Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Mei 2011

Resensi Pementasan Drama Leonardo Axsel Galatang

Kapuraca (Mengguggat Teori Kebenaran
Oleh : Sovian Lawendatu,
Budayawan Drama Leonardo Axsel Galatang, Kapuraca (Menggugat Teori kebenaran), menampilkan sosok tokoh ateis yang tidak onsisten dan konsekuen. Dinyatakan demikian, karena keateisan tokoh itu (namanya Kapuraca), hanya berlangsung pada bagian-bagian awal alur cerita. Sesudahnya, Kapuraca memperlihatkan diri sebagai seorang teis-religius : ia mengaku dosa dan mohon ampun kepada Opo Empung (Tuhan). Artinya, ada semacam "pertobatan". Saya tidak tahu, apakah ketidak-konsistenan dan ketidak-konsekuenan itu merupakan cerminan sikap pribadi Galatang dalam menghadapi fenomena ateisme? Dalam kehidupan pribadinya, Galatang memang bisa saja bersikap atau berpikir sebagai ateis. Paling tidak, ia mungkin memiliki semacam "kenakalan intelektual ateistis". Namun, dalam sosialitasnya, Galatang tidak bisa menjadi seorang ateis. Apalagi, Galatang adalah seorang "Presiden". Di "Negara Kesatuan Republik Tangkasi" Kota Bitung, jabatan "Presiden" tidak sekadar bermakna formal-organisatoris, tetapi terutama "etik-kharismatis"; sehingga Galatang harus menjadi suri-tauladan bagi segenap "rakyat"nya dalam hal sepenting religiusitas dan spiritualitas.
Memang, drama Galatang ini menarik untuk dianalisis secara psikososiologis. Tapi, analisis begini butuh ruang dan waktu khusus. Sekarang, mari kita tengok pementasannya, yang dilakukan oleh Sanggar Handayani SMP Negeri 1 Bitung dalam konteks Pekan Teater Remaja se-Kota Bitung pada bulan April yang baru lalu. Di bawah penyutradaraan Servi Kamagi, pementasan naskah Galatang oleh sanggar yang "bermarkas" di kompleks Gedung Kesenian Kota Bitung itu memang mendekati kesempurnaan. "Nyaris sempurna!", seru Galatang sebagai anggota Tim Pembanding, yang "diaminkan" oleh ketuanya, Semuel Muhaling. Kehampir-sempurnaan garapan sutradara, yang karib disapa Epi, itu memang melingkupi keseluruhan aspek pementasan. Epi mampu me-menej sanggar garapannya menjadi sebuah grup yang begitu solid di atas pentas. Meski umumnya pemain merupakan anggota baru dalam Sanggar Handayani (siswa-siswi Kelas 7), mereka memiliki kemampuan berperan yang memukau dari aspek-aspek teknik main drama, seperti gerak, vokal, intonasi, ekspresi, penguasaan naskah, penguasaan panggung, dan blocking.
Dalam hubungan ini amat menarik bahwa Epi menampilkan sosok pemeran Kapuraca yang tidak lazim. Lazimnya, Kapuraca memiliki postur tubuh yang besar-kekar, berwajah dingin atau menyeramkan. Namun, dalam interpretasi-kreatif Epi, Kapuraca ditampilkan sebagai tokoh yang berpostur kecil, tetapi "nakal" secara intelektual. Karena "kenakalan intelektual"nya, yang bahkan bercorak ateistis, maka Kapuraca, seperti yang tampak pada bagian-bagian awal cerita, menolak (ajaran tentang) eksitensi Tuhan; ia tidak mempercayai adanya Opo Empung (Tuhan). Dengan demikian, Epi menekankan ke-kapuraca-an Kapuraca pada dimensi otak, bukan otot. Mungkin sosok Kapuraca yang berdimensikan "otak" itu cocok dengan "maksud" atau keinginan penulis naskah (Galatang).
Dari sisi tata artistik, Sanggar Handayani di bawah penggarapan Epi, mampu menghadirkan latar "entah berentah" (tempat kehadiran Opo Empung), yakni sebuah tempat yang berada "ketinggian". Dalam hal pakaian (kostum), Epi begitu cermat memilih. Kostum tokoh Si Baju Putih, yang diperankan oleh Adolve Lumenta, terasa kontekstual dengan "dunia-kerohanian" masyarakat etnis Minahasa dewasa ini, karena "baju putih" yang dipakaikan kepada tokoh/pemeran menyerupai jubah pendeta (toga).
Epi memiliki kemampuan kreatif yang "belum" dimiliki oleh sutradaralainnya di Sanggar Tangkasi. Kemampuan kreatif yang dimaksud adalah kemampuan menciptakan tari (koreografi). Buktinya, dalam proses pementasan Sanggar Handayani, ia menyuguhkan satu bentuk tari yang menyerupai tari lilin. Tari yang serupa "tari lilin" itu khas ciptaan Epi. Bahannya dari "senter kecil", yang terbalut "plastik putih transparan" sehingga ketika tari itu ditarikan di atas panggung yang gulita, maka tercipta suasana temaram dan rada-rada mistis. Luar biasa, memang! Bisa disebut tari ciptaan Epi itu sebagai "Tari Lobe" (mengikuti jargon lokal).
Kelemahan Epi kiranya terletak pada eksperimentasinya yang mengawinkan budaya Sangihe dengan Minahasa. Epi menyuguhkan semacam tari Gunde (Sangihe), yang diiringi dengan musik tradisional Minahasa. Secara koreografis, eksperimentasi Epi ini memang sah-sah saja, bahkan memperlihatkan keunikan. Akan tetapi, buat saya, dari segi konteks sosial budaya, yang dimanfaatkan sebagai "warna-lokal" penulisan naskah Galatang ini, eksperimentasi Epi itu patut dipersoalkan. Pasalnya, drama Kapuraca "dilokalisasikan" oleh Galatang ke dalam konteks kultur Minahasa. Ini terbukti melalui penghadiran tokoh Opo Empung, di samping Keke 1 dan Keke 2. Lagipula, dalam naskah ini sedikit pun tidak disinggung unsur dan pernik "dunia Sangihe", yang dengannya pementasan dimungkinkan untuk (juga) mengusung produk kesenibudayaan Sangihe, seperti yang dilakukan oleh Epi. Kekuatan penyutradaraan Epi, yang tidak dapat ditandingi oleh sutradara lain dalam konteks pekan teater tersebut, terletak juga pada tata musik. Di bawah arahan Epi, kedua peƱata musik (Donal Bentian dan Billy Hamel) mampu menghadirkan musik dan "bebunyian" yang semuanya relevan dengan suasana cerita (yang dipentaskan).
Naskah drama Kapuraca, di samping bernada "gugatan", juga diwarnai dengan nada humor. Unsur yang disebutkan belakangan nyata baik melalui dialog tokoh Si Baju Putih, baik yang menyerupai mantra maupun sebagai tuturan biasa. Di bawah arahan Epi, pemeran Si Baju Putih sanggup membawakannya, sehingga unsur humor itu terasa begitu segar dan (tentu saja) dapat mengocok perut penonton. Pada titik ini, selaku sutradara, Epi berhasil menyuguhkan adegan penutup yang bernilai artistik, sama artistiknya dengan adegan pembuka (opening) yang juga ia suguhkan dalam konteks pementasan sanggar garapannya itu.***
Sumber: manadopost.co.id

Jumat, 04 Februari 2011

Resensi Roman Atheis

Roman Atheis
Pengarang : Achdiat K. Mihardja


This novel tells about the lives of the characters story Hasan, Rusli, Kartini and Anwar-minded atheist to deny the existence of God.
Hasan, who works in the Bandung Municipal Office of Water, formerly so devout religious activity as taught his parents since childhood. His meeting with Rush, HIS classmate in Tasikmalaya, making his conviction affected. Rush is an activist political movement and lead to attitude and behavior of atheists.



Roman ini berkisah tentang kehidupan para tokoh ceritanya Hasan, Rusli, Kartini dan Anwar yang berpandangan atheis dengan mengingkari adanya Tuhan.
Hasan yang bekerja di bagian air Kantor Kotapraja Bandung, semula begitu taat melakukan aktivitas keagamaan sebagaimana diajarkan kedua orangtuanya sejak masa kecil. Pertemuannya dengan Rusli, teman sekelasnya di HIS Tasikmalaya, membuat keyakinannya terpengaruh. Rusli merupakan seorang aktivis gerakan politik dan menjurus pada sikap dan perilaku atheis.
Sebagai seorang aktivis politik, Rusli pandai berargumentasi dan berdiskusi dengan Hasan. Karena itu, Hasan selalu terpojok jika berdiskusi tentang ketuhanan.
Semula Hasan masih bertahan pada keyakinannya tentang agama yang dia anut. Namun setelah lama bergaul dengan Rusli dan juga Kartini dan Anwar, ketaatannya dalam menjalankan ajaran agama semakin luntur. Ia pun berperilaku atheis manakala paham Marxisme ditanamkan Rusli dan terlebih lagi manakala ia mencintai Kartini, seorang janda mantan isteri ke-4 seorang lintah darat..
Hasan pun benar-benar menjadi atheis. Ia telah berani berdebat dengan ayahnya, seorang pensiunan di desa yang taat beragama. Karena itu, perselisihan di antara mereka tak bisa dihindakan lagi. Hasan menolak Aminah, calon istri pilihan orangtuanya, karena ia telah mencintai Kartini. Ayahnya pun menuduh Hasan sebagai seorang yang murtad.
Hasan pun menikahi Kartini. Semula hidup mereka bergitu rukun. Namun kemudian rumah tangganya mengalami goncangan akibat sikap Kartini yang terlalu bebas bergaul dan rasa cenduru Hasan. Apalagi ketika Kartini sering pergi bersama Anwar, dan menginap bersama di hotel. Akhirnya kehidupan Hasan berantakan. Rumah tangganya hancur, sementara hubungan dengan orangtuanya telah putus. Ia pun harus menerima nasib yang lebih buruk ketika harus menjadi penderita TBC.
Di sebuah hotel tempat ia menginap, ia menemuka nama dalam daftar tamu hotel, nama Anwar dan isteri. Padahal Anwar belum beristeri. Setelah ia menanyakan kepada pelayan hotel tentang ciri-ciri tamu bernama Anwar dan isteri, ia semakin yakin kalau isteri Anwar itu adalah Kartini, isterinya. Amarah dan dendam pun memenuhi batinnya. Ia ingin melampiaskannya dengan membinasakan Anwar dan Kartini.
Ia lalu mengejar kemana-mana Anwar dan Kartini. Kendati ada jam malam yang diberlakukan pihak Jepang, ia tidak menghiraukannya. Ia terus berjalan mencari dan mengejar Kartini dan Anwar. Peringatan demi peringat serdadu Jpeang tidak dihiraukannya lagi karena membaranya dendam dan amarah. Akibatnya, Letupan senapan serdadu Jepang harus bersarang di tubuhnya. Hasan pun tewas tanpa bisa melampiaskan amarah dan dendamnya kepada Anwar dan Kartini.

Jalan Tak Ada Ujung

Jalan Tak Ada Ujung
Pengarang : Mochtar Lubis

Jalan Tak Ada Ujung adalah roman karya Mochtar Lubis. setelah terbit tahun 1952, buku ini mendapat penghargaan dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional. Karena itu, buku ini pun diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh A.H. Johns dengan judul A Road With No End yang diterbitkan di London pada tahun 1968.
Isinya mengisahkan perjalan hidup 3 tokoh utama cerita yakni Isa, Hazil dan Fatimah. Isa adalah seorang guru berjiwa seni pada salah satu Sekolah Dasar di Jakarta. Karena itu, wataknya sangat lembut, halus dan cinta damai. Karena kelembutannya itu, ia dinilai sangat lemah dalam menghadapi pergolakan yang dicetuskan oleh para pemuda pejuang di masa revolusi. Hubungan suami-isteri dengan istrinya Fatimah juga mengalami ketidakharmonisan karena Isa bersifat dingin dan kurang peduli terhadap kebutuhan dan kepentingan Fatimah.
Hazil adalah teman karib Isa. Berbeda dengan Isa, Hazil adalah seorang seniman yang memiliki watak dinamis dan pemberani, revolusioner dan pandai bergaul. Karena itu ia berhasil mempengaruhi Isa. Akibat keakraban di antara keduanya, Hazil menjadi kepercayaan Isa, sampai-sampai ia begitu bebas bertindak di rumah Isa. Hal ini menyebabkan Hazil berselingkuh dengan Fatimah isteri Isa. Banyak waktu luang dimanfaatkan oleh Hazil bermain biola di rumah Isa walaupun Isa tidak berada di rumah dan hanya berdua dengan Fatimah. Hubungan gelap antara Isa dan Fatimah ini akhirnya diketahui oleh Isa, namun tidak berani mengambil tindakan walaupun ia telah memiliki banyak bukti perselingkuhan itu.
Rasa cinta damai dan benci pertumpahan darah dalam diri Isa akhirnya dikalahkan oleh Hazil dengan mengajaknya untuk terjun ke medan perjuangan berupa gerakan bawah tanah untuk melawan penguasa Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia.
Suatu kali Isa mendapat tugas rahasia untuk mengranat sebuah gedung meledakkan bioskop yang banyak dikunjungi serdadu Nica. Namun karena takutnya, ketika baru 1 granat diledakkan, Isa lari tunggang langgang dan tidak sempat melaporkannya kepada Hazil dan Rahmat. Akhirnya Isa tertangkap oleh Belanda setelah Hazil dan Rahmar diinterogasi. Mereka ditahan bersama dan Hazil menangis tersesdu-sedu meminta maaf kepada Isa karena telah berkhianat. Dalam situasi itu sifat Isa berubah menjadi tegar sebaliknya Hazil yang pemberani berubah menjadi seorang yang ketakutan sehingga nyaris membuatnya mati karena perasaannya itu.

Kamis, 03 Februari 2011

Resensi Novel Jalan Tak Ada Ujung

Pengarang : Mochtar Lubis

Jalan Tak Ada Ujung adalah roman karya Mochtar Lubis. setelah terbit tahun 1952, buku ini mendapat penghargaan dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional. Karena itu, buku ini pun diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh A.H. Johns dengan judul A Road With No End yang diterbitkan di London pada tahun 1968.
Isinya mengisahkan perjalan hidup 3 tokoh utama cerita yakni Isa, Hazil dan Fatimah. Isa adalah seorang guru berjiwa seni pada salah satu Sekolah Dasar di Jakarta. Karena itu, wataknya sangat lembut, halus dan cinta damai. Karena kelembutannya itu, ia dinilai sangat lemah dalam menghadapi pergolakan yang dicetuskan oleh para pemuda pejuang di masa revolusi. Hubungan suami-isteri dengan istrinya Fatimah juga mengalami ketidakharmonisan karena Isa bersifat dingin dan kurang peduli terhadap kebutuhan dan kepentingan Fatimah.
Hazil adalah teman karib Isa. Berbeda dengan Isa, Hazil adalah seorang seniman yang memiliki watak dinamis dan pemberani, revolusioner dan pandai bergaul. Karena itu ia berhasil mempengaruhi Isa. Akibat keakraban di antara keduanya, Hazil menjadi kepercayaan Isa, sampai-sampai ia begitu bebas bertindak di rumah Isa. Hal ini menyebabkan Hazil berselingkuh dengan Fatimah isteri Isa. Banyak waktu luang dimanfaatkan oleh Hazil bermain biola di rumah Isa walaupun Isa tidak berada di rumah dan hanya berdua dengan Fatimah. Hubungan gelap antara Isa dan Fatimah ini akhirnya diketahui oleh Isa, namun tidak berani mengambil tindakan walaupun ia telah memiliki banyak bukti perselingkuhan itu.
Rasa cinta damai dan benci pertumpahan darah dalam diri Isa akhirnya dikalahkan oleh Hazil dengan mengajaknya untuk terjun ke medan perjuangan berupa gerakan bawah tanah untuk melawan penguasa Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia.
Suatu kali Isa mendapat tugas rahasia untuk mengranat sebuah gedung meledakkan bioskop yang banyak dikunjungi serdadu Nica. Namun karena takutnya, ketika baru 1 granat diledakkan, Isa lari tunggang langgang dan tidak sempat melaporkannya kepada Hazil dan Rahmat. Akhirnya Isa tertangkap oleh Belanda setelah Hazil dan Rahmar diinterogasi. Mereka ditahan bersama dan Hazil menangis tersesdu-sedu meminta maaf kepada Isa karena telah berkhianat. Dalam situasi itu sifat Isa berubah menjadi tegar sebaliknya Hazil yang pemberani berubah menjadi seorang yang ketakutan sehingga nyaris membuatnya mati karena perasaannya itu.***

Rabu, 02 Februari 2011

Resensi Novel Harimau! Harimau!

Harimau! Harimau!
 
Novel karya Mochtar Lubis ini pertama kali diterbitkan oleh Pustaka Jaya pada tahun 1975. Sifatnya satire terhadap kepemimpinan bangsa Indonesia, karena isi cerita dari novel ini merujuk pada realita kehidupan politk di tengah masyarakat Indonesia ketika itu. Mochtar Lubis mencoba menguak kezaliman, kesewenang-wenangan, ketidakadilan, penindasan dan perilaku buruk lainnya yang lakukan pemerintah di zamannya itu.
Isinya mengisahkan tentang tipe tiga tokoh cerita yakni, Wak Katok, Pak Haji dan Buyung. Wak Katok dan Pak Haji adalah tipe pemimpin yang mewakili watak pemimpin dan politisi bangsa Indonesia ketika itu. Wak Katok adalah tokoh yang menguasai mantra-mantra tapi semuanya palsu. Ia juga menggunakan jimat palsu, munafik, lalim, suka menindas. Sedangkan Pak Haji adalah pemimpin yang intelek namun penakut, tidak berani bertindak, suka mengasingkan diri dari permasalahan masyarakat demi keselamatan diri sendiri. Sedangkan Buyung adalah seorang pemuda yang penuh dengan idealisme sejati.
Kisahnya tentang 7 orang pencari damar di hutan rimba Sumatera Tengah dan dalam perjalanan pulang ke rumah dengan membawa hasil. Dalam perjalanan itu, tak disangka seekor harimau besar membuntuti lalu menerkam salah seorang dari mereka. Peristiwa ini menimbulkan kepanikan sekaligus konflik psikologis, sosial dan moral di antara mereka. Di antara mereka terjadi saling menuding dan mengungkapkan bahwa dosa-dosalah yang menyebabkan harimau itu menyerang.
Namun, akhirnya harimau itu berhasil dibunuh mereka setelah Wak Katok yang diyakini memiliki mantra dan jimat palsu, berwibawa dan sakti harus tewas diterkam sang harimau.
Karena isinya yang penuh kirtikan, novel Harimau! Harimau! ini mendapat hadiah dari Yayasan Buku Utama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1975.

Label

. Menkeu 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955. 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2010 2011 2013. 2014 A AA abad ke-7 ABC abdul hadi wm ABK Abu Nawas Aceh achdiat k mihardja Adat agama Ahok AI airmadidi Airmadidi. ajaran sesat ajib hamdani Al-Qur'an Alkitab AMBON amsal amurang anak yatim/piatu anak-anak anggaran Angkatan 45 angsuran animal animasi animation Anjab Antasari aplikasi mobile apresiasi sastra Apuse Arab architectur architecture arsitektur artificial intelligence artikel. asal-usul lagu yamko rambe yamko Askes ASN Asrul Sani Astinet asuransi audio audio to text ayu ting ting B Babilonia baca artikel dibayar bahasa Bahasa Belanda bahasa daerah Bahasa Indonesia bahasa kreol Bahasa Portugis bahasa Termate Bahlil Dahadalia bahundak Bait Allah bajak BANJAR bank banten bantuan korea selatan Bapertarum barang dan jasa pemerintah Basuki BATAK batas laut batas usia pensiun. PP BB BBM bersubsidi Bea Cukai beasiswa bekerja dari rumah Belanda bencana bendera beras berita Betlehen biaro Bidat billing bimbo BIODATA BIOGRAFI bisnis bisnis gratis bisnis properti bisnis sampingan Bitung BKD BKN blogger BNI BNN bobbit worm Bolaang Mongondow Bolmut Bolong Bolsel Boltim BPJS BPKB BRI briptu norman kamaru BTN Bu Tahanusang budaya Budaya Kerja budayawan bugil building buku bulan BUMD BUMN bunaken bung karno BUP bupati C Camat CC ccovid-19 cerita rakyat cerpen Chairil Anwar China choir cicilan cincin cinta CIO CIPTA KERJA CIPTAKERJA civil servant classical coconut octopus collorydianisme conference contoh convert copy-paste foto covid-19 CPNS cuti cuti bersama D D.Brilman Dacuda Pocket Scanner daerah daerah otonom baru Dana Sehat DAU denda desa desain detektor logam Dhana Widyatmika Dialek Diklat Kompetensi DIKLAT PIM dirjen dirjen anggaran disiplin diskusi diving DKI doa dogma dokumen dolar domain dongeng download DP3 DPR drama dramatik dramatis personae DRH Driver duasudara dubes duda duit dunia E e-billing e-Gov E-KTP e-voting edaran Edaran Mendagri eigendom ekonomi eksistensialisme eksperimental ekstensi eliezer Ensiklopedi Epifanius erupsi esai eselon extension F f. Kelling facebook Fiery Cross Reef Filsafat fisik foto funny gaji gaji baru PNS gaji baru Polri gaji baru TNI gaji hakim gaji ke-13 Gaji PNS 2013 gaji polri 2011 gaji polri 2013 gaji tni 2011 gaji TNI 2012 gaji tni 2013 galungan Ganefo gangguan kecemasan ganti logo blogger garuda gaya hidup gayus GCIO gelombang gembala gempa generasi Alfa generasi baby boomers generasi diam generasi milenial generasi Z gereja GG Gibran Rakabuming GMIM Golongan Ruang Google Cloud Google drive Google One grafik Gregorian gubernur gunung api Gunung Ruang gunung Salak guru hairy frogfish hakim halmahera HAM hari libur hari raya HB Yassin HB Yassin. HB Yassin HB Yassin. Pusat Dokumentasi hewan Hijriyah Hindu hobby home honorer house hukum hut I Nyoman Nuarta idul fitri II Ijazah Palsu iklan gratis iklan rumah IKN imlek Indihome Indonesia industri Infotek Inggris Injil Inpres instansi pemerintah integritas interior internet Islam israel istana garuda Istana Garuda Ibukota Nusantara Istana Presiden IKN IT ITE ITM jabatan fungsional jabatan pimpinan jabatan struktural jaksa janda JAWA jenderal jiwa Johnson Reef Jokowi jual-beli jual-beli rumah Julian K-1 K-2 KABUPATEN kalabat kalender Kalimantan kampanye kampus Kamus kandang domba kartu kredit karunia KARYA SATYA Kasus kata bijak kata mutiara kata-kata bijak kata-kata hikmat kata-kata mutiara kawasan khusus kawin KBBI KDKMP keamanan KEK Kekayaan kelahiran Yesus kelas keluarga kelurahan Kemen-PU Kemendagri Kemenkeu Kemenkum-HAM Kementrian kenaikan gaji kenaikan pangkat Kepala Daerah Kepdirjen Keppres kepribadian Keputusan Ka BKN keputusan menteri kerajaan kereta jenazah kereta kerajaan kereta pernikah william kerja Kesehatan keuangan Khotbah khotbah. kiamat Kisah Mahabarata KK Klasik Kode Etik koloriadianisme komedi Kominfo konstitusi konversi koor koperasi korpri Korupsi KOTA Kotamobagu koupsi KPCPEN KPK kristen Kritik Sastra kritik seni kue kuliah kunci foto L lagu lagu daerah Lagu Daerah lagu daerah Jawa Timur Lagu daerah Papua Lagu daerah Riau Lagu Daerah Sangihe lagu nasional lagu Papua lambang daerah langganan langowan lapas larangan laut Laut China Selatan lawak lebaran legenda lemang Lembaga Negara lembeh Lembeh Resort Lembeh Strait LG LHKPN libur nasional liburan Likupang lingkungan kerja Lirang lirik lirik lagu Lirik Lagu Daerah litle logo lokon lomba sastra lowongan lucu Lurah M magnitudo mahasiswa mahasiswa baru mahawu makar MALUKU Malut Manado mandarin fish Manganitu manusia marah rusli marga masa Anak-anak masamper masarang Masehi Mawali Mazmur media massa meja Melayu mendagri mengajar menkeu Menpan merah putih MERS Mesir mesjid metal detector Meyer migdal eder mimic octopus Minahas minahasa Minahasa Selatan Minahasa Tenggara Minahasa Utara minangkabau Mischief Reef mistik mitos MM mobil bekas mobil jenazah mobil mewah mochtar lubis model money Mongondow monumen moratorium motivasi motivasi hidup Mouse Scanner MPR Mr. Assat Mr. Sjafruddin muhaling Muhammad Musa mutasi nabi NAD nama domain nama etnis nama fam nama klan nama marga nama orang nama suku NARKOBA Nasdem nasi jaha Nasrani natal negara NEWS NII nikah NIP novel Nuklir Nusantara o ina ni keke OMNIBUS LAW oneness Orang Terkaya orde baru outsourcing pada pahlawan padang gembala paduan suara Pajak PAK pakaian adat Pakaian Dinas pandemi Pangdam pangkat PNS pangkat polri pangkat TNI pantai pantekosta pantun papan tulis elekronik papan tulis sekolah PAPUA partitur paskah paypal pdf pegawai pegawai tidak tetap pemerintah pejabat pejabat eselon pejabat pimpinan tinggi pelantikan pelayan khusus Pelindo pemalsuan pembunuhan Pemda Pemerintah pemerintah daerah pemilihan pemukiman pendaki pendeta pendidikan penembakan penerbangan penerimaan CPNS penerimaan pegawai BUMN penipuan Penpres pensiun pensiun pokok pensiunan pentakosta penyair penyaliban penyimpanan Perang Dunia peraturan kepala BKN peraturan menteri Peraturan Pemerintah perda perguruan tinggi perhubungan Peribahasa Periodisasi Perjalanan Dinas Perjanjian Lama perjuangan perkawinan Permen pernikahan william dan kate PERPPU PERPPU 1959 Perpres pers perumahan Perumnas pesawat pidato pigmy seahorse Pilgub DKI Pilkada Pilpres pinjaman plagiat PLN PMK PMK. Menkeu PNBP PNS PNS. Kekayaan poem poetry polisi politik politisi polling polri Portugis postmodernism PP PP 53 PP1998 PP2000 PP2001 PP2002 PP2011 PP2012 CPNS PPATK PPPK Prabowo prabu siliwangi pramugari Presiden RI Presiden SBY pria profesi propinsi proposal prosa protes Provinsi proyek psikiater psikis psikologi PTTP Puisi puisi lama pulau Spratly pulsa PUPNS PUPR purnawirawan Pusat Pusat Dokumentasi R raja ramalan ramayana rapel Rasul Rasul Paulus Ratahan read real estate Rek Ayo Rek rekening rekening gendut remunerasi remunerasi PNS daerah renovasi renungan resensi Retribusi Menara review sastra ribbon eel RIS Rismon Sianipar ritual Rivai Apin roh roman Romawi ROSIHAN ANWAR Roy Suryo rumah rumah kontrakan rumah mewah rumah murah Rumah Sakit rumah sederhana rumah tangga RUU RUU ASN RUU BPJS RUU Tipikor S salary salib sambo sandi sangihe SANGIHE TALAUD SANKSI santo sapaan SARS sastra sastra daerah sastra indonesia sastra online satgas SATYALENCANA Scribd sejarah sejarah Al'Quran sejarah gereja sejarah gereja. Sejarah Sastra Sekda sekolah dasar selingkung Seminar seniman sertifikasi guru server Shukoi siau siber SIM sinagoge Singapura sinopsis sipir siswa Sitaro siti nurbaya SK skala richter sms soeharto Soekarno Soleram Solo Soputan sosialisasi sosiologi Spanyol STAN standar biaya STNK storage stress studi komparasi su domain sub domain Subi Reef sufi Sukhoi suku maya Sulawesi Utara Sulut surat edaran Surat Kepercayaan Gelanggang Sutiyoso syahrini syair T tabel tabel gaji pns 2000 tabel gaji pns 2011 tabel gaji pns 2012 tabel gaji pns 2013 tabel gaji pns 2019 Tabel Gaji Polri 2012 Tabel Gaji Polri 2014 TABEL GAJI TNI 2011 TABEL GAJI TNI 2012 TABEL GAJI TNI 2013 tabel gaji TNI 2014 TABEL LENGKAP GAJI POLRI 2011 tabungan tabut Taguladang tagulandang tahun baru tahuna takhayul talaud tanah Tangkoko TAP MPR Taperum tarian tata bahasa taurat taurat. teater Dian teknologi teks Telekomunikasi Tenaga Ahli terminal Ternate teror TERORIS text to audio The Age the royal wedding TIK tips tni TOKOH tokoh dunia tokoh indonesia tokoh islam tomohon tondano torah tradisi transfer trinitas Try Sutrisno tsunami Tsunami tulude tunjangan TVRI Two Fish U uang UGM UN undang-undang Undang-Undang Pokok Agraria unduh unitarian Unpad Unsrat upacara upacara adat UU UU 1948 UU ASN UU Penerbangan UUD UUDS UUPA V vaksin video video conference video lucu viral virus VOC W wabah waisak wakil presiden wali kota walikota wamen warakawuri wartawan website WHO Wikileaks william shakespeare wisata selam wise word Woody Reef Wuhan Yahudi yamko rambe yamko Yehuda Yerusalam Yesus Yosua Yus Badudu yusuf hamka