Gibran Rakabuming GMIM Golongan Ruang Google Cloud Google drive Google One grafik Gregorian gubernur gunung api Gunung Ruang gunung Salak guru hairy frogfish hakim halmahera HAM hari libur hari raya HB Yassin HB Yassin. HB Yassin HB Yassin. Pusat Dokumentasi hewan Hijriyah Hindu hobby home honorer house hukum hut I Nyoman Nuarta idul fitri II Ijazah Palsu iklan gratis iklan rumah IKN imlek Indihome Indonesia industri Infotek Inggris Injil Inpres instansi pemerintah integritas interior internet Islam israel istana garuda Istana Garuda Ibukota Nusantara Istana Presiden IKN IT ITE ITM jabatan fungsional jabatan pimpinan jabatan struktural jaksa janda JAWA jenderal jiwa Johnson Reef Jokowi jual-beli jual-beli rumah Julian K-1 K-2 KABUPATEN kalabat kalender Kalimantan kampanye kampus Kamus kandang domba kartu kredit karunia KARYA SATYA Kasus kata bijak kata mutiara kata-kata bijak kata-kata hikmat kata-kata mutiara kawasan khusus kawin KBBI KDKMP keamanan KEK Kekayaan kelahiran Yesus kelas keluarga kelurahan Kemen-PU Kemendagri Kemenkeu Kemenkum-HAM Kementrian kenaikan gaji kenaikan pangkat Kepala Daerah Kepdirjen Keppres kepribadian Keputusan Ka BKN keputusan menteri kerajaan kereta jenazah kereta kerajaan kereta pernikah william kerja Kesehatan keuangan Khotbah khotbah. kiamat Kisah Mahabarata KK Klasik Kode Etik koloriadianisme komedi Kominfo konstitusi konversi koor koperasi korpri Korupsi KOTA Kotamobagu koupsi KPCPEN KPK kristen Kritik Sastra kritik seni kue kuliah kunci foto L lagu lagu daerah Lagu Daerah lagu daerah Jawa Timur Lagu daerah Papua Lagu daerah Riau Lagu Daerah Sangihe lagu nasional lagu Papua lambang daerah langganan langowan lapas larangan laut Laut China Selatan lawak lebaran legenda lemang Lembaga Negara lembeh Lembeh Resort Lembeh Strait LG LHKPN libur nasional liburan Likupang lingkungan kerja Lirang lirik lirik lagu Lirik Lagu Daerah litle logo lokon lomba sastra lowongan lucu Lurah M magnitudo mahasiswa mahasiswa baru mahawu makar MALUKU Malut Manado mandarin fish Manganitu manusia marah rusli marga masa Anak-anak masamper masarang Masehi Mawali Mazmur media massa meja Melayu mendagri mengajar menkeu Menpan merah putih MERS Mesir mesjid metal detector Meyer migdal eder mimic octopus Minahas minahasa Minahasa Selatan Minahasa Tenggara Minahasa Utara minangkabau Mischief Reef mistik mitos MM mobil bekas mobil jenazah mobil mewah mochtar lubis model money Mongondow monumen moratorium motivasi motivasi hidup Mouse Scanner MPR Mr. Assat Mr. Sjafruddin muhaling Muhammad Musa mutasi nabi NAD nama domain nama etnis nama fam nama klan nama marga nama orang nama suku NARKOBA Nasdem nasi jaha Nasrani natal negara NEWS NII nikah NIP novel Nuklir Nusantara o ina ni keke OMNIBUS LAW oneness Orang Terkaya orde baru outsourcing pada pahlawan padang gembala paduan suara Pajak PAK pakaian adat Pakaian Dinas pandemi Pangdam pangkat PNS pangkat polri pangkat TNI pantai pantekosta pantun papan tulis elekronik papan tulis sekolah PAPUA partitur paskah paypal pdf pegawai pegawai tidak tetap pemerintah pejabat pejabat eselon pejabat pimpinan tinggi pelantikan pelayan khusus Pelindo pemalsuan pembunuhan Pemda Pemerintah pemerintah daerah pemilihan pemukiman pendaki pendeta pendidikan penembakan penerbangan penerimaan CPNS penerimaan pegawai BUMN penipuan Penpres pensiun pensiun pokok pensiunan pentakosta penyair penyaliban penyimpanan Perang Dunia peraturan kepala BKN peraturan menteri Peraturan Pemerintah perda perguruan tinggi perhubungan Peribahasa Periodisasi Perjalanan Dinas Perjanjian Lama perjuangan perkawinan Permen pernikahan william dan kate PERPPU PERPPU 1959 Perpres pers perumahan Perumnas pesawat pidato pigmy seahorse Pilgub DKI Pilkada Pilpres pinjaman plagiat PLN PMK PMK. Menkeu PNBP PNS PNS. Kekayaan poem poetry polisi politik politisi polling polri Portugis postmodernism PP PP 53 PP1998 PP2000 PP2001 PP2002 PP2011 PP2012 CPNS PPATK PPPK Prabowo prabu siliwangi pramugari Presiden RI Presiden SBY pria profesi propinsi proposal prosa protes Provinsi proyek psikiater psikis psikologi PTTP Puisi puisi lama pulau Spratly pulsa PUPNS PUPR purnawirawan Pusat Pusat Dokumentasi R raja ramalan ramayana rapel Rasul Rasul Paulus Ratahan read real estate Rek Ayo Rek rekening rekening gendut remunerasi remunerasi PNS daerah renovasi renungan resensi Retribusi Menara review sastra ribbon eel RIS Rismon Sianipar ritual Rivai Apin roh roman Romawi ROSIHAN ANWAR Roy Suryo rumah rumah kontrakan rumah mewah rumah murah Rumah Sakit rumah sederhana rumah tangga RUU RUU ASN RUU BPJS RUU Tipikor S salary salib sambo sandi sangihe SANGIHE TALAUD SANKSI santo sapaan SARS sastra sastra daerah sastra indonesia sastra online satgas SATYALENCANA Scribd sejarah sejarah Al'Quran sejarah gereja sejarah gereja. Sejarah Sastra Sekda sekolah dasar selingkung Seminar seniman sertifikasi guru server Shukoi siau siber SIM sinagoge Singapura sinopsis sipir siswa Sitaro siti nurbaya SK skala richter sms soeharto Soekarno Soleram Solo Soputan sosialisasi sosiologi Spanyol STAN standar biaya STNK storage stress studi komparasi su domain sub domain Subi Reef sufi Sukhoi suku maya Sulawesi Utara Sulut surat edaran Surat Kepercayaan Gelanggang Sutiyoso syahrini syair T tabel tabel gaji pns 2000 tabel gaji pns 2011 tabel gaji pns 2012 tabel gaji pns 2013 tabel gaji pns 2019 Tabel Gaji Polri 2012 Tabel Gaji Polri 2014 TABEL GAJI TNI 2011 TABEL GAJI TNI 2012 TABEL GAJI TNI 2013 tabel gaji TNI 2014 TABEL LENGKAP GAJI POLRI 2011 tabungan tabut Taguladang tagulandang tahun baru tahuna takhayul talaud tanah Tangkoko TAP MPR Taperum tarian tata bahasa taurat taurat. teater Dian teknologi teks Telekomunikasi Tenaga Ahli terminal Ternate teror TERORIS text to audio The Age the royal wedding TIK tips tni TOKOH tokoh dunia tokoh indonesia tokoh islam tomohon tondano torah tradisi transfer trinitas Try Sutrisno tsunami Tsunami tulude tunjangan TVRI Two Fish U uang UGM UN undang-undang Undang-Undang Pokok Agraria unduh unitarian Unpad Unsrat upacara upacara adat UU UU 1948 UU ASN UU Penerbangan UUD UUDS UUPA V vaksin video video conference video lucu viral virus VOC W wabah waisak wakil presiden wali kota walikota wamen warakawuri wartawan website WHO Wikileaks william shakespeare wisata selam wise word Woody Reef Wuhan Yahudi yamko rambe yamko Yehuda Yerusalam Yesus Yosua Yus Badudu yusuf hamka