Tampilkan postingan dengan label natal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label natal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Juli 2025

Menyingkap Misteri Kandang Domba dan Padang Gembalaan pada Masa Kelahiran Yesus

Menyingkap Misteri Kandang Domba dan Padang Gembalaan pada Masa Kelahiran Yesus

Drs. Semuel Muhaling

Gambaran tradisional tentang kandang domba kelahiran Yesus 

Migdal Eder, model kandang domba 
tempat kelahiran Yesus yang sebenarnya 

I. Pendahuluan: Mengatur Pemandangan untuk Kelahiran Yesus

Betlehem, yang sering diterjemahkan sebagai "Rumah Roti," menempati posisi yang sangat penting dalam sejarah dan nubuat Alkitab. Ketenarannya tidak hanya berasal dari identitasnya sebagai tempat kelahiran Raja Daud, tetapi, yang lebih penting, dari penunjukan kenabiannya sebagai tempat kelahiran Mesias. Kota kuno ini secara eksplisit diidentifikasi dalam Perjanjian Baru sebagai lokasi kelahiran Yesus, memenuhi nubuat-nubuat yang telah lama ada. Di luar bobot sejarah dan kenabiannya, Betlehem berfungsi sebagai pusat pertanian yang vital, terutama dikenal karena produksi biji-bijiannya dan, yang penting, untuk memelihara domba-domba yang secara khusus ditujukan untuk persembahan Bait Suci di Yerusalem. Konteks pertanian dan pengorbanan ganda ini memberikan Betlehem resonansi simbolis yang mendalam untuk kelahiran Yesus, yang diberitakan sebagai "Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia".

Injil Lukas memberikan catatan yang ringkas namun menggugah tentang kelahiran Yesus di Betlehem, termasuk pemberitaan malaikat yang penting kepada para gembala di padang-padang sekitarnya. Namun, lokasi pasti kelahiran Yesus dan konteks spesifik pertemuan para gembala telah menjadi subjek penyelidikan ilmiah dan populer yang cukup besar, menimbulkan "misteri" yang menarik. Penyelidikan ini terutama berfokus pada peran historis dan teologis dari dua lokasi spesifik: Migdal Eder (Menara Kawanan Domba) dan Padang Gembala. Laporan ini berusaha untuk mengeksplorasi apakah situs-situs ini menawarkan pemahaman yang lebih tepat, kaya secara historis dan teologis tentang Kelahiran Yesus daripada penggambaran tradisional yang seringkali digeneralisasi.

Tujuan laporan ini adalah untuk melampaui asumsi umum dan menyajikan analisis Migdal Eder dan Padang Gembala yang ketat dan berbasis bukti. Laporan ini akan mensintesis referensi Alkitab, tradisi sejarah, temuan arkeologi, dan berbagai interpretasi ilmiah untuk menjelaskan potensi hubungan mereka dengan Kelahiran Yesus. Dengan demikian, pemeriksaan ini akan menyoroti area konsensus akademik, perdebatan ilmiah yang sedang berlangsung, dan signifikansi simbolis yang abadi dari lokasi-lokasi ini dalam narasi Kristen yang lebih luas.

II. Migdal Eder: Menara Kawanan Domba dalam Konteks Alkitab dan Sejarah

Lokasi Geografis dan Tujuan Kuno
Migdal Eder, yang berarti "Menara Kawanan Domba" dalam bahasa Ibrani, adalah menara pengawas kuno yang secara strategis ditempatkan di jalan yang menonjol dekat Betlehem. Jalan raya ini, yang sering disebut sebagai 'jalan raya raja-raja,' melintasi punggung gunung, memberikan keuntungan militer yang signifikan untuk mendeteksi musuh yang mendekat. Di luar kegunaan pertahanannya, menara pengawas ini berfungsi sebagai titik komunikasi penting di seluruh Israel, digunakan untuk memberi sinyal bulan baru dan dimulainya festival-festival Alkitab. Yang penting, Migdal Eder di Betlehem juga berfungsi sebagai menara pengawas yang dirancang khusus untuk mengawasi dan melindungi kawanan domba yang besar. Catatan sejarah menunjukkan bahwa di bawah struktur menara utama terdapat bagian bawah seperti gua, yang secara khusus ditujukan untuk perlindungan dan perawatan domba betina selama musim melahirkan. Lokasinya sering digambarkan berada di jalan antara Betlehem dan Yerusalem, sekitar 1 hingga 1,5 mil (1000-2000 langkah) dari Betlehem, dengan beberapa sumber menunjuknya ke bagian utara kota. Tokoh-tokoh Kristen awal, seperti St. Hieronimus pada abad ke-4, mengaitkan Migdal Eder dengan area umum Padang Gembala.

Fungsi historis Migdal Eder, yang meliputi pengamatan militer dan pengawasan pastoral, menggarisbawahi pentingnya strategis dan religius Betlehem yang multifaset, melampaui sekadar hasil pertanian. Peran komprehensif ini mengungkapkan Betlehem dan daerah sekitarnya sebagai penghubung penting pertahanan, komunikasi, dan komponen penting dari rantai pasokan pengorbanan Bait Suci. Implikasinya adalah bahwa tempat kelahiran Yesus, jika memang Migdal Eder, bukanlah sekadar tempat yang sederhana dan terpencil, melainkan situs yang sangat terintegrasi ke dalam infrastruktur geopolitik dan religius Israel kuno, menekankan signifikansi berlapis dari Kelahiran Yesus dalam konteks nasional yang lebih luas.

Sebutan Alkitabiah
Penyebutan Migdal Eder yang paling awal dalam Alkitab muncul dalam Kejadian 35:21, dalam konteks kematian Rahel. Setelah melahirkan Benyamin dekat Efrata, nama kuno untuk Betlehem, Yakub "memasang kemahnya di seberang menara Eder" untuk meratapi kepergiannya. Asosiasi awal Migdal Eder dengan kelahiran anak dan sekitar Betlehem ini dicatat oleh beberapa sarjana sebagai paralel yang mencolok dengan narasi Kelahiran Yesus.

Mikha 4:8 memberikan referensi Alkitab kunci lainnya untuk Migdal Eder: "Dan engkau, hai menara kawanan domba [Migdal Eder], benteng putri Sion, kepadamu akan datang, bahkan kekuasaan yang pertama; kerajaan akan datang kepada putri Yerusalem". Para pendukung hipotesis Migdal Eder menafsirkan ini sebagai nubuat langsung yang menunjukkan bahwa Mesias akan diwahyukan dari lokasi geografis spesifik ini.

"Hipotesis Migdal Eder": Tempat Kelahiran Yesus dan Hubungannya dengan Anak Domba Bait Suci

Hipotesis Migdal Eder mengemukakan bahwa Yesus lahir bukan di penginapan atau kandang biasa, melainkan secara khusus di dalam Migdal Eder, yang disarankan berfungsi sebagai fasilitas khusus untuk melahirkan dan memelihara anak domba kurban yang ditujukan untuk Bait Suci Yerusalem.

Prinsip inti dari teori ini adalah bahwa para gembala yang disebutkan dalam Lukas 2 bukanlah gembala biasa, melainkan gembala "Lewi" atau "imam". Tanggung jawab khusus mereka adalah memelihara dan memeriksa anak domba dengan cermat untuk memastikan bahwa mereka "tidak bercacat" dan oleh karena itu cocok untuk persembahan Bait Suci harian dan tahunan, terutama untuk Paskah. Betlehem secara luas diakui sebagai sumber utama hewan kurban yang murni secara ritual ini.

Hipotesis ini lebih lanjut menekankan bahwa anak domba kurban yang baru lahir, setelah diperiksa kemurniannya, secara rutin dibungkus dengan "kain lampin" (potongan kain) dan ditempatkan di "palungan" (sering digambarkan sebagai palung makan batu atau cekungan) untuk melindungi mereka dari cedera dan menjaga mereka tetap tenang, sehingga mencegah cacat apa pun yang akan mendiskualifikasi mereka untuk kurban. Menurut pandangan ini, tanda yang diberikan oleh malaikat kepada para gembala – menemukan bayi yang dibungkus kain lampin dan terbaring di palungan [Lukas 2:7, 12] – akan menjadi sinyal yang jelas dan tidak salah lagi bagi para gembala khusus ini bahwa bayi yang baru lahir itu adalah "Anak Domba Allah", lahir di tempat yang sama yang ditujukan untuk anak domba kurban. Interpretasi ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana para gembala "tahu persis di mana Dia berada" tanpa memerlukan petunjuk eksplisit.

Interpretasi ini mengubah narasi Kelahiran Yesus dari kisah umum tentang kelahiran yang sederhana menjadi peristiwa yang sangat spesifik, bermuatan simbolis, yang sangat terintegrasi ke dalam sistem pengorbanan Bait Suci. Ini menunjukkan orkestrasi ilahi dari peristiwa-peristiwa yang berbicara langsung kepada identitas teologis Yesus. Artikulasi yang konsisten tentang Migdal Eder sebagai fasilitas khusus untuk melahirkan dan memeriksa anak domba kurban, yang dijaga oleh gembala "imam," dan detail spesifik tentang kain lampin dan palungan yang berfungsi sebagai tanda langsung bagi mereka, menggeser pemahaman tentang Kelahiran Yesus melampaui "kelahiran sederhana" umum ke pemenuhan nubuat dan simbolisme yang tepat dan disengaja. Ini menyiratkan bahwa keadaan spesifik ini bukanlah kebetulan tetapi telah ditentukan secara ilahi untuk mengidentifikasi Yesus sebagai "Anak Domba Allah" sejak saat kelahirannya. Ini mengangkat "misteri" menjadi pernyataan teologis yang mendalam, di mana setiap detail melayani tujuan kenabian dan simbolis tertentu, secara langsung menghubungkan Yesus dengan inti ibadah kurban Israel.

III. Padang Gembala: Lokasi Pemberitaan Malaikat

Identifikasi Geografis: Beit Sahour dan Kedekatannya dengan Betlehem
Padang Gembala, lokasi tradisional pemberitaan malaikat kepada para gembala, diidentifikasi dengan Beit Sahour, sebuah desa Palestina yang terletak di tenggara Betlehem. Meskipun perluasan kota modern telah menyebabkan Betlehem dan Beit Sahour sebagian besar menyatu, secara historis, Beit Sahour mewakili daerah pedesaan yang berbeda yang meliputi "ladang Booz" yang disebutkan dalam Kitab Rut. Saat ini, dua situs tradisional utama memperingati peristiwa malaikat: situs Latin (Katolik Roma) dan situs Ortodoks Yunani, yang terletak sekitar 500 meter terpisah. Keduanya dibangun di atas sisa-sisa kompleks monastik Bizantium, yang sendiri menggabungkan pemukiman sebelumnya. Sejarawan Kristen awal, termasuk Eusebius (abad ke-4) dan St. Hieronimus (abad ke-5), mengaitkan Padang Gembala dengan Migdal Eder, menempatkannya sekitar 1 hingga 1,5 mil di sebelah timur Betlehem.

Situs Tradisional dan Kapel Peringatan
Situs Latin adalah rumah bagi Kapel Padang Gembala, juga dikenal sebagai Tempat Kudus Gloria in excelsis Deo. Dirancang oleh Antonio Barluzzi dan selesai pada tahun 1953, arsitekturnya yang khas meniru tenda nomaden. Sebuah gua di belakang kapel diyakini menciptakan kembali tempat perlindungan sederhana yang digunakan oleh para gembala. Interiornya dihiasi dengan lukisan dinding yang dengan jelas menggambarkan momen-momen kunci dari narasi Kelahiran Yesus, termasuk Pemberitaan kepada Para Gembala, perjalanan mereka, dan Keluarga Kudus. Situs Ortodoks Yunani, yang dikenal sebagai Deir el-Rawat (Biara Para Gembala), juga memiliki gereja yang dibangun di atas sisa-sisa era Bizantium dan gua-gua kuno.

Penemuan Arkeologi: Hunian Kuno, Kompleks Monastik, dan Gua
Penggalian arkeologi di Padang Gembala, khususnya di Khirbet Siyar al-Ghanem ("Reruntuhan Kandang Domba"), telah menghasilkan bukti signifikan tentang aktivitas manusia yang berkelanjutan. Penemuan termasuk gua-gua yang menunjukkan hunian manusia selama periode Herodian dan kemudian Romawi, penggilingan minyak kuno, serta keramik dan koin Herodian yang berasal dari zaman Yesus. Temuan-temuan ini sangat menunjukkan bahwa situs tersebut dihuni dan digunakan, kemungkinan oleh gembala nomaden dan komunitas pertanian kecil, selama abad pertama. Di atas sisa-sisa periode Romawi ini, sebuah biara Bizantium dibangun sekitar tahun 400 M, diperluas pada abad ke-6, dan kemudian dihancurkan oleh Persia pada tahun 614 M, meskipun beberapa reruntuhan bertahan hingga sekitar tahun 800 M. Kompleks monastik ini seringkali menggabungkan gua-gua yang ada, yang digunakan untuk kegiatan pertanian dan, tidak dapat disangkal, oleh para gembala di zaman kuno. Selanjutnya, sisa-sisa menara, yang berpotensi diidentifikasi sebagai Migdal Eder, telah ditemukan di tanah yang lebih tinggi dekat kapel saat ini.

Bukti arkeologi di Padang Gembala memberikan hubungan nyata dengan konteks historis Kelahiran Yesus, mengkonfirmasi aktivitas manusia dan pastoral kuno di daerah tersebut, sehingga mendasari situs tradisional dalam plausibilitas historis, bahkan jika lokasi pasti pemberitaan malaikat tetap tradisional daripada terbukti secara definitif. Perincian yang konsisten dari temuan arkeologi seperti keramik Herodian, koin, dan bukti hunian manusia di gua-gua yang berasal dari abad ke-1 mengkonfirmasi bahwa daerah tersebut memang aktif dihuni dan digunakan oleh para gembala dan komunitas kecil selama zaman Yesus. Ini menggeser pemahaman "misteri" dari legenda murni ke latar historis yang masuk akal untuk pemberitaan malaikat. Selanjutnya, keberadaan biara-biara Bizantium yang dibangun di atas sisa-sisa kuno ini menggambarkan tradisi penghormatan yang berkelanjutan untuk situs tersebut, menunjukkan bahwa signifikansinya ditetapkan sejak awal sejarah Kristen, bahkan jika detail spesifik pertemuan malaikat diturunkan melalui tradisi daripada dokumentasi kontemporer yang tepat.

Sifat Para Gembala: Mengevaluasi Kembali Status Sosial
Meskipun narasi populer yang lazim sering menggambarkan para gembala Kelahiran Yesus sebagai orang buangan yang terpinggirkan, beberapa sumber dan argumen ilmiah menunjukkan realitas yang lebih bernuansa. Dikatakan bahwa jika para gembala benar-benar dianggap sebagai orang buangan sosial, reaksi publik terhadap pertemuan ilahi mereka akan menjadi kejutan atas keterlibatan mereka, daripada hanya keheranan pada isi pesan mereka. Seperti yang dibahas dalam konteks hipotesis Migdal Eder, ada tradisi ilmiah yang kuat yang menunjukkan bahwa ini bukanlah gembala biasa, melainkan gembala "imam" atau "Lewi" khusus yang bertanggung jawab untuk memelihara anak domba yang tidak bercacat secara khusus untuk persembahan Bait Suci di Yerusalem. Peran khusus ini akan menyiratkan tingkat status, pelatihan, dan pengetahuan tertentu, termasuk kesadaran akan nubuat yang relevan.

Evaluasi ulang status sosial para gembala menantang interpretasi teologis umum, menunjukkan bahwa wahyu Allah mungkin telah diarahkan kepada mereka yang terlibat erat dalam sistem pengorbanan yang Yesus datang untuk penuhi, daripada hanya kepada yang terpinggirkan. Penegasan yang konsisten bahwa para gembala ini "istimewa" atau "imam" dan menggembalakan kawanan Bait Suci secara langsung bertentangan dengan citra populer mereka sebagai "orang buangan miskin". Jika para gembala ini memang integral dengan rantai pasokan pengorbanan Bait Suci, pertemuan mereka dengan para malaikat memiliki makna teologis yang lebih dalam dan lebih disengaja. Ini menyiratkan hubungan langsung antara kelahiran "Anak Domba Allah" dan kerangka keagamaan Israel yang ada, daripada subversi total norma-norma sosial. Ini menggeser penekanan teologis dari pesan sosial murni tentang Allah yang memilih yang rendah hati (meskipun masih secara luas benar) ke pesan teologis yang kompleks tentang pemenuhan dan kesinambungan dalam sejarah perjanjian Israel, di mana mereka yang memahami sistem pengorbanan secara unik diposisikan untuk memahami signifikansi "Anak Domba Allah".

IV. Debat Ilmiah dan Argumen Balik tentang Hipotesis Migdal Eder

Asal Usul Hipotesis: Pengaruh Alfred Edersheim dan Perkembangannya
Popularisasi luas hipotesis Migdal Eder, khususnya hubungannya yang rumit dengan gembala imam dan anak domba kurban, sebagian besar dikaitkan dengan karya Alfred Edersheim, seorang Yahudi yang beralih ke Kristen, dalam bukunya yang berpengaruh tahun 1883, The Life and Times of Jesus the Messiah. Edersheim bertujuan untuk memberikan konteks Yahudi yang kaya untuk narasi Kelahiran Yesus. Namun, para kritikus berpendapat bahwa Edersheim "memperindah" "catatan Lukas yang sederhana" dan mengandalkan sumber-sumber Yahudi yang lebih baru, seperti Targum Pseudo-Jonathan tentang Kejadian 35:21. Targum ini, yang berasal dari abad ke-4 M, menyatakan bahwa "Raja Mesias akan diwahyukan pada akhir zaman" dari Migdal Eder , sebuah pernyataan yang digunakan Edersheim, meskipun relevansinya dengan harapan abad ke-1 masih diperdebatkan.

Kritik terhadap Interpretasi Mikha 4:8 (Metaforis vs. Lokasi Harfiah)
Titik pertentangan yang signifikan untuk hipotesis Migdal Eder terletak pada interpretasi Mikha 4:8. Banyak sarjana berpendapat bahwa "Menara Kawanan Domba" dalam ayat ini adalah referensi metaforis ke Yerusalem atau Gunung Sion, melambangkan pemulihannya, kembalinya kerajaan Daud, dan perlindungan Allah atas umat-Nya, daripada menara fisik harfiah dekat Betlehem. Paralelisme yang melekat dalam puisi Ibrani, di mana "menara pengawas kawanan domba" disandingkan dengan "Putri Sion," sangat menunjukkan hubungan simbolis daripada geografis harfiah. Interpretasi ini memandang "menara" sebagai representasi pemeliharaan kedaulatan Allah dan pengumpulan kembali kawanan-Nya (Israel) di Gunung Sion.

Mengevaluasi Kembali Mishnah Shekalim 7:4: Penanda Jarak vs. Area Penggembalaan
Edersheim mengutip Mishnah Shekalim 7:4 sebagai bukti kunci, menegaskan bahwa itu mendukung kesimpulan bahwa kawanan yang merumput dekat Migdal Eder ditujukan untuk persembahan Bait Suci dan bahwa gembala mereka karenanya bukan gembala biasa. Namun, pemeriksaan yang lebih dekat dan lebih kritis terhadap Mishnah Shekalim 7:4 mengungkapkan bahwa tujuan utamanya adalah menggunakan Migdal Eder sebagai penanda jarak. Ini mendefinisikan radius di sekitar Yerusalem di mana hewan jantan yang hilang dianggap sebagai persembahan bakaran dan betina sebagai persembahan damai. Yang penting, Mishnah tidak secara eksplisit menyatakan bahwa domba digembalakan di menara itu sendiri, juga tidak menggambarkannya sebagai fasilitas khusus untuk melahirkan atau memeriksa anak domba kurban. Ini secara signifikan melemahkan hubungan bukti langsung yang diberikan Mishnah untuk fungsi spesifik yang dikaitkan dengan Migdal Eder dalam hipotesis.

Kurangnya Bukti Arkeologi Definitif untuk Fungsi Spesifik Migdal Eder
Meskipun deskripsi fungsional yang rinci dalam hipotesis Migdal Eder, ada ketiadaan bukti arkeologi definitif yang mengkonfirmasi keberadaan menara spesifik di Migdal Eder dengan fungsi yang tepat untuk melahirkan dan memeriksa anak domba kurban selama zaman Yesus. Meskipun sisa-sisa menara telah ditemukan di dekat Padang Gembala, yang berpotensi diidentifikasi sebagai Migdal Eder , penggunaan spesifiknya sebagai pusat kelahiran yang dikuduskan untuk anak domba Bait Suci tetap belum terbukti secara arkeologis. Pernyataan seperti "Menara kawanan domba…tidak ada hari ini dan arkeologi belum menemukan reruntuhannya" menggarisbawahi sifat spekulatif dari manifestasi fisiknya dan fungsi spesifiknya seperti yang dijelaskan dalam hipotesis.

Mendamaikan Hipotesis dengan "Lahir di Betlehem"
Tantangan praktis dan tekstual untuk hipotesis Migdal Eder adalah untuk mendamaikan pernyataan Alkitab bahwa Yesus lahir "di Betlehem" dengan lokasi Migdal Eder yang diusulkan, yang sering digambarkan berada di luar desa utama, meskipun di sekitarnya. Para pendukung berpendapat bahwa "pemahaman Timur atau Ibrani" tentang "di Betlehem" dapat mencakup daerah pedesaan terdekat, termasuk Migdal Eder. Namun, interpretasi ini dapat bertentangan dengan pemahaman tradisional tentang kelahiran yang terjadi di dalam kota itu sendiri, terutama mengingat narasi Yusuf dan Maria mencari penginapan.

Hipotesis Migdal Eder, meskipun menawarkan simbolisme teologis yang menarik, menghadapi tantangan ilmiah yang signifikan mengenai dasar historis dan arkeologisnya, terutama ketergantungannya pada interpretasi teks-teks kuno yang diperdebatkan untuk penerapan literal dan penanggalannya. Ini mengungkapkan tren yang lebih luas dalam studi Alkitab di mana narasi teologis yang kuat terkadang dapat secara retroaktif disesuaikan dengan konteks historis dengan dukungan sumber primer yang tidak memadai. Kritik rinci terhadap metodologi Edersheim, yang menyoroti ketergantungannya pada sumber-sumber yang lebih baru dan "perhiasan" , ditambah dengan argumen kuat untuk interpretasi metaforis Mikha 4:8 dan evaluasi ulang Mishnah Shekalim 7:4 , secara kolektif menunjukkan bahwa hipotesis ini dibangun di atas serangkaian lompatan interpretatif daripada bukti historis atau arkeologis yang langsung dan tidak ambigu. Pola ini menggambarkan bagaimana narasi teologis yang menarik (Yesus sebagai anak domba kurban utama) dapat mendorong pencarian penguat historis spesifik, terkadang mengarah pada interpretasi yang meregangkan materi sumber primer. "Misteri" di sini kurang tentang fakta sejarah yang tersembunyi dan lebih tentang konstruksi dan dekonstruksi kerangka interpretatif modern.

Debat ilmiah yang sedang berlangsung seputar Migdal Eder menyoroti kesulitan inheren dalam merekonstruksi detail historis yang tepat dari teks-teks kuno, terutama ketika bukti arkeologi ambigu atau tidak ada. Ini menggarisbawahi keterbatasan penalaran inferensial dalam penyelidikan historis. Pernyataan eksplisit bahwa "arkeologi belum menemukan reruntuhannya" dan bahwa tidak ada "bukti atau bukti yang dapat digunakan untuk seperti apa menara semacam itu" secara langsung bertentangan dengan deskripsi fungsional rinci yang diberikan oleh hipotesis. Kesenjangan signifikan antara interpretasi tekstual dan bukti arkeologi empiris ini adalah tantangan yang meluas dalam sejarah kuno. Keberadaan debat ini berfungsi sebagai pelajaran berharga dalam metodologi historis, menunjukkan kebutuhan kritis untuk evaluasi sumber yang ketat dan mengakui batas-batas dari apa yang dapat diketahui secara definitif. Ini menyiratkan bahwa meskipun kekayaan simbolis konsep Migdal Eder sangat mendalam, "di mana" yang tepat dari kelahiran Yesus tetap kurang pasti daripada "bahwa" dan "mengapa" yang fundamental.

Tabel 1: Argumen Kunci untuk dan Melawan Hipotesis Tempat Kelahiran Migdal Eder

Jenis ArgumenArgumen untuk HipotesisArgumen Melawan Hipotesis
Interpretasi Alkitab

Mikha 4:8 ditafsirkan sebagai nubuat harfiah tentang tempat kelahiran Mesias.

Mikha 4:8 ditafsirkan secara metaforis, mengacu pada Sion/Yerusalem sebagai menara perlindungan.

Konteks Sejarah

Hubungan dengan anak domba kurban dan praktik Bait Suci di Betlehem.

Mishnah Shekalim 7:4 berfungsi sebagai penanda jarak untuk persembahan, bukan bukti eksplisit fungsi menara tertentu sebagai tempat kelahiran/inspeksi.

Peran Gembala

Peran gembala "imam" atau "Lewi" yang menggembalakan kawanan Bait Suci.

Tidak ada dokumentasi kuno yang definitif tentang bagaimana gembala imam melahirkan domba, atau bahwa mereka secara eksklusif menggunakan menara tertentu untuk melahirkan.

Detail Kelahiran Yesus

Signifikansi kain lampin dan palungan sebagai tanda spesifik bagi para gembala ini, menunjukkan "Anak Domba Allah".

Kain lampin adalah praktik normal untuk semua bayi baru lahir, tidak secara unik simbolis untuk anak domba kurban. Palungan dapat ditemukan di rumah biasa.

Dukungan Tekstual

Targum Pseudo-Jonathan tentang Kejadian 35:21 (Mesias diwahyukan dari Migdal Eder).

Targum Pseudo-Jonathan adalah sumber yang lebih baru (abad ke-4 M), tidak selalu mencerminkan harapan abad ke-1.

Rekonsiliasi Lokasi

"Di Betlehem" dapat mencakup daerah pedesaan terdekat, termasuk Migdal Eder, dalam "pemahaman Timur atau Ibrani".

Migdal Eder digambarkan berada di luar desa utama, berpotensi bertentangan dengan "di Betlehem" dalam Alkitab.

Bukti Arkeologi

Sisa-sisa menara ditemukan di dekat Padang Gembala, berpotensi Migdal Eder.

Kurangnya bukti arkeologi definitif untuk menara spesifik dengan fungsi melahirkan dan memeriksa anak domba kurban selama zaman Yesus.

Kritik Sumber

Berdasarkan karya berpengaruh Alfred Edersheim.

Karya Edersheim dikritik karena "perhiasan" dan ketergantungan pada materi sumber yang terlambat.

V. Pandangan Tradisional tentang Tempat Kelahiran Yesus

Tradisi Gua dan Gereja Kelahiran Yesus: Bukti Sejarah dan Arkeologi
Pandangan tradisional yang paling abadi dan diterima secara luas, yang berasal dari Bapa Gereja paling awal, termasuk Yustinus Martir (sekitar 150 M), Origen (sekitar 250 M), dan Hieronimus (sekitar 325 M), menempatkan kelahiran Yesus di sebuah gua di Betlehem. Tradisi ini mendapatkan pengakuan monumental ketika Kaisar Konstantinus, setelah ziarah ibunya Helena pada tahun 327 M, memerintahkan pembangunan basilika pertama di atas situs gua yang dihormati, yang dikuduskan pada tahun 339 M. Bagian dari gereja asli abad ke-4 ini masih ada di bawah struktur saat ini, menjadi saksi kuno. Gereja Kelahiran Yesus saat ini, sebagian besar merupakan rekonstruksi oleh Kaisar Yustinianus pada pertengahan abad ke-6 (setelah kebakaran, kemungkinan selama pemberontakan Samaria), terus berdiri di atas gua suci ini. Ini tetap menjadi salah satu gereja Kristen tertua yang digunakan setiap hari secara terus-menerus dan berfungsi sebagai tujuan ziarah utama, melambangkan tempat kelahiran pendiri Kekristenan.

Bukti arkeologi mendukung plausibilitas tradisi ini, mengkonfirmasi bahwa orang-orang di Betlehem sering menempatkan kawanan mereka di gua-gua yang berdekatan dengan rumah mereka, dan penggalian telah mengungkapkan bukti hunian manusia dan penggunaan pertanian di gua-gua ini selama periode Romawi-Herodian. Meskipun Alkitab secara eksplisit hanya menyebutkan "palungan" dan bukan "gua," tradisi tempat kelahiran gua sangat mengakar dalam sejarah dan penghormatan Kristen awal.

Ketahanan tradisi gua dan pembangunan monumental Gereja Kelahiran Yesus mengungkapkan dorongan manusia yang kuat untuk mengkonkretkan dan menghormati ruang-ruang suci, bahkan tanpa arahan Alkitab yang eksplisit. Ini mencerminkan kebutuhan komunitas Kristen awal akan hubungan yang nyata dengan narasi ilahi. Keyakinan yang konsisten pada tempat kelahiran gua oleh Bapa Gereja awal dan kemudian penugasan basilika pertama oleh Konstantinus serta rekonstruksinya oleh Yustinianus menunjukkan tradisi penghormatan yang kuat dan berkelanjutan yang melampaui penyebutan Alkitab yang eksplisit. Ini bukan hanya fakta sejarah tetapi fenomena sosiologis dan religius yang mendalam. "Misteri" di sini terletak pada bagaimana sebuah tradisi, yang tidak secara langsung dirinci dalam kitab suci, menjadi begitu dominan dan diabadikan secara arsitektur, mencerminkan keinginan mendalam komunitas Kristen awal akan lokus fisik untuk iman mereka. Ini menyoroti interaksi dinamis antara memori sejarah, tradisi keagamaan yang berkembang, dan peringatan fisik peristiwa-peristiwa suci.

Teori "Rumah": Konteks Budaya Rumah Kuno Betlehem
Sebuah teori ilmiah modern yang menarik, yang semakin diterima, menunjukkan bahwa Yesus lahir di dalam rumah keluarga Betlehem yang khas. Pandangan ini berakar pada prioritas budaya yang kuat akan keramahtamahan dalam masyarakat Yahudi kuno, sehingga sangat tidak mungkin Yusuf dan Maria, terutama dengan Maria yang sedang hamil tua, akan sepenuhnya ditolak oleh kerabat atau kenalan di kota leluhur mereka. Rumah-rumah di Betlehem kuno umumnya adalah struktur bertingkat: lantai bawah sering digunakan untuk menampung hewan-hewan berharga, terutama selama cuaca buruk, sementara lantai atas berfungsi sebagai tempat tinggal utama keluarga, biasanya termasuk "kamar tamu" (katalyma dalam bahasa Yunani). Teori "rumah" mengemukakan bahwa katalyma (kamar tamu) hanya penuh, mungkin karena kerabat lain datang untuk sensus. Akibatnya, Maria dan Yusuf akan tinggal bersama keluarga di area ruang tamu utama di lantai bawah, di mana hewan juga mungkin ditempatkan. Dalam pengaturan domestik ini, "palungan" akan menjadi palung makan yang terintegrasi ke dalam lantai bawah rumah.

Teori "rumah" ini, dengan menempatkan kelahiran Yesus di dalam rumah keluarga yang khas, menekankan pesan inkarnasi tentang Yesus yang "salah satu dari kita" dan kehadiran Allah dalam kehidupan manusia biasa, daripada dalam pengaturan yang terisolasi dan unik. Ini menyoroti preferensi teologis untuk aksesibilitas dan keterkaitan dalam narasi ilahi. Citra Barat yang umum tentang kandang atau lumbung seringkali menjauhkan Yesus dari pengalaman manusia sehari-hari. Dengan menyarankan kelahiran di dalam rumah keluarga serbaguna, di mana hewan ditempatkan di lantai bawah, narasi menjadi lebih sesuai secara budaya dengan kehidupan Yudea kuno dan menggarisbawahi gagasan tentang Allah yang masuk ke dalam realitas duniawi keberadaan manusia. Interpretasi ini memperkuat prinsip teologis bahwa yang ilahi dapat ditemukan di tempat-tempat yang paling umum dan mudah diakses, membuat kisah Kelahiran Yesus lebih langsung dan berlaku secara universal.

Mendamaikan Berbagai Interpretasi "Penginapan" dan "Palungan"
Interpretasi istilah-istilah kunci dalam narasi Lukas sangat penting untuk memahami pandangan tradisional ini. Kata Yunani katalyma, yang diterjemahkan sebagai "penginapan" dalam Lukas 2:7, juga dapat berarti "kamar tamu". Nuansa linguistik ini mendukung teori "rumah", menunjukkan bahwa "tidak ada tempat di penginapan" berarti kamar tamu sudah terisi, daripada menyiratkan penolakan dari tempat penginapan komersial. Demikian pula, kata Yunani phatne, yang diterjemahkan sebagai "palungan," dapat merujuk pada palung makan untuk hewan, tetapi juga secara lebih luas pada "kandang" atau "tempat tidur bayi". Definisi yang lebih luas ini memungkinkan kemungkinan palungan berada di dalam lantai bawah rumah, daripada secara eksklusif di lumbung terpisah. Citra Barat yang populer tentang kandang atau lumbung terpisah sering dianggap sebagai produk asumsi budaya kemudian daripada cerminan akurat praktik arsitektur abad ke-1.

VI. Kesimpulan

Penyelidikan tentang Migdal Eder dan Padang Gembala pada masa kelahiran Yesus mengungkap kekayaan pertimbangan historis, arkeologis, dan teologis. Meskipun penggambaran tradisional kelahiran Yesus di kandang atau gua tetap sangat mengakar dalam imajinasi populer dan didukung oleh tradisi Gereja awal serta Gereja Kelahiran Yesus yang monumental, analisis ilmiah menyajikan teori-teori alternatif yang didukung dengan baik. Teori "rumah", yang menekankan konteks budaya rumah-rumah kuno Betlehem, menawarkan latar yang menarik dan masuk akal secara historis untuk Kelahiran Yesus, menunjukkan bahwa Yesus lahir di dalam tempat tinggal keluarga di mana palungan akan ada. Perspektif ini menggarisbawahi sifat inkarnasi yang dapat dihubungkan, menempatkan masuknya ilahi ke dunia dalam tatanan kehidupan manusia biasa.

"Hipotesis Migdal Eder", meskipun menawarkan simbolisme teologis yang mendalam dengan menghubungkan kelahiran Yesus dengan sistem anak domba kurban dan gembala khusus, menghadapi tantangan signifikan dalam hal penguat historis dan arkeologis yang definitif. Interpretasi teks-teks Alkitab seperti Mikha 4:8 dan Mishnah Shekalim 7:4, yang krusial bagi hipotesis ini, tunduk pada perdebatan ilmiah yang cukup besar, dengan banyak sarjana lebih menyukai pembacaan metaforis dan mempertanyakan bukti langsung untuk fungsi spesifik Migdal Eder sebagai pusat kelahiran anak domba Bait Suci. Ketiadaan temuan arkeologi konkret untuk menara khusus semacam itu dari abad ke-1 semakin menyoroti sifat spekulatif dari lokasi yang tepat ini.

Padang Gembala, yang diidentifikasi dengan Beit Sahour modern, menawarkan bukti arkeologi nyata tentang aktivitas manusia dan pastoral kuno, memberikan plausibilitas historis pada latar pemberitaan malaikat. Evaluasi ulang status sosial para gembala, bergerak melampaui narasi "orang buangan" untuk mempertimbangkan peran potensial mereka sebagai penjaga khusus, mungkin imam, kawanan Bait Suci, menambah lapisan kedalaman teologis. Ini menunjukkan bahwa wahyu ilahi diarahkan tidak hanya kepada yang terpinggirkan, tetapi berpotensi kepada mereka yang terkait erat dengan sistem pengorbanan yang Yesus, sebagai "Anak Domba Allah," datang untuk penuhi.

Sebagai kesimpulan, "misteri" seputar Migdal Eder dan Padang Gembala bukanlah kepastian historis mutlak, melainkan kekayaan interpretatif dan kedalaman simbolis. Meskipun pengaturan arsitektur yang tepat dari kelahiran Yesus tetap menjadi subjek diskusi ilmiah yang berkelanjutan, pesan inti Kelahiran Yesus tetap ada: kelahiran Mesias yang sederhana di Betlehem, kota Daud dan sumber anak domba kurban, diberitakan kepada para gembala di padang-padang sekitarnya. Berbagai interpretasi, baik tradisional, domestik, atau bermuatan simbolis, secara kolektif menekankan kebenaran teologis yang mendalam tentang masuknya Allah ke dalam sejarah manusia dengan cara yang tidak terduga dan sangat bermakna, memenuhi nubuat-nubuat kuno dan mempersiapkan panggung untuk penebusan umat manusia. "Di mana" yang tepat mungkin terus mengundang penyelidikan ilmiah, tetapi "bahwa" dan "mengapa" yang mendasar tetap menjadi pusat narasi Kristen.

Rujukan 

  1. Migdal eder hypothesis - Faith & Science Conversation - The BioLogos Forum, diakses Juli 29, 2025, https://discourse.biologos.org/t/migdal-eder-hypothesis/47843
  2. Migdal Eder – The Anointed One of Israel! - Promised Land Ministries - WordPress.com, diakses Juli 29, 2025, https://promisedlandministries.wordpress.com/2022/01/01/migdal-eder-the-anointed-one-of-israel/
  3. Away in a Manger at Migdal Eder | Donna Gawell, diakses Juli 29, 2025, https://donnagawell.com/2020/12/17/away-in-a-manger-at-migdal-eder/
  4. The Birth - Revisited | Since there were no directions provided, where would the shepherds have known to go? - He That Has An Ear, diakses Juli 29, 2025, http://hethathasanear.com/Birth.html
  5. Jesus' Birth – The Case for Migdal Edar | Truth in Scripture, diakses Juli 29, 2025, https://truthinscripture.net/2017/01/21/jesus-birth-the-case-for-midal-edar/
  6. The Chapel of the Shepherds' Field - Bethlehem's Sacred Landmark - Piece of Holy Land, diakses Juli 29, 2025, https://www.pieceofholyland.com/blogs/blog/chapel-of-the-shepherds-field-bethlehem
  7. Migdal Eder (biblical location) - Wikipedia, diakses Juli 29, 2025, https://en.wikipedia.org/wiki/Migdal_Eder_(biblical_location)
  8. Migdal Eder and the Birth of Christ | Bible things in Bible ways - WordPress.com, diakses Juli 29, 2025, https://biblethingsinbibleways.wordpress.com/2020/05/21/migdal-eder-and-the-birth-of-christ/
  9. The Sign Given to the Shepherds - Bible.org Blogs, diakses Juli 29, 2025, https://blogs.bible.org/the-sign-given-to-the-shepherds/
  10. Away in a Tower? - By Farther Steps, diakses Juli 29, 2025, https://www.byfarthersteps.com/the-tower-of-the-flock-or-migdal-eder/
  11. Bethlehem - The Shepherds' Field and Grotto - Custodia di Terra Santa, diakses Juli 29, 2025, https://www.custodia.org/en/sanctuaries/bethlehem-the-shepherds-field-and-grotto/
  12. Modern Midrash: The Myth of Migdal Eder - Bible Unplugged - dr. wave nunnally, diakses Juli 29, 2025, https://wavenunnally.com/modern-midrash-the-myth-of-migdal-eder/
  13. Three Christmas myths: on shepherds, swaddling and support - Psephizo, diakses Juli 29, 2025, https://www.psephizo.com/biblical-studies/three-christmas-myths-on-shepherds-swaddling-and-support/
  14. CHRISTMAS – The location of the birth of Christ - EXPEDITION 44, diakses Juli 29, 2025, https://expedition44.com/2022/12/24/christmas-the-location-of-the-birth-of-christ/
  15. Migdal Eder Archives - By Farther Steps, diakses Juli 29, 2025, https://www.byfarthersteps.com/tag/migdal-eder/
  16. A Christmas Myth? Pushing "Evidence" Beyond the Christmas Story - The Christian Intellect, diakses Juli 29, 2025, http://christian-intellect.blogspot.com/2014/12/a-christmas-myth-pushing-evidence.html
  17. Chapel of the Shepherds' Field - Wikipedia, diakses Juli 29, 2025, https://en.wikipedia.org/wiki/Chapel_of_the_Shepherds%27_Field
  18. www.custodia.org, diakses Juli 29, 2025, https://www.custodia.org/en/sanctuaries/bethlehem-the-shepherds-field-and-grotto/#:~:text=The%20Arab%20village%20of%20Beit,by%20the%20angels%20took%20place.
  19. The Shepherds' Field, Bethlehem | Danny The Digger, diakses Juli 29, 2025, https://dannythedigger.com/shepherds-fields/
  20. Micah 4:8 Commentaries: "As for you, tower of the flock, Hill of the daughter of Zion, To you it will come - Bible Hub, diakses Juli 29, 2025, https://biblehub.com/commentaries/micah/4-8.htm
  21. Alfred Edersheim: Life and Times of Jesus the Messiah - Christian Classics Ethereal Library, diakses Juli 29, 2025, https://www.ccel.org/ccel/edersheim/lifetimes.vii.vi.html
  22. Challenging Christmas myths on shepherds, swaddling, and support for the holy family, diakses Juli 29, 2025, https://www.psephizo.com/biblical-studies/challenging-christmas-myths-on-shepherds-swaddling-and-support-for-the-holy-family/
  23. Where Was Jesus Born: A Barn, Cave, or House - Youth Pastor Theologian, diakses Juli 29, 2025, https://www.youthpastortheologian.com/blog/where-was-jesus-born-a-barn-cave-or-house
  24. Exploring the Symbolism of Christ in Ancient Christmas Carols and Traditions 2: Temple Themes in Luke's Account of the Angels and the Shepherds | The Interpreter Foundation, diakses Juli 29, 2025, https://interpreterfoundation.org/blog-exploring-the-symbolism-of-christ-in-ancient-christmas-carols-and-traditions-2-temple-themes-in-lukes-account-of-the-angels-and-the-shepherds/
  25. Was Jesus Born in a Barn, Cave, or House? - Living Theologically, diakses Juli 29, 2025, https://livingtheologically.com/2018/12/18/was-jesus-born-in-a-barn-cave-or-house/
  26. Birthplace of Jesus: Church of the Nativity and the Pilgrimage Route, Bethlehem, diakses Juli 29, 2025, https://whc.unesco.org/en/list/1433/
  27. OnSite: Bethlehem's Church of the Nativity - Biblical Archaeology Society, diakses Juli 29, 2025, https://www.biblicalarchaeology.org/daily/bas-onsite/church-of-the-nativity/
  28. Once more: Jesus was not born in a stable | Psephizo, diakses Juli 29, 2025, https://www.psephizo.com/biblical-studies/once-more-jesus-was-not-born-in-a-stable/
  29. Micah 4:8 - Bible Verse Meaning and Commentary biblestudytools.com
  30. Micah 4 Pulpit Commentary Homiletics - Bible Hub biblehub.com

 

Sabtu, 19 Desember 2020

Upacara Adat Tanakakuy dari Peru setiap Tanggal 25 Desember

Takanakuy ( Quechua untuk "memukul satu sama lain") adalah praktek tahunan yang didirikan untuk memerangi sesama anggota komunitas yang diadakan pada tanggal 25 Desember, oleh penduduk Provinsi Chumbivilcas, dekat Cuzco di Peru. Latihan ini dimulai di Santo Tomás, ibu kota Chumbivilcas, dan sekarang menyebar ke desa dan kota lain, yang menonjol adalah Cuzco dan LimaFestival ini terdiri dari tarian dan individu yang saling bertarung untuk menyelesaikan konflik lama Festival ini terdiri dari tarian dan individu yang saling bertarung untuk menyelesaikan konflik lama.

 
Gaun

Ada lima jenis 'karakter' tradisional yang digambarkan dalam upacara yang memiliki peran berbeda berdasarkan simbol budaya Andes . Mayoritas gaun itu didasarkan pada perlengkapan menunggang kuda tradisional dan topeng ski Peru yang berwarna cerah, yang merupakan ciri khas daerah tertentu. Tidak semua topeng ski sama: mereka memiliki warna berbeda, desain berbeda, dan pola tekstil berbeda untuk menghasilkan uang.

Majeno

Majenos adalah pakaian tingkat paling dasar yang menghiasi perlengkapan berkuda tradisional. A majeta adalah orang yang tinggal di dekat Sungai Majes di Andes dan pakaian karakter ini didasarkan pada itu. Celana wol untuk menunggang kuda, topi kulit, jaket tradisional Peru mirip harrington, melubangi tanduk banteng untuk mendapatkan alkohol. Topeng ski khas Peru disebut uyach'ullu , yang memiliki asosiasi simbolis abstrak dan menampilkan empat warna (merah, hijau, kuning, dan putih) yang seharusnya mewakili empat kuadran alam semesta. Namun tujuan utama dari topeng ski adalah untuk menyembunyikan identitas para pejuang untuk mencegah ketegangan dan permusuhan yang berlarut-larut hingga tahun depan. Quarawatanna

Gaun majeta dengan tambahan jaket kulit biker, celana koboi panjang dari kulit, dan bangkai tengkorak burung atau rusa di atas kepala. Mayoritas anak muda masyarakat adat memilih petarung jenis ini karena faktor intimidasinya.
Negro

Aspek dari pakaian ini berusaha untuk menggambarkan seorang tuan budak selama periode kolonial; misalnya, sepatu bot kulit setinggi lutut, celana wol mewah, kemeja dan rompi bagus, jubah bersulam sutra dengan warna pink atau biru muda, dan mahkota karton dengan kertas kado mengkilap di samping dan bintang di atasnya. Kemudian karakter tersebut harus menari dalam lingkaran seperti ayam jago, yang merupakan hewan roh terkait karakter tersebut. Jenis pakaian ini secara tradisional disediakan untuk orang-orang kaya di kota dan disajikan berbeda dengan pola dasar mabuk majeno . Seiring waktu, karakter menjadi kurang kostum orang kaya daripada petarung papan atas. Langos

Kata peru langos diterjemahkan menjadi belalang , dan kostum ini dibuat menyerupai satu. Pakaiannya terbuat dari bahan mengkilap, dan seringkali pemakainya memegang bangkai burung untuk menggambarkan kematian yang disebabkan belalang di daerah itu pada tahun 1940-an.
Q'ara Gallo

Pejuang khusus ini tidak mengenakan jenis pakaian berbeda yang dikaitkan dengan budaya Andes tetapi masih mengambil bagian dalam prosesi tetapi tidak dalam pertarungan seremonial.

Berjuang

Prosesi menuju lokasi pertarungan dimulai dengan falsetto bernada tinggi, metode produksi suara yang digunakan oleh penyanyi pria, terutama tenor, untuk menyanyikan nada yang lebih tinggi dari biasanya, melalui jalan-jalan. Prosesi ini berorientasi pada keluarga sebagai persiapan bagi anak-anak kecil yang akan melihat perkelahian yang kejam di kemudian hari. Anak-anak juga berdandan untuk acara tersebut, biasanya menyerupai karakter ayah mereka.

Tujuan pertempuran adalah untuk menyelesaikan konflik dengan individu, teman, anggota keluarga atau untuk menyelesaikan konflik teritorial yang muncul sepanjang tahun. Gaya tarung yang digunakan dalam perayaan tersebut relatif mirip dengan seni bela diri, yaitu menendang, meninju, dan kecepatan geraknya.

Mereka yang bertempur memanggil lawan mereka dengan nama depan dan belakang mereka. Mereka kemudian melanjutkan ke tengah lingkaran dan memulai pertarungan. Para pria yang bertarung harus membungkus tangan mereka dengan kain sebelum pertarungan. Menggigit, memukul orang di tanah, atau mencabut rambut tidak diperbolehkan selama pertarungan. Pemenang dipilih berdasarkan KO atau intervensi oleh ofisial. Ada pejabat amatir yang membawa cambuk untuk mengendalikan massa. Di awal dan di akhir pertarungan, lawan harus berjabat tangan atau saling berpelukan.

Jika yang kalah dalam pertarungan tidak setuju dengan hasilnya, dia dapat mengajukan banding untuk pertarungan lain. Jenis pertempuran ini juga menunjukkan tingkat kejantanan seseorang di komunitas Santo Tomás.
Musik

Jenis musik yang dimainkan dalam upacara tersebut disebut waylilla atau wayliya . Musik ini berasal dari tahun 1960 sebagai bagian dari gerakan perlawanan ideologis Taki Unquy . Lirik di waylilla berpusat di sekitar pencabutan otoritas, konfrontasi, dan kebebasan. Paduan suara diulangi dalam satu putaran tanpa henti selama prosesi menuju pusat kota. Masyarakat adat percaya bahwa menari waylilla akan mengubah mereka menjadi pribadi baru.
Alkohol

Ada hari-hari minum awal sebelum perayaan. Pada hari perayaan tersebut masyarakat berkumpul bersama, sarapan pagi di gereja setempat dan minum sebelum pertempuran dimulai. Setelah pertarungan, petarung akan minum lebih banyak alkohol untuk mematikan rasa sakit yang dialaminya selama pertarungan.
Lokasi

Perayaan utama terjadi di Peruvian Andes di provinsi Chumbivilcas yang berpenduduk sekitar 300, tetapi selama perayaan itu sekitar 3.000 berkumpul untuk menyaksikan perkelahian. Ada perayaan kedua yang berlangsung sehari setelah Natal di desa Llique, yang terletak di provinsi Cuzco. Di sinilah pejuang terbaik dari beberapa desa adat berkumpul untuk melepaskan energi negatif yang terpendam antara pria, wanita, dan bahkan anak-anak terkuat. Tidak ada polisi, tidak ada dinas militer dan tidak ada dinas pemerintah di komunitas-komunitas ini. Perayaan Takanakuy kini telah menyebar ke lingkungan perkotaan seperti Cuzco dan Lima.
Tanggal

Praktik adat yang sudah mapan terjadi pada tanggal 25 Desember atau, seperti yang dilihat sebagian orang di luar komunitas adat, Hari Natal. Seorang guru dari komunitas adat setempat di Santo Tomás menunjukkan pentingnya mengadakan upacara kekerasan seperti itu pada hari yang dianggap damai. "Ada makna sosial di dalamnya. Justru penyelesaian konflik, dan juga sebagai bentuk katarsis sosial ."
Gerakan kontemporer

Meski pemerintah Lima sudah berupaya memberantas Takanakuy, namun perayaan tersebut merambah ke daerah perkotaan seperti Cuzco dan Lima. Orang-orang non-pribumi sekarang mengambil bagian dalam adat budaya asli ini. Perayaan ini telah melewati batasan kelas dan masyarakat dari kelas menengah dan atas sekarang juga mengambil bagian dalam perayaan tersebut. Ada perayaan serupa di Bolivia yang disebut Tinku ; perayaan berlangsung pada bulan Mei di desa Potosi . Perayaan ini sangat mirip dengan Takanakuy; Namun, para wanita jarang bertengkar, dan perkelahian antara pria adalah perkelahian besar.

Dikutip dan diterjemahkan dari Wikipedia tgl 19 Desember 2020

Senin, 26 Oktober 2020

DAFTAR HARI-HARI PERINGATAN/HARI BESAR DI INDONESIA

DAFTAR HARI-HARI PERINGATAN/HARI BESAR  DI INDONESIA

Banyak orang tidak tahu bahkan tidak mengenal hari-hari peringatan di Indonesia. Baik hari peringatan keagamaan, organisasi, lembaga maupun hari peringatan nasional dan internasional. Untuk memberikan pengetahuan bagi kita semua, berikut ini saya cantumkan ratusan hari peringata nasional dan internasional yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber. Jika ternyata masih ada hari peringatan/perayaan yang belum tercantum, disilakan untuk berikan masukan melalui komentar di bawah.

Sebagai catatan, dapat saya sampaikan, bahwa khusus untuk hari raya gerejawi, penentuan hari raya Paskah akan menentukan hari raya lain sebelum dan sesudahnya. Hari Raya Paskah ditetapkan jatuh pada hari Minggu sesudah bulan purnama Paskah pada akhir bulan Maret atau April tiap tahunnya. Dengan demikian, perayaan Jumat Agung jatuh pada 2 hari sebelum Paskah, Kenaikan Yesus Kristus 40 hari setelah Paskah, Hari Raya Pentakosta jatuh pada hari ke-50 setelah Paskah.

Sedangkan untuk hari peringatan/perayaan keagamaan Islam tidak dicantumlkan karena penetapannya menggunakan kalender Hijriah sehingga tidak ada patokan baku untuk disesaikan dengan kalender Masehi.

Demikian pula untuk hari raya umat Hindu, Budha dan Kong Hu Chu. Tidak ada patokan baku untuk menetapkan tanggal perayaannya agar sesuai dengan kalender Masehi.

DAFTAR HARI-HARI PERINGATAN/HARI BESAR DI INDONESIA

  1.    01-Jan Tahun Baru Masehi (Internasional)
2.    01-Jan Hari Perdamaian Dunia
3.    03-Jan Hari Departemen Agama
4.    04-Jan Hari Konvensi Internasional Tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial
5.    05-Jan Hari Korps Wanita Angkatan Laut ( KOWAL)
6.    10-Jan Hari Lingkungan Hidup Indonesia
7.    10-Jan Hari Gerakan Satu Juta Pohon
8.    10-Jan Hari Tritura
9.    13-Jan Hari HAM Nelayan dan Masyarakat Sipil
10.    15-Jan Hari Darma Samudra
11.    25-Jan Hari Gizi dan Makanan
12.    25-Jan Hari Kusta Internasional (Internasional)
13.    26-Jan Hari Kepabeanan Internasional
14.    31-Jan Hari Ulang Tahun Nahdlatul Ulama (NU)
15.    02-Feb Hari Lahan Basah Sedunia (Konvensi Ramsar) (Internasional)
16.    04-Feb Hari Kanker Dunia (Internasional)
17.    05-Feb Hari Peristiwa Kapal Tujuh Provinsi (Zeven Provincien)
18.    05-Feb Hari Ulang Tahun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
19.    06-Feb Hari Internasional Nol Toleransi Bagi Praktik Sunat Perempuan
20.    09-Feb Hari Pers Nasional
21.    09-Feb Hari Persatuan Wartawan Indonesia
22.    09-Feb Hari Kavaleri
23.    13-Feb Hari Persatuan Farmasi Indonesia
24.    14-Feb Hari Valentine (Internasional)
25.    14-Feb Hari Peringatan Pembela Tanah Air (PETA)
26.    14-Feb Hari Peristiwa Merah Putih di Minahasa
27.    15-Feb Hari Kanker Anak-anak Sedunia
28.    19-Feb Hari KOHANUDNAS
29.    20-Feb Hari Pekerja Nasional
30.    20-Feb Hari Keadilan Sosial Sedunia
31.    21-Feb Hari Bahasa Ibu (Internasional)
32.    21-Feb Hari Peduli Sampah Nasional
33.    22-Feb Hari Istiqlal
34.    22-Feb Hari Kepanduan Sedunia
35.    23 Feb Hari Rotary Club
36.    24-Feb Hari Lahir Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama
37.    28-Feb Hari Gizi Nasional Indonesia
38.    01-Mar Hari Solidaritas LGBT Nasional
39.    01-Mar Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949
40.    01-Mar Hari Kehakiman Nasional
41.    05-Mar Hari Konvensi CITES (Perdagangan Satwa Liar)
42.    06-Mar Hari KOSTRAD (Komando Strategis Angkatan Darat)
43.    08-Mar Hari Perempuan (Internasional)
44.    09-Mar Hari Musik Nasional
45.    09-Mar Hari Wanita Indonesia
46.    10-Mar Hari Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI)
47.    11-Mar Hari Surat Perintah 11 Maret (SUPERSEMAR)
48.    13-Mar Hari Masyarakat Adat
49.    15-Mar Hari Hak Konsumen Sedunia
50.    17-Mar Hari Perawat Nasional
51.    18-Mar Hari Arsitektur Indonesia
52.    20-Mar Hari Kehutanan Sedunia (Internasional)
53.    20-Mar Hari Dongeng Sedunia (Internasional)
54.    21-Mar Hari Penghapusan Diskriminasi Rasial (Internasional)
55.    21-Mar Hari Hutan Sedunia
56.    21-Mar Hari Puisi Sedunia (Internasional)
57.    21-Mar Hari Down Sindrom (Internasional)
58.    21-Mar Hari Teater Boneka
59.    22-Mar Hari Air Sedunia (Internasional)
60.    23-Mar Hari Meteorologi Sedunia
61.    24-Mar Hari Tuberkulosis Sedunia (Internasional)
62.    24-Mar Hari Peringatan Bandung Lautan Api
63.    27-Mar Hari Teater Sedunia
64.    27-Mar Hari Klub Wanita Internasional (Women International Club Day -WIC Day)
65.    29-Mar Hari Filateli Indonesia
66.    29-Mar Hari Lahir Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)
67.    30-Mar Hari Film Indonesia
68.    01-Apr Hari Bank Dunia (Internasional)
69.    01-Apr Hari Marketing Indonesia
70.    01-Apr Hari Penyiaran Nasional
71.    02-Apr Hari Peduli Autisme Sedunia (Internasional)
72.    02-Apr Hari Buku Anak Sedunia (Internasional)
73.    06-Apr Hari Nelayan Indonesia
74.    07-Apr Hari Kesehatan Sedunia (Internasional)
75.    09-Apr Hari Penerbangan Nasional
76.    09-Apr Hari TNI Angkata Udara
77.    12-Apr Hari Bawa Bekal Nasional
78.    15-Apr Hari Zeni
79.    16-Apr Hari Komando Pasukan Khusus
80.    17-Apr Hari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
81.    17-Apr Hari Hemophilia Sedunia
82.    18-Apr Hari Peringatan Konferensi Asia-Afrika di Bandung
83.    19-Apr Hari Pertahanan Sipil (HANSIP)
84.    20-Apr Hari Konsumen Nasional
85.    21-Apr Hari Kartini
86.    22-Apr Hari Bumi/Earth Day/KTT Bumi (Internasional)
87.    23-Apr Hari Buku Sedunia (Internasional)
88.    24-Apr Hari Angkutan Nasional
89.    24-Apr Hari Solidaritas Asia-Afrika (Internasional)
90.    25-Apr Hari Malaria Sedunia
91.    26-Apr Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional
92.    26-Apr Hari Kekayaan Intelektual Sedunia
93.    27-Apr Hari Lembaga Pemasyarakatan Indonesia
94.    28-Apr Hari Puisi Nasional
95.    28-Apr Hari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Internasional)
96.    29-Apr Hari Tari (Internasional)
97.    01-Mei Hari Buruh Sedunia (Internasional)
98.    01-Mei Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat
99.    02-Mei Hari Pendidikan Nasional
100.    03-Mei Hari Kebebasan Pers Internasional
101.    03-Mei Hari Surya
102.    04-Mei Hari Pemadam Kebakaran Internasional
103.    05-Mei Hari Bidan Sedunia (Internasional)
104.    05-Mei Hari Lembaga Sosial Desa (LSD)
105.    08-Mei Hari Palang Merah Internasional
106.    10-Mei Hari Lupus Dunia (Internasional)
107.    11-Mei Hari Polisi Militer (POM-TNI)
108.    15-Mei Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN)
109.    15-Mei Hari Korps Resimen Mahadjaja/Jayakarta (Menwa Jayakarta)
110.    15-Mei Hari Keluarga Internasional
111.    16-Mei Hari Wanadri
112.    17-Mei Hari Buku Nasional
113.    17-Mei Hari Internasional Melawan Homophobia (IDAHOT)
114.    17-Mei Hari Komunikasi Internasional
115.    17-Mei Hari Ulang Tahun Perpustakaan Nasional RI
116.    19-Mei Hari Korps Cacat Veteran Indonesia
117.    20-Mei Hari Kebangkitan Nasional
118.    20-Mei Hari Bakti Dokter Indonesia
119.    21-Mei Hari Peringatan Reformasi
120.    21-Mei Hari Dialog dan Pengembangan Perbedaan Budaya Sedunia
121.    22-Mei Hari Keanekaragaman Hayati
122.    23-Mei Hari Penyu sedunia
123.    29-Mei Hari Lanjut Usia Nasional
124.    29-Mei Hari Keluarga
125.    29-Mei Hari Internasional Penjaga Perdamaian PBB
126.    31-Mei Hari Tanpa Tembakau Sedunia (Internasional)
127.    01-Jun Hari Lahir Pancasila
128.    01-Jun Hari Anak-anak Sedunia (Internasional)
129.    01-Jun Hari Susu Sedunia
130.    03-Jun Hari Pasar Modal Indonesia
131.    04-Jun Hari Anak Korban Perang
132.    05-Jun Hari Lingkungan Hidup Sedunia (Internasional)
133.    08-Jun Hari Laut Sedunia
134.    09-Jun Hari Satelit Palapa
135.    10-Jun Hari Media Sosial
136.    14-Jun Hari Donor Darah
137.    15-Jun Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN
138.    17-Jun Hari Dermaga
139.    17-Jun Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia
140.    21-Jun Hari Krida Pertanian
141.    21-Jun Hari Musik Dunia
142.    22-Jun Hari Ulang Tahun Kota Jakarta (sejak tahun 1527)
143.    23-Jun Hari Konvensi Bonn
144.    24-Jun Hari Bidan Indonesia (nasional)
145.    26-Jun Hari Anti Narkoba Sedunia (Internasional)
146.    29-Jun Hari Keluarga Berencana Nasional (KB)
147.    29-Jun Hari Keluarga Nasional (Harganas)
148.    01-Jul Hari Bhayangkara
149.    01-Jul Hari Buah
150.    02-Jul Hari Kelautan Nasiona
151.    05-Jul Hari Bank Indonesia
152.    05-Jul Hari Satelit Palapa
153.    11-Jul Populasi Sedunia
154.    12-Jul Hari Koperasi Indonesia
155.    14-Jul Hari Revolusi Prancis
156.    12-Jul Hari Koperasi Indonesia
157.    14-Jul Hari Pajak
158.    17-Jul Hari Keadilan (Internasional)
159.    17-Jul Hari Integrasi Timor Timur
160.    22-Jul Hari Kejaksaan
161.    23-Jul Hari Anak Nasional
162.    23-Jul Hari Tanpa Tivi
163.    23-Jul Hari Waspada Cacing
164.    23-Jui Hari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)
165.    24-Jul Pemerintah RI Meratifikasi Konvensi Perempuan Dengan UU NO.7/1984
166.    27-Jul Hari Sungai Nasional
167.    29-Jul Hari Bhakti TNI Angkatan Udara
168.    30-Jul Hari Ikrar Gerakan Pramuka
169.    31-Jul Hari lahir Korps Pelajar Islam Indonesia (PII)
170.    01-Agu Hari ASI Sedunia (Internasional)
171.    05-Agu Hari Dharma Wanita Nasional
172.    06-Agu Hari Peringatan Bom Hiroshima - Nagasaki
173.    08-Agu Hari Ulang Tahun ASEAN
174.    09-Agu Hari Masyarakat Adat (Internasional)
175.    10-Agu Hari Veteran Nasional
176.    10-Agu Hari Kebangkitan Teknologi Nasional
177.    12-Agu Hari Remaja Internasional (Internasional)
178.    12-Agu Hari wanita TNI Angkatan Udara (Wara)
179.    13-Agu Hari Peringatan Pangkalan Brandan Lautan Api
180.    13-Agu Hari Pengguna Tangan Kiri Internasional
181.    14-Agu Hari Pramuka (Praja Muda Karana)
182.    17-Agu Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
183.    18-Agu Hari Konstitusi Republik Indonesia
184.    19-Agu Hari Departemen Luar Negeri Indonesia
185.    21-Agu Hari Maritim Nasional
186.    23-Agu Hari Internasional Mengenang Perdagangan Budak & Penghapusanya (UNESCO)
187.    24-Agu Hari Televisi Republik Indonesia (TVRI)
188.    30-Agu Hari Internasional Penghilangan Paksa
189.    01-Sep Hari Jantung Dunia (Internasional)
190.    01-Sep Hari Buruh
191.    01-Sep Hari Polisi Wanita (POLWAN)
192.    03-Sep Hari Palang Merah Indonesia (PMI)
193.    04-Sep Hari Kesehatan Seksual Sedunia
194.    04-Sep Hari Pelanggan Nasional
195.    08-Sep Hari Aksara (Internasional)
196.    08-Sep Hari Pamong Praja
197.    08-Sep Hari Pamong Praja
198.    08-Sep Hari Rabies Sedunia
199.    09-Sep Hari Olah Raga Nasional
200.    11-Sep Hari Radio Republik Indonesia (RRI)
201.    11-Sep Hari Serangan 11 September 2001
202.    14-Sep Hari Kunjung Perpustakaan
203.    15-Sep Hari Demokrasi (Internasional)
204.    16-Sep Hari Ozon (Internasional)
205.    17-Sep Hari Perhubungan Nasional
206.    17-Sep Hari Palang Merah Nasional
207.    21-Sep Hari Perdamaian (Internasional)
208.    21-Sep Hari Alzheimer Sedunia
209.    23-Sep Hari Bahasa Isyarat Internasional
210.    22-Sep Hari Bebas Kendaraan Bermotor
211.    23-Sep Hari Maritim Nasional
212.    24-Sep Hari Agraria Nasional/Hari Tani
213.    24-Sep Hari Tani
214.    26-Sep Hari Kontrasepsi Sedunia
215.    26-Sep Hari Statistik
216.    27-Sep Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT)
217.    27-Sep Hari Bakti Pos dan Telekomunikasi
218.    28-Sep Hari Kereta Api
219.    28-Sep Hari Komunitas Nasional
220.    28-Sep Hari Rabies Sedunia
221.    28-Sep Hari Hak Untuk Mendapatkan Informasi
222.    28-Sep Hari Tunarungu Internasional
223.    28-Sep Hari Jantung Sedunia (Internasional)
224.    29-Sep Hari Sarjana Nasional
225.    30-Sep Hari Peringatan Pemberontakan G30S/PKI
226.    30-Sep Hari Penerjemah Internasional
227.    Senin I Oktober Hari Habitat (Setia hari Senin Pertama bulan Oktober)
228.    Kamis II Oktober -Hari Mata Sedunia (setiap hari Kamis kedua bulan Oktober)
229.    01-Okt Hari Lansia Internasional
230.    01-Okt Hari Kesaktian Pancasila
231.    01-Okt Hari Bea dan Cukai
232.    01-Okt Hari Vegetarian Sedunia (Internasional)
233.    02-Okt Hari Batik Nasional dan Sedunia (Internasional)
234.    02-Okt Hari Susu Nasional
235.    02-Okt Hari Tanpa Kekerasan Internasional
236.    02-Okt Hari Hewan Ternak Sedunia
237.    04-Okt Hari Hewan Sedunia
238.    05-Okt Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI)
239.    05-Okt Hari Guru Sedunia
240.    08-Okt Hari Tata Ruang Nasional
241.    09-Okt Hari Surat Menyurat Internasional
242.    09-Okt Hari Pos Dunia
243.    10-Okt Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (Internasional)
244.    10-Okt Hari Internasional Menentang Hukuman Mati
245.    12-Okt Hari Museum Nasional
246.    12-Okt Hari Radang Sendi (Artritis) Sedunia.
247.    14-Okt Hari Penglihatan Sedunia (Internasional)
248.    15-Okt Hari Wanita Pedesaan Sedunia
249.    15-Okt Hari Mencuci Tangan Dengan Sabun Sedunia
250.    15-Okt Hari Hak Asasi Binatang (Internasional)
251.    16-Okt Hari Pangan Sedunia (Internasional)
252.    16-Okt Hari Parlemen Indonesia
253.    17-Okt Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional
254.    18-Okt Hari Perpustakaan Sekolah Internasional
255.    20-Okt Hari Osteoporosis Sedunia (Internasional)
256.    20-Okt Hari Statistik Internasional
257.    22-Okt Hari Santri Nasional
258.    24-Okt Hari Dokter Indonesia
259.    24-Okt Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
260.    24-Okt Hari Polia Sedunia
261.    26-Okt Hari Interseks Internasional
262.    27-Okt Hari Listrik Nasional
263.    27-Okt Hari Penerbangan Nasional
264.    27-Okt Hari Narablog Nasional
265.    28-Okt Hari Sumpah Pemuda
266.    29-Okt Hari Stroke Sedunia
267.    30-Okt Hari Keuangan
268.    01-Nov Hari Inovasi Nasional
269.    03-Nov Hari Kerohanian
270.    05-Nov Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
271.    06-Nov Hari Internasional Penyelamatan Lingkungan dari Perang dan Konflik Bersenjata
272.    08-Nov Hari Perencanaan Kota Dunia
273.    09-Nov Hari Seksualitas Muslim Sedunia
274.    09-Nov Hari Penemu
275.    09-Nov Hari Kebebasan Sedunia
276.    10-Nov Hari Pahlawan
277.    10-Nov Hari Ganefo
278.    11-Nov Hari Bangunan Indonesia
279.    12-Nov Hari Kesehatan Nasional
280.    12-Nov Hari Ayah Nasional
281.    14-Nov Hari Diabetes Sedunia (Internasional)
282.    14-Nov Hari Brigade Mobil (BRIMOB)
283.    16-Nov Hari Toleransi Internasional
284.    16-Nov Hari Konferensi Warisan Sedunia (Internasional)
285.    19-Nov Hari Pria/Laki-laki Internasional
286.    20-Nov Hari Anak Sedunia (Internasional)
287.    20-Nov Hari Internasional Untuk Transgender (Trangender Day)
288.    21-Nov Hari Pohon Internasional
289.    21-Nov Hari Televisi Sedunia (Internasional)
290.    22-Nov Hari Perhubungan Darat Nasional
291.    25-Nov Hari Anti KekerasanTerhadap Perempuan Internasional
292.    25-Nov Hari Guru (PGRI)
293.    28-Nov Hari Menanam Pohon Indonesia
294.    28-Nov Hari Dongeng Nasional
295.    29-Nov Hari KORPRI (Korps Pegawai RI)
296.    01-Des Hari AIDS Sedunia (Internasional)
297.    01-Des Hari Artileri
298.    03-Des Hari Penyandang Cacat Internasional
299.    04-Des Hari Artileri
300.    05-Des Hari Armada
301.    05-Des Hari Relawan Internasional
302.    07-Des Hari Penerbangan Sipil (Internasional)
303.    09-Des Hari Pemberantasan Korupsi Sedunia (Internasional)
304.    10-Des Hari Hak Asasi Manusia (Internasional)
305.    12-Des Hari Transmigrasi
306.    12-Des Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas)
307.    13-Des Hari Kesatuan Nasional (Nusantara)
308.    15-Des Hari Juang Kartika TNI-AD (Hari Infanteri)
309.    17-Des Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Pekerja Seks
310.    19-Des Hari Bela Negara
311.    20-Des Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional
312.    22-Des Hari Sosial
313.    22-Des Hari Ibu
314.    22-Des Hari Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad)
315.    23-Des Ulang Tahun Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)
316.    25-Des Hari Raya Natal Yesus Kristus
317.    29-Des Hari Keanekaragaman Hayati


HARI RAYA DALAM AGAMA KRISTEN
Katolik dan Ortodoks

  1. Minggu akhir November, Adven, (4 hari setiap minggu sebelum Natal)
  2. 25 Desember, Natal Yesus
  3. 6 Januari, Epifani / Teofani, (12 hari setelah Natal)
  4. Kamis akhir Maret hingga minggu kedua April) Kamis Putih, Tiga hari sebelum Paskah
  5. Jumat Agung/Kematian Yesus, (2 hari sebelum Paskah)
  6. Sabtu akhir Maret hingga minggu kedua April, (Sabtu Suci Sebelum Paskah)
  7. Minggu akhir Maret hingga minggu kedua April, Paskah / Kebangkitan Yesus.
  8. Kamis minggu ketiga Mei hingga minggu pertama Juni, Kenaikan Yesus (40 hari setelah Paskah)
  9. Kamis minggu pertama hingga ketiga Juni Pentakosta/Ketuangan Roh Kudus (50 hari setelah Paskah)


Protestan

  1. 25 Desember, Natal
  2. 2 hari sebelum Paskah, Jumat Agung
  3. Hari Minggu setelah Purnama, Paskah
  4. 40 hari Setelah Paskah, Kenaikan Yesus
  5. 50 hari setelah Paskah, Pentakosta


HARI RAYA DALAM AGAMA YAHUDI

  1. Hari persiapan
  2. Hari Raya Paskah
  3. Hari Raya Pendamaian
  4. Hari Raya Pentahbisan
  5. Hari Raya Pentakosta (Yahudi)
  6. Hari Raya Pondok Daun
  7. Hari Raya Roti Yang Tidak Beragi
  8. Hari Tuhan


HARI RAYA AGAMA ISLAM

  1. 1 Syawal - Idul Fitri - Salat Ied
  2. 10 Dzulhijjah - Idul Adha - Salat Ied & Kurban
  3. 10 Muharram - Hari Asyura - Hari ini diperingati bagi kaum Syi'ah untuk memperingati wafatnya Imam Husain bin Ali
  4. 12 Rabiul Awal - Maulud Nabi Muhammad - Hari kelahiran Nabi Muhammad
  5. 27 Rajab - Isra' Mi'raj


HARI RAYA DALAM AGAMA HINDU

  1. Januari - Siwa Ratri
  2. Januari dan Agustus - Saraswati
  3. Januari dan Agustus - Pagerwesi sesudah Saraswati
  4. Januari atau Februari - Thaipusam
  5. Maret - Tawur Kesanga - sebelum Nyepi
  6. Maret - Nyepi
  7. Maret Ngembak Geni - sesudah Nyepi
  8. Maret dan Oktober - Galungan
  9. April dan November Kuningan - seminggu sesudah Galungan
  10.  Oktober atau November - Deepavali


HARI RAYA DALAM AGAMA KONG HU CU

  1. 1 Cia Gwee - Tahun Baru Imlek
  2. 9 Cia Gwee -Keng Thi Kong (Sembahyang besar kepada Tuhan YME)
  3. 15 Cia Gwee - Cap Go Meh
  4. 18 Ji Gwee - Wafat Nabi Khonghucu
  5. 4/5 April - Cheng Beng (Berziarah ke makam leluhur)
  6. 5 Go Gwee - Peh Cun (Diadakan lomba perahu naga)
  7. 7 Chit Gwee - Keterampilan
  8. 15 Chit Gwee - Arwah Leluhur
  9. 15 Peh Gwee - Sembahyang Tiong Chiu (Hari raya kue bulan)
  10.  27 Peh Gwee - Lahir Nabi Khonghucu
  11.  15 Cap Gwee - Sembahyang Besar bagi Malaikat Bumi
  12.  21/22 Desember - Genta Rohani, Bok Tok
  13.  24 Cap Ji Gwee - Malaikat Dapur (Coo Kun) Naik
  14.  29 Cap Ji Gwee - Sembahyang kepada Leluhur
  15.  1/15 setiap bulan – Imlek (Sembahyang kepada Kemuliaan Tuhan)


CATATAN UNTUK HARI RAYA HINDU

  • Hari Raya Galungan - Hari raya ini datang setiap 6 bulan sekali tepatnya pada hari Rabu (Buda), Kliwon, wuku Dungulan.  
  • Hari Raya Kuningan - Dirayakan 10 hari setelah perayaan Hari Raya Galungan, sehingga secara otomatis digelar setiap 6 bulan (210 hari) sekali yaitu pada hari Sabtu (Saniscara), Kliwon, wuku Kuningan.
  • Hari Raya Nyepi - Hari Raya Agama Hindu ini, merupakan hari tahun Baru kalender ISaka, sehingga otomatis perayaanya setiap satu tahun sekali (antara Maret-April). Hari Raya ini jatuh pada hitungan Tilem (bulan mati) sasih Kesanga (bulan-9).
  • Hari Raya Saraswati - Hari Raya agama Hindu ini diyakini sebagai hari suci turunya Ilmu Pengetahuan, manisfestasi Tuhan yang dipuja saat perayaan ini adalah Dewi Saraswati. Perayaannya jatuh pada hari Sabtu (Saniscara), Umanis, Wuku Watugunung setiap 6 bulan sekali.
  • Hari Raya Siwaratri - Dirayakan setahun sekali sesuai kalender Saka yaitu pada hari Tilem (bulan mati) sasih Kepitu.
  • Hari Raya Pagerwesi - Hari Raya Agama Hindu ini digelar setiap 6 bulan sekali yaitu pada hari Rabu (Budha), Kliwon, wuku Sinta.  
  • Hari Purnama Tilem - Hari Purnama (bulan penuh) dan Tilem (bulan mati), datangnya setiap 30 dan 29 hari sekali. 

 
CATATAN UNTUK HARI BESAR KONG HU CHU

  1. Tanggal 24 bulan 12 Imlek - Malaikat dapur naik ke langit.
  2. Tanggal 29 bulan 12 Imlek - Sembahyang kepada arwah leluhur
  3. Tanggal 1 bulan 1 Imlek - Tahun Baru Imlek - Penanggalan yang dipakai oleh agama Khongcu untuk mengatur persembahyangan yang di buat oleh Nabi Khongcu. Nabi Khongcu mengambil sumbernya dari penangalan dinasti Sia (2200 SM) yang sudah di tata kembali oleh Nabi Khongcu.
  4. Tahun Zaman Nabi Khongcu Tahun Baru jatuh 22 Desember. 4 Februari pergantian musim dingin ke musim semi. Jadi imlek bukan perayaan musim semi. Perkiraan tanggal 1 imlek, rentang waktunya 15 hari kedepan dan 15 hari kebelakang dari 4 Februari tersebut.Tiap 4 atau 5 tahun sekali ada bulan ke 13, untuk menggenapi agar perhitungan tersebut tidak berubah.Pada hari Tahun Baru tersebut Orang yang lebih muda memberikan salam kepada yang lebih tua.
  5. Tanggal 8 bulan 1 Imlek - Sembahyang kepada Tuhan Yang Maha Esa
  6. Tanggal 15 bulan 1 Imlek - Cap Go Meh - Upacara sembahyang kepada Tuhan untuk mengucapkan terimakasih dan memulai kehidupan baru..
  7. Tanggal 5 April (bulan 3 Imlek) - Cing Bing - Membersihkan makam, menata makam yang rusak.
  8. Tanggal 5 Bulan 5 Imlek - Twan Yang - Matahari, bulan dan Bumi, posisinya membentuk sudut 90 derajat. Sebagai hari yang dipandang mempunyai daya alam yang luar biasa. Dibarengi dengan upacara kematian Kut Gwan ( perdana menteri Negeri Chu yang bunuh diri pada zaman Chan Kuo (300 SM))
  9. Tanggal 15 Bulan 7 Imlek - Hari sembayang Rebutan / sembayang arwah umum Upacara yang ditujukan kepada arwah yang tidak disembahyangi oleh keluarganya pada tanggal tanggal 29 bulan 12 Imlek dan 5 april.
  10. Bulan 7 menurut penanggalan imlek dianggap bulan yang tidak baik. Karena posisi Im dan Yang saling menjauhi. Pada bulan itu banyak roh-roh yang bergentayangan karena tidak disembahyangi oleh keluarganya.
  11. Tanggal 15 Bulan 8 Imlek Sembahyang Tiong Jiu - Sembahyang terhadap Tuhan karena berkah yang diberikan kepada manusia. Panen disimpan untuk persediaan musim dingin dan musim berikutnya.
  12. Tanggal 22 desember Hari Tangcik / Sembahyang Ronde - Sembahyang puncak musim dingin. Untuk Agama Khong Cu disebut juga hari genta rohani. Pada hari itu Nabi Khongcu mulai melakukan perjalanan mengajarkan ajaran agamanya selama 14 Tahun. Setelah Pulang Nabi Khongcu kemudian mendirikan sekolah.

Catatan: Penanggalan Imlek baru dipakai resmi setelah Dinasti Han (Abad 2 SM).



Label

. Menkeu 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955. 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2010 2011 2013. 2014 A AA abad ke-7 ABC abdul hadi wm ABK Abu Nawas Aceh achdiat k mihardja Adat agama Ahok AI airmadidi Airmadidi. ajaran sesat ajib hamdani Al-Qur'an Alkitab AMBON amsal amurang anak yatim/piatu anak-anak anggaran Angkatan 45 angsuran animal animasi animation Anjab Antasari aplikasi mobile apresiasi sastra Apuse Arab architectur architecture arsitektur artificial intelligence artikel. asal-usul lagu yamko rambe yamko Askes ASN Asrul Sani Astinet asuransi audio audio to text ayu ting ting B Babilonia baca artikel dibayar bahasa Bahasa Belanda bahasa daerah Bahasa Indonesia bahasa kreol Bahasa Portugis bahasa Termate Bahlil Dahadalia bahundak Bait Allah bajak BANJAR bank banten bantuan korea selatan Bapertarum barang dan jasa pemerintah Basuki BATAK batas laut batas usia pensiun. PP BB BBM bersubsidi Bea Cukai beasiswa bekerja dari rumah Belanda bencana bendera beras berita Betlehen biaro Bidat billing bimbo BIODATA BIOGRAFI bisnis bisnis gratis bisnis properti bisnis sampingan Bitung BKD BKN blogger BNI BNN bobbit worm Bolaang Mongondow Bolmut Bolong Bolsel Boltim BPJS BPKB BRI briptu norman kamaru BTN Bu Tahanusang budaya Budaya Kerja budayawan bugil building buku bulan BUMD BUMN bunaken bung karno BUP bupati C Camat CC ccovid-19 cerita rakyat cerpen Chairil Anwar China choir cicilan cincin cinta CIO CIPTA KERJA CIPTAKERJA civil servant classical coconut octopus collorydianisme conference contoh convert copy-paste foto covid-19 CPNS cuti cuti bersama D D.Brilman Dacuda Pocket Scanner daerah daerah otonom baru Dana Sehat DAU denda desa desain detektor logam Dhana Widyatmika Dialek Diklat Kompetensi DIKLAT PIM dirjen dirjen anggaran disiplin diskusi diving DKI doa dogma dokumen dolar domain dongeng download DP3 DPR drama dramatik dramatis personae DRH Driver duasudara dubes duda duit dunia E e-billing e-Gov E-KTP e-voting edaran Edaran Mendagri eigendom ekonomi eksistensialisme eksperimental ekstensi eliezer Ensiklopedi Epifanius erupsi esai eselon extension F f. Kelling facebook Fiery Cross Reef Filsafat fisik foto funny gaji gaji baru PNS gaji baru Polri gaji baru TNI gaji hakim gaji ke-13 Gaji PNS 2013 gaji polri 2011 gaji polri 2013 gaji tni 2011 gaji TNI 2012 gaji tni 2013 galungan Ganefo gangguan kecemasan ganti logo blogger garuda gaya hidup gayus GCIO gelombang gembala gempa generasi Alfa generasi baby boomers generasi diam generasi milenial generasi Z gereja GG Gibran Rakabuming GMIM Golongan Ruang Google Cloud Google drive Google One grafik Gregorian gubernur gunung api Gunung Ruang gunung Salak guru hairy frogfish hakim halmahera HAM hari libur hari raya HB Yassin HB Yassin. HB Yassin HB Yassin. Pusat Dokumentasi hewan Hijriyah Hindu hobby home honorer house hukum hut I Nyoman Nuarta idul fitri II Ijazah Palsu iklan gratis iklan rumah IKN imlek Indihome Indonesia industri Infotek Inggris Injil Inpres instansi pemerintah integritas interior internet Islam israel istana garuda Istana Garuda Ibukota Nusantara Istana Presiden IKN IT ITE ITM jabatan fungsional jabatan pimpinan jabatan struktural jaksa janda JAWA jenderal jiwa Johnson Reef Jokowi jual-beli jual-beli rumah Julian K-1 K-2 KABUPATEN kalabat kalender Kalimantan kampanye kampus Kamus kandang domba kartu kredit karunia KARYA SATYA Kasus kata bijak kata mutiara kata-kata bijak kata-kata hikmat kata-kata mutiara kawasan khusus kawin KBBI KDKMP keamanan KEK Kekayaan kelahiran Yesus kelas keluarga kelurahan Kemen-PU Kemendagri Kemenkeu Kemenkum-HAM Kementrian kenaikan gaji kenaikan pangkat Kepala Daerah Kepdirjen Keppres kepribadian Keputusan Ka BKN keputusan menteri kerajaan kereta jenazah kereta kerajaan kereta pernikah william kerja Kesehatan keuangan Khotbah khotbah. kiamat Kisah Mahabarata KK Klasik Kode Etik koloriadianisme komedi Kominfo konstitusi konversi koor koperasi korpri Korupsi KOTA Kotamobagu koupsi KPCPEN KPK kristen Kritik Sastra kritik seni kue kuliah kunci foto L lagu lagu daerah Lagu Daerah lagu daerah Jawa Timur Lagu daerah Papua Lagu daerah Riau Lagu Daerah Sangihe lagu nasional lagu Papua lambang daerah langganan langowan lapas larangan laut Laut China Selatan lawak lebaran legenda lemang Lembaga Negara lembeh Lembeh Resort Lembeh Strait LG LHKPN libur nasional liburan Likupang lingkungan kerja Lirang lirik lirik lagu Lirik Lagu Daerah litle logo lokon lomba sastra lowongan lucu Lurah M magnitudo mahasiswa mahasiswa baru mahawu makar MALUKU Malut Manado mandarin fish Manganitu manusia marah rusli marga masa Anak-anak masamper masarang Masehi Mawali Mazmur media massa meja Melayu mendagri mengajar menkeu Menpan merah putih MERS Mesir mesjid metal detector Meyer migdal eder mimic octopus Minahas minahasa Minahasa Selatan Minahasa Tenggara Minahasa Utara minangkabau Mischief Reef mistik mitos MM mobil bekas mobil jenazah mobil mewah mochtar lubis model money Mongondow monumen moratorium motivasi motivasi hidup Mouse Scanner MPR Mr. Assat Mr. Sjafruddin muhaling Muhammad Musa mutasi nabi NAD nama domain nama etnis nama fam nama klan nama marga nama orang nama suku NARKOBA Nasdem nasi jaha Nasrani natal negara NEWS NII nikah NIP novel Nuklir Nusantara o ina ni keke OMNIBUS LAW oneness Orang Terkaya orde baru outsourcing pada pahlawan padang gembala paduan suara Pajak PAK pakaian adat Pakaian Dinas pandemi Pangdam pangkat PNS pangkat polri pangkat TNI pantai pantekosta pantun papan tulis elekronik papan tulis sekolah PAPUA partitur paskah paypal pdf pegawai pegawai tidak tetap pemerintah pejabat pejabat eselon pejabat pimpinan tinggi pelantikan pelayan khusus Pelindo pemalsuan pembunuhan Pemda Pemerintah pemerintah daerah pemilihan pemukiman pendaki pendeta pendidikan penembakan penerbangan penerimaan CPNS penerimaan pegawai BUMN penipuan Penpres pensiun pensiun pokok pensiunan pentakosta penyair penyaliban penyimpanan Perang Dunia peraturan kepala BKN peraturan menteri Peraturan Pemerintah perda perguruan tinggi perhubungan Peribahasa Periodisasi Perjalanan Dinas Perjanjian Lama perjuangan perkawinan Permen pernikahan william dan kate PERPPU PERPPU 1959 Perpres pers perumahan Perumnas pesawat pidato pigmy seahorse Pilgub DKI Pilkada Pilpres pinjaman plagiat PLN PMK PMK. Menkeu PNBP PNS PNS. Kekayaan poem poetry polisi politik politisi polling polri Portugis postmodernism PP PP 53 PP1998 PP2000 PP2001 PP2002 PP2011 PP2012 CPNS PPATK PPPK Prabowo prabu siliwangi pramugari Presiden RI Presiden SBY pria profesi propinsi proposal prosa protes Provinsi proyek psikiater psikis psikologi PTTP Puisi puisi lama pulau Spratly pulsa PUPNS PUPR purnawirawan Pusat Pusat Dokumentasi R raja ramalan ramayana rapel Rasul Rasul Paulus Ratahan read real estate Rek Ayo Rek rekening rekening gendut remunerasi remunerasi PNS daerah renovasi renungan resensi Retribusi Menara review sastra ribbon eel RIS Rismon Sianipar ritual Rivai Apin roh roman Romawi ROSIHAN ANWAR Roy Suryo rumah rumah kontrakan rumah mewah rumah murah Rumah Sakit rumah sederhana rumah tangga RUU RUU ASN RUU BPJS RUU Tipikor S salary salib sambo sandi sangihe SANGIHE TALAUD SANKSI santo sapaan SARS sastra sastra daerah sastra indonesia sastra online satgas SATYALENCANA Scribd sejarah sejarah Al'Quran sejarah gereja sejarah gereja. Sejarah Sastra Sekda sekolah dasar selingkung Seminar seniman sertifikasi guru server Shukoi siau siber SIM sinagoge Singapura sinopsis sipir siswa Sitaro siti nurbaya SK skala richter sms soeharto Soekarno Soleram Solo Soputan sosialisasi sosiologi Spanyol STAN standar biaya STNK storage stress studi komparasi su domain sub domain Subi Reef sufi Sukhoi suku maya Sulawesi Utara Sulut surat edaran Surat Kepercayaan Gelanggang Sutiyoso syahrini syair T tabel tabel gaji pns 2000 tabel gaji pns 2011 tabel gaji pns 2012 tabel gaji pns 2013 tabel gaji pns 2019 Tabel Gaji Polri 2012 Tabel Gaji Polri 2014 TABEL GAJI TNI 2011 TABEL GAJI TNI 2012 TABEL GAJI TNI 2013 tabel gaji TNI 2014 TABEL LENGKAP GAJI POLRI 2011 tabungan tabut Taguladang tagulandang tahun baru tahuna takhayul talaud tanah Tangkoko TAP MPR Taperum tarian tata bahasa taurat taurat. teater Dian teknologi teks Telekomunikasi Tenaga Ahli terminal Ternate teror TERORIS text to audio The Age the royal wedding TIK tips tni TOKOH tokoh dunia tokoh indonesia tokoh islam tomohon tondano torah tradisi transfer trinitas Try Sutrisno tsunami Tsunami tulude tunjangan TVRI Two Fish U uang UGM UN undang-undang Undang-Undang Pokok Agraria unduh unitarian Unpad Unsrat upacara upacara adat UU UU 1948 UU ASN UU Penerbangan UUD UUDS UUPA V vaksin video video conference video lucu viral virus VOC W wabah waisak wakil presiden wali kota walikota wamen warakawuri wartawan website WHO Wikileaks william shakespeare wisata selam wise word Woody Reef Wuhan Yahudi yamko rambe yamko Yehuda Yerusalam Yesus Yosua Yus Badudu yusuf hamka