- Daftar alamat pejabat-pejabat negara 1976/1977
- Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 60 Tahun 2007 Tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil Di Lingkungan Depar[t]emen Dalam Negeri Dan Pemerintah D
- Peraturan pemerintah tentang kenaikan gaji baru pegawai negeri sipil (PNS) tahun 2001
- Indonesia Tourism Gearing Up for the Nineties
- Pemeriksaan Industri Dalam Pengendalian Pencemaran: Buku Acuan Bagi Pejabat Pengawas Lingkungan Dan Praktisi Lingkungan Hidup
- Pedoman Peraturan Pejabat Pembuat Akta Tanah Di Indonesia (Seri Pertanahan)
- REFORMASI MENUJU POLRI YANG PROFESIONAL
- HAM dan POLRI
- Islam dan TNI-Polri dalam reformasi ideologi politik
- Wacana reformasi (Seri merenungi kritik terhadap Polri)
- Batu sandungan (Seri merenungi kritik terhadap POLRI)
- Menjawab kritik & mengkritik ABRI (TNI & Polri)
- Merenungi kritik terhadap POLRI
- Bom-tawur-senpi (Seri merenungi kritik terhadap Polri)
- Mahasiswa menuntut (Seri merenungi kritik terhadap POLRI)
- Kerusuhan (Seri merenungi kritik terhadap Polri)
- Membangun Polri yang kuat: Belajar dari macan-macan Asia
- Penegakan hukum dilapangan oleh Polri: Dalam mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab : sebagai kebijakan penegakan hukum dalam pencegahan kejahatan
- Awaloedin Djamin, pengalaman seorang perwira Polri
Berbagi pengetahuan bahasa, seni musik, sastra, sejarah, budaya, etnik, agama Kristen, agama Islam, lagu daerah, lagu rohani, undang-undang dll.
Senin, 07 Februari 2011
Buku-buku penting tentang PNS, Pejabat, TNI dan Polri
Jumat, 04 Februari 2011
Resensi Roman Atheis
Pengarang : Achdiat K. Mihardja
This novel tells about the lives of the characters story Hasan, Rusli, Kartini and Anwar-minded atheist to deny the existence of God.
Hasan, who works in the Bandung Municipal Office of Water, formerly so devout religious activity as taught his parents since childhood. His meeting with Rush, HIS classmate in Tasikmalaya, making his conviction affected. Rush is an activist political movement and lead to attitude and behavior of atheists.
Roman ini berkisah tentang kehidupan para tokoh ceritanya Hasan, Rusli, Kartini dan Anwar yang berpandangan atheis dengan mengingkari adanya Tuhan.
Hasan yang bekerja di bagian air Kantor Kotapraja Bandung, semula begitu taat melakukan aktivitas keagamaan sebagaimana diajarkan kedua orangtuanya sejak masa kecil. Pertemuannya dengan Rusli, teman sekelasnya di HIS Tasikmalaya, membuat keyakinannya terpengaruh. Rusli merupakan seorang aktivis gerakan politik dan menjurus pada sikap dan perilaku atheis.
Sebagai seorang aktivis politik, Rusli pandai berargumentasi dan berdiskusi dengan Hasan. Karena itu, Hasan selalu terpojok jika berdiskusi tentang ketuhanan.
Semula Hasan masih bertahan pada keyakinannya tentang agama yang dia anut. Namun setelah lama bergaul dengan Rusli dan juga Kartini dan Anwar, ketaatannya dalam menjalankan ajaran agama semakin luntur. Ia pun berperilaku atheis manakala paham Marxisme ditanamkan Rusli dan terlebih lagi manakala ia mencintai Kartini, seorang janda mantan isteri ke-4 seorang lintah darat..
Hasan pun benar-benar menjadi atheis. Ia telah berani berdebat dengan ayahnya, seorang pensiunan di desa yang taat beragama. Karena itu, perselisihan di antara mereka tak bisa dihindakan lagi. Hasan menolak Aminah, calon istri pilihan orangtuanya, karena ia telah mencintai Kartini. Ayahnya pun menuduh Hasan sebagai seorang yang murtad.
Hasan pun menikahi Kartini. Semula hidup mereka bergitu rukun. Namun kemudian rumah tangganya mengalami goncangan akibat sikap Kartini yang terlalu bebas bergaul dan rasa cenduru Hasan. Apalagi ketika Kartini sering pergi bersama Anwar, dan menginap bersama di hotel. Akhirnya kehidupan Hasan berantakan. Rumah tangganya hancur, sementara hubungan dengan orangtuanya telah putus. Ia pun harus menerima nasib yang lebih buruk ketika harus menjadi penderita TBC.
Di sebuah hotel tempat ia menginap, ia menemuka nama dalam daftar tamu hotel, nama Anwar dan isteri. Padahal Anwar belum beristeri. Setelah ia menanyakan kepada pelayan hotel tentang ciri-ciri tamu bernama Anwar dan isteri, ia semakin yakin kalau isteri Anwar itu adalah Kartini, isterinya. Amarah dan dendam pun memenuhi batinnya. Ia ingin melampiaskannya dengan membinasakan Anwar dan Kartini.
Ia lalu mengejar kemana-mana Anwar dan Kartini. Kendati ada jam malam yang diberlakukan pihak Jepang, ia tidak menghiraukannya. Ia terus berjalan mencari dan mengejar Kartini dan Anwar. Peringatan demi peringat serdadu Jpeang tidak dihiraukannya lagi karena membaranya dendam dan amarah. Akibatnya, Letupan senapan serdadu Jepang harus bersarang di tubuhnya. Hasan pun tewas tanpa bisa melampiaskan amarah dan dendamnya kepada Anwar dan Kartini.
Jalan Tak Ada Ujung
Pengarang : Mochtar Lubis
Jalan Tak Ada Ujung adalah roman karya Mochtar Lubis. setelah terbit tahun 1952, buku ini mendapat penghargaan dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional. Karena itu, buku ini pun diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh A.H. Johns dengan judul A Road With No End yang diterbitkan di London pada tahun 1968.
Isinya mengisahkan perjalan hidup 3 tokoh utama cerita yakni Isa, Hazil dan Fatimah. Isa adalah seorang guru berjiwa seni pada salah satu Sekolah Dasar di Jakarta. Karena itu, wataknya sangat lembut, halus dan cinta damai. Karena kelembutannya itu, ia dinilai sangat lemah dalam menghadapi pergolakan yang dicetuskan oleh para pemuda pejuang di masa revolusi. Hubungan suami-isteri dengan istrinya Fatimah juga mengalami ketidakharmonisan karena Isa bersifat dingin dan kurang peduli terhadap kebutuhan dan kepentingan Fatimah.
Hazil adalah teman karib Isa. Berbeda dengan Isa, Hazil adalah seorang seniman yang memiliki watak dinamis dan pemberani, revolusioner dan pandai bergaul. Karena itu ia berhasil mempengaruhi Isa. Akibat keakraban di antara keduanya, Hazil menjadi kepercayaan Isa, sampai-sampai ia begitu bebas bertindak di rumah Isa. Hal ini menyebabkan Hazil berselingkuh dengan Fatimah isteri Isa. Banyak waktu luang dimanfaatkan oleh Hazil bermain biola di rumah Isa walaupun Isa tidak berada di rumah dan hanya berdua dengan Fatimah. Hubungan gelap antara Isa dan Fatimah ini akhirnya diketahui oleh Isa, namun tidak berani mengambil tindakan walaupun ia telah memiliki banyak bukti perselingkuhan itu.
Rasa cinta damai dan benci pertumpahan darah dalam diri Isa akhirnya dikalahkan oleh Hazil dengan mengajaknya untuk terjun ke medan perjuangan berupa gerakan bawah tanah untuk melawan penguasa Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia.
Suatu kali Isa mendapat tugas rahasia untuk mengranat sebuah gedung meledakkan bioskop yang banyak dikunjungi serdadu Nica. Namun karena takutnya, ketika baru 1 granat diledakkan, Isa lari tunggang langgang dan tidak sempat melaporkannya kepada Hazil dan Rahmat. Akhirnya Isa tertangkap oleh Belanda setelah Hazil dan Rahmar diinterogasi. Mereka ditahan bersama dan Hazil menangis tersesdu-sedu meminta maaf kepada Isa karena telah berkhianat. Dalam situasi itu sifat Isa berubah menjadi tegar sebaliknya Hazil yang pemberani berubah menjadi seorang yang ketakutan sehingga nyaris membuatnya mati karena perasaannya itu.
Deru Campur Debu
Deru Campur Debu (Roar Mix Dust) is an anthology or collection of poems from Chairil Anwar. This book was first published by the PT Pembangunan Jakarta in 1949. Finally, the book is published by Dian Rakyat Jakarta in 2008.
The contents of this book of 45 poems that reflect the struggle of the title was never extinguished and continues formations in the course of time. His works were written due to the encouragement of struggle against the occupiers, both Dutch and Japanese by the Allied troops who invaded the nation of Indonesia.
Although the author has long gone, his works still can we enjoy today.
==
Deru Campur Debu adalah buku antologi atau kumpulan puisi dari Chairil Anwar. Buku ini pertama kali diterbitkan oleh PT Pembangunan Jakarta pada tahun 1949. Terakhir, buku ini diterbitkan oleh Dian Rakyat Jakarta pada tahun 2008.
Isi buku ini berupa 45 judul puisi yang mencerminkan perjuangan tak pernah padam dan terus membahana dalam perjalanan waktu. Karya-karyanya ditulis akibat dorongan semangat perjuangan melawan kaum penjajah, baik Belanda dengan tentara Sekutu maupun Jepang yang menjajah bangsa Indonesia.
Meski sang penulis telah lama pergi, karya-karyanya masih dapat kita nikmati hingga sekarang.
Poetry bestseller boasts saucy secret in the bookbinding … 18th century porn
Charlotte Higgins, chief arts writer
The Guardian, Friday 4 February 2011
Article history
The Discovery is one of three poems, bound in to the 1714 edition of the Works of the Earls of Rochester and Roscommon, devoted to the dildo. Photograph: Handout
Poetry is getting so popular these days – see Jo Shapcott's victory in the Costa book of the year award – that perhaps it doesn't need smart marketing ideas to scale the bestseller lists. Even so, modern poetry publishers might consider using an 18th-century ruse to attract sales: slipping in a few pornographic verses to pique readers' interest.
Dr Claudine van Hensbergen, a researcher at Oxford University, thinks she may have stumbled on the reason for the success of an apparently serious volume called The Works of the Earls of Rochester and Roscommon, which ran to more than 20 editions and was reprinted throughout the 18th century.
Bound in at the back of the 1714 edition, van Hensbergen found, was a section called the Cabinet of Love. It contained three poems, "the organising principle of which," van Hensbergen says, "appears to be the dildo".
The first poem, The Discovery, is narrated by a man who lies concealed in a lady's bedroom. As he admires her "little, pretty, panting Bubbies" he is surprised to see her pull from her pocket a "Tool,/ Much like to that with which Men Women rule". The poem continues: "She it apply'd where I'm asham'd to tell,/ And acted what I could have done as well."
As he watches the unfolding scene, the narrator, according to Van Hensbergen, suffers what might be called "dildo envy".
Van Hensbergen thinks the slipped-in pornographic poems could have become a "shared secret" among readers, a cleverly concealed sliver of smut at the end of a serious two-volume work.
The second poem – attributed, probably falsely, to Samuel Butler – describes a bonfire of dildos, rendered necessary (according to the satirical logic of the poem) by an act of parliament banning the import of French goods.
In a later edition, a printer also included a poem called A Panegyrick Upon Cundums – a hymn to the wondrous qualities of prophylactics, praising not only their contraceptive powers ("Unknown big Belly, and squawling Brat") but also their usefulness in the quest for what we would now call safer sex.
As the verse goes: "Happy the Man, who in his Pocket keeps/ [...] A well made Cundum – He, nor dreads the Ills/ Of Shankers or Cordee, or Bubos dire!"
Shankers, cordee and bubos refer to the various swellings, sores and other ills associated with venereal diseases, including syphilis.
Van Hensbergen is part of a team working on the Digital Miscellanies Index project, which is investigating the literary culture and reading habits of the 18th century by studying the poetry collections or "miscellanies" common at the time.
"The Cabinet is unusual," said Van Hensbergen, "because it shows us that people read pornographic writing directly alongside the verse of major poets. This raises interesting questions about what counts as literature and where the boundaries between high and low culture lie. These ideas were much more fluid in the 18th century than they are today."
Kamis, 03 Februari 2011
Resensi Kisah Mahabarata
Mahabarata adalah buku epos atau wiracarita sastra Hindu klasik yang berkisah tentang kehidupan pahlawan yang perkembangan dan pertumbuhannya berlangsung antara masa 400 tahun sebelum Masehi hingga 400 tahun sesudah Masehi. Diikarang oleh Wiyasa, epos ini terdiri dari 100.000 seloka (tiap seloka terdiri atas dua baris dan tiap baris terdiri atas 16 suku kata). Kisah ini juga terbagi atas 18 jilid (atau disebut parwa) sehingga kisah Mahabarata disebut juga sebagai Astadasaparwa.
Di Indonesia, epos ini pada mulanya disadur ke dalam bahasa Jawa, pada tahun 1000, ketika raja Darmawangsa berkuasa. Nanti pada abad ke-15 epos ini disadur ke dalam bahasa Melayu dengan menggunakan huruf Jawi (Kawi).
Bagian-bagian cerita yang sempat disadur ke dalam bahasa Melayu ketika itu meliputi:
1. Hikayat Pandawa Lima
2. Hikayat Perang Pandawa Jaya
3. Hikayat Sang Boma
4. Hikayat Langlang Buana
Isi epos Mahabarata secara garis besar mengisahkan kehidupan Santanu (Çantanu) seorang raja yang perkasa keturunan keluarga Kuru dan bertakhta di kerajaan Barata. Bersama permaisurinya Dewi Gangga, mereka dikaruniai seorang putra bernama Bisma.
Pada suatu hari Çantanu jatuh cinta pada seorang anak raja nelayan bernama Setyawati. Namun ayahanda Setyawati hanya mau memberikan putrinya jika Çantanu kelak mau menobatkan anaknya dari Setyawati sebagai putra mahkota pewaris takhta dan bukannya Bisma. Karena syarat yang berat ini Çantanu terus bersedih. Melihat hal ini, Bisma yang tahu mengapa ayahnya demikian, merelakan haknya atas takhta di Barata diserahkan kepada putra yang kelak lahir dari Setyawati. Bahkan bisma berjanji tidak akan menuntut itu kapan pun dan berjanji tidak akan menikah agar kelak tidak mendapat anak untuk mewarisi takhta Çantanu.
Perkawinan Çantanu dan Setyawati melahirkan dua orang putra masing-masing Citranggada dan Wicitrawirya. Namun kedua putra ini meninggal dalam pertempuran tanpa meninggalkan keturunan. Karena takut punahnya keturunan raja, Setyawati memohon kepada Bisma agar menikah dengan dua mantan menantunya yang ditinggal mati oleh Wicitrawirya, masing-masing Ambika dan Ambalika. Namun permintaan ini ditolak Bisma mengingat sumpahnya untuk tidak menikah.
Akhirnya Setyawati meminta kepada Wiyasa anaknya dari perkawinan yang lain, untuk menikah dengan Ambika dan Ambalika. Perkawinan dengan Ambika melahirkan Destarasta dan dengan Ambalika melahirkan Pandu. Destarasta lalu menikah dengan Gandari dan melahirkan seratus orang anak, sedangkan Pandu menikahi Kunti dan Madrim tapi tidak mendapat anak. Nanti ketika Kunti dan Madrim kawin dengan dewa-dewa, Kunti melahirkan 3 orang anak masing dengan dewa Darma lahirlah Yudistira, dengan dewa Bayu lahir Werkodara atau Bima dan dengan dewa Surya lahirlah Arjuna. Sedangkan Madrim yang menikah dengan dewa kembar AÒ«win, lahir anak kembar bernama Nakula dan Sadewa.
Selanjutnya, keturunan-keturuan itu dibagi dua yakni keturunan Destarasta disebut Kaum Kurawa sedangkan keturunan Pandu disebut kaum Pandawa.
Sebenarnya Destarasta berhak mewarisi takhta ayahnya, tapi karena ia buta sejak lahir, maka takhta itu kemudian diberikan kepada Pandu. Hal ini pada kemudian hari menjadi sumber bencana antara kaum Pandawa dan Kurawa dalam memperebutkan takhta sampai berlarut-larut, hingga akhirnya pecah perang dahsyat yang disebut baratayuda yang berarti peperangan memperebutkan kerajaan Barata.
Peperangan diawali dengan aksi judi dimana kaum Pandawa kalah. Kekalahan ini menyebabkan mereka harus mengembara di hutan belantara selama dua belas tahun. Setelah itu, pada tahun ke-13 sesuai perjanjian dengan Kurawa, para Pandawa harus menyembunyikan diri di tempat tertentu. Namun para Pandawa memustuskan untuk bersembunyi di istana raja Matsya. Pada tahun berikutnya, para Pandawa keluar dari persembunyian dan memperlihatkan diri di muka umum lalu menuntut hak mereka kepada Kurawa. Namun tuntutan mereka tidak dipenuhi Kurawa hingga terjadi perang 18 hari yang menyebabkan lenyapnya kaum Kurawa. Dengan demikian, kaum Pandawa dengan leluasa mengambil alih kekuasaan di Barata.
Kisah Abu Nawas
Who does not know the name of Abu Nawas? From childhood to adulthood, surely people know and are very familiar with this comic character names? Although very popular name, many people doubted the figures of her. I mean, many people doubt whether Abu Nawas a real character, or fictional characters only. So, does anyone know his biography?
Siapa tak kenal nama Abu Nawas? Sejak masa kanak-kanak sampai dewasa, pasti orang kenal dan sangat familiar dengan nama tokoh kocak ini? Walau sangat populer namanya, banyak orang meragukan ketokohannya. Maksud, banyak orang ragu apakah Abu Nawas seorang tokoh nyata, atau tokoh cerita fiksi saja. Lalu, adakah yang tahu biografinya? Sebenarnya, Abu Nawas adalah tokoh nyata benar-benar ada dan pernah hidup. dan bukan sekadar tokoh fiksi kayak Batman, Superman, Spiderman dalam cerita-cerita fiksi Barat.
Nama asli Abu Nawas adalah Abu Ali al-Hasan bin Hani al-Hakami. Lahir tahun 145 H (747 M ) di kota Ahvaz di Persia (sekarang Iran), dari ayah Arab dan ibu Persia. Ayahnya, Hani al-Hakam, merupakan anggota legiun militer Marwan II. Sementara ibunya bernama Jalban, wanita Persia yang bekerja sebagai pencuci kain wol. Sejak kecil ia sudah yatim. Sang ibu kemudian membawanya ke Bashrah, Irak. Di kota inilah Abu Nawas belajar berbagai ilmu pengetahuan.
Masa mudanya penuh kontroversi. Hal ini membuat dia tampil sebagai tokoh unik dalam khazanah sastra Arab Islam. Sajak-sajaknya juga sarat dengan nilai sprirtual, di samping cita rasa kemanusiaan dan keadilan. Ia menimba ilmu sastra Arab dari Abu Zaid al-Anshari dan Abu Ubaidah. Ia juga belajar Al-Quran dari Ya’qub al-Hadrami. Ilmu Hadis ia pelajari dari Abu Walid bin Ziyad, Muktamir bin Sulaiman, Yahya bin Said al-Qattan, dan Azhar bin Sa’ad as-Samman. Pertemuannya dengan penyair dari Kufah, Walibah bin Habab al-Asadi, telah memperhalus gaya bahasanya dan membawanya ke puncak kesusastraan Arab. Walibah sangat tertarik pada bakat Abu Nawas yang kemudian membawanya kembali ke Ahwaz, lalu ke Kufah. Di Kufah bakat Abu Nawas digembleng. Ahmar menyuruh Abu Nawas berdiam di pedalaman, hidup bersama orang-orang Arab Badui untuk memperdalam dan memperhalus bahasa Arab.
Kemudian ia pindah ke Baghdad. Di pusat peradaban Dinasti Abbasyiah inilah ia berkumpul dengan para penyair. Berkat kehebatannya menulis puisi, Abu Nawas dapat berkenalan dengan para bangsawan. Namun karena kedekatannya dengan para bangsawan inilah puisi-puisinya pada masa itu berubah, yakni cenderung memuja dan menjilat penguasa.
Kegemarannya bermain kata-kata dengan selera humor yang tinggi seakan menjadi legenda tersendiri dalam khazanah peradaban dunia. Kedekatannya dengan kekuasaan juga pernah menjerumuskannya ke dalam penjara. Pasalnya, suatu ketika Abu Nawas membaca puisi Kafilah Bani Mudhar yang dianggap menyinggung Khalifah. Tentu saja Khalifah murka, lantas memenjarakannya. Setelah bebas, ia berpaling dari Khalifah dan mengabdi kepada Perdana Menteri Barmak. Ia meninggalkan Baghdad setelah keluarga Barmak jatuh pada tahun 803 M. Setelah itu ia pergi ke Mesir dan menggubah puisi untuk Gubernur Mesir, Khasib bin Abdul Hamid al-Ajami. Tetapi, ia kembali lagi ke Baghdad setelah Harun al-Rasyid meninggal dan digantikan oleh Al-Amin.
Mengenai tahun meningalnya, banyak versi yang saling berbeda. Ada yang menyebutkan tahun 190 H/806 M, ada pula yang 195H/810 M, atau 196 H/811 M. Sementara yang lain tahun 198 H/813 M dan tahun 199 H/814 M. Konon Abu Nawas meninggal karena dianiaya oleh seseorang yang disuruh oleh keluarga Nawbakhti – yang menaruh dendam kepadanya. Ia dimakamkan di Syunizi di jantung Kota Baghdad.
Langganan:
Postingan (Atom)
Label
. Menkeu
1946
1947
1948
1949
1950
1951
1952
1953
1954
1955.
1956
1957
1958
1959
1960
1961
1962
1963
1965
1966
1967
1968
1969
1970
1972
1973
1974
1975
1976
1977
1978
1979
1980
1981
1982
1983
1984
1985
1986
1987
1988
1989
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2010
2011
2013.
2014
A
AA
abad ke-7
ABC
abdul hadi wm
ABK
Abu Nawas
Aceh
achdiat k mihardja
Adat
agama
Ahok
AI
airmadidi
Airmadidi.
ajaran sesat
ajib hamdani
Al-Qur'an
Alkitab
AMBON
amsal
amurang
anak yatim/piatu
anak-anak
anggaran
Angkatan 45
angsuran
animal
animasi
animation
Anjab
Antasari
aplikasi mobile
apresiasi sastra
Apuse
Arab
architectur
architecture
arsitektur
artificial intelligence
artikel.
asal-usul lagu yamko rambe yamko
Askes
ASN
Asrul Sani
Astinet
asuransi
audio
audio to text
ayu ting ting
B
Babilonia
baca artikel dibayar
bahasa
Bahasa Belanda
bahasa daerah
Bahasa Indonesia
bahasa kreol
Bahasa Portugis
bahasa Termate
Bahlil Dahadalia
bahundak
Bait Allah
bajak
BANJAR
bank
banten
bantuan korea selatan
Bapertarum
barang dan jasa pemerintah
Basuki
BATAK
batas laut
batas usia pensiun. PP
BB
BBM bersubsidi
Bea Cukai
beasiswa
bekerja dari rumah
Belanda
bencana
bendera
beras
berita
Betlehen
biaro
Bidat
billing
bimbo
BIODATA
BIOGRAFI
bisnis
bisnis gratis
bisnis properti
bisnis sampingan
Bitung
BKD
BKN
blogger
BNI
BNN
bobbit worm
Bolaang Mongondow
Bolmut
Bolong
Bolsel
Boltim
BPJS
BPKB
BRI
briptu norman kamaru
BTN
Bu Tahanusang
budaya
Budaya Kerja
budayawan
bugil
building
buku
bulan
BUMD
BUMN
bunaken
bung karno
BUP
bupati
C
Camat
CC
ccovid-19
cerita rakyat
cerpen
Chairil Anwar
China
choir
cicilan
cincin
cinta
CIO
CIPTA KERJA
CIPTAKERJA
civil servant
classical
coconut octopus
collorydianisme
conference
contoh
convert
copy-paste foto
covid-19
CPNS
cuti
cuti bersama
D
D.Brilman
Dacuda Pocket Scanner
daerah
daerah otonom baru
Dana Sehat
DAU
denda
desa
desain
detektor logam
Dhana Widyatmika
Dialek
Diklat Kompetensi
DIKLAT PIM
dirjen
dirjen anggaran
disiplin
diskusi
diving
DKI
doa
dogma
dokumen
dolar
domain
dongeng
download
DP3
DPR
drama
dramatik
dramatis personae
DRH
Driver
duasudara
dubes
duda
duit
dunia
E
e-billing
e-Gov
E-KTP
e-voting
edaran
Edaran Mendagri
eigendom
ekonomi
eksistensialisme
eksperimental
ekstensi
eliezer
Ensiklopedi
Epifanius
erupsi
esai
eselon
extension
F
f. Kelling
facebook
Fiery Cross Reef
Filsafat
fisik
foto
funny
gaji
gaji baru PNS
gaji baru Polri
gaji baru TNI
gaji hakim
gaji ke-13
Gaji PNS 2013
gaji polri 2011
gaji polri 2013
gaji tni 2011
gaji TNI 2012
gaji tni 2013
galungan
Ganefo
gangguan kecemasan
ganti logo blogger
garuda
gaya hidup
gayus
GCIO
gelombang
gembala
gempa
generasi Alfa
generasi baby boomers
generasi diam
generasi milenial
generasi Z
gereja
GG
Gibran Rakabuming
GMIM
Golongan Ruang
Google Cloud
Google drive
Google One
grafik
Gregorian
gubernur
gunung api
Gunung Ruang
gunung Salak
guru
hairy frogfish
hakim
halmahera
HAM
hari libur
hari raya
HB Yassin
HB Yassin. HB Yassin
HB Yassin. Pusat Dokumentasi
hewan
Hijriyah
Hindu
hobby
home
honorer
house
hukum
hut
I Nyoman Nuarta
idul fitri
II
Ijazah Palsu
iklan gratis
iklan rumah
IKN
imlek
Indihome
Indonesia
industri
Infotek
Inggris
Injil
Inpres
instansi pemerintah
integritas
interior
internet
Islam
israel
istana garuda
Istana Garuda Ibukota Nusantara
Istana Presiden IKN
IT
ITE
ITM
jabatan fungsional
jabatan pimpinan
jabatan struktural
jaksa
janda
JAWA
jenderal
jiwa
Johnson Reef
Jokowi
jual-beli
jual-beli rumah
Julian
K-1
K-2
KABUPATEN
kalabat
kalender
Kalimantan
kampanye
kampus
Kamus
kandang domba
kartu kredit
karunia
KARYA SATYA
Kasus
kata bijak
kata mutiara
kata-kata bijak
kata-kata hikmat
kata-kata mutiara
kawasan khusus
kawin
KBBI
KDKMP
keamanan
KEK
Kekayaan
kelahiran Yesus
kelas
keluarga
kelurahan
Kemen-PU
Kemendagri
Kemenkeu
Kemenkum-HAM
Kementrian
kenaikan gaji
kenaikan pangkat
Kepala Daerah
Kepdirjen
Keppres
kepribadian
Keputusan Ka BKN
keputusan menteri
kerajaan
kereta jenazah
kereta kerajaan
kereta pernikah william
kerja
Kesehatan
keuangan
Khotbah
khotbah.
kiamat
Kisah Mahabarata
KK
Klasik
Kode Etik
koloriadianisme
komedi
Kominfo
konstitusi
konversi
koor
koperasi
korpri
Korupsi
KOTA
Kotamobagu
koupsi
KPCPEN
KPK
kristen
Kritik Sastra
kritik seni
kue
kuliah
kunci foto
L
lagu
lagu daerah
Lagu Daerah
lagu daerah Jawa Timur
Lagu daerah Papua
Lagu daerah Riau
Lagu Daerah Sangihe
lagu nasional
lagu Papua
lambang daerah
langganan
langowan
lapas
larangan
laut
Laut China Selatan
lawak
lebaran
legenda
lemang
Lembaga Negara
lembeh
Lembeh Resort
Lembeh Strait
LG
LHKPN
libur nasional
liburan
Likupang
lingkungan kerja
Lirang
lirik
lirik lagu
Lirik Lagu Daerah
litle
logo
lokon
lomba sastra
lowongan
lucu
Lurah
M
magnitudo
mahasiswa
mahasiswa baru
mahawu
makar
MALUKU
Malut
Manado
mandarin fish
Manganitu
manusia
marah rusli
marga
masa Anak-anak
masamper
masarang
Masehi
Mawali
Mazmur
media massa
meja
Melayu
mendagri
mengajar
menkeu
Menpan
merah putih
MERS
Mesir
mesjid
metal detector
Meyer
migdal eder
mimic octopus
Minahas
minahasa
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Minahasa Utara
minangkabau
Mischief Reef
mistik
mitos
MM
mobil bekas
mobil jenazah
mobil mewah
mochtar lubis
model
money
Mongondow
monumen
moratorium
motivasi
motivasi hidup
Mouse Scanner
MPR
Mr. Assat
Mr. Sjafruddin
muhaling
Muhammad
Musa
mutasi
nabi
NAD
nama domain
nama etnis
nama fam
nama klan
nama marga
nama orang
nama suku
NARKOBA
Nasdem
nasi jaha
Nasrani
natal
negara
NEWS
NII
nikah
NIP
novel
Nuklir
Nusantara
o ina ni keke
OMNIBUS LAW
oneness
Orang Terkaya
orde baru
outsourcing
pada pahlawan
padang gembala
paduan suara
Pajak
PAK
pakaian adat
Pakaian Dinas
pandemi
Pangdam
pangkat PNS
pangkat polri
pangkat TNI
pantai
pantekosta
pantun
papan tulis elekronik
papan tulis sekolah
PAPUA
partitur
paskah
paypal
pdf
pegawai
pegawai tidak tetap pemerintah
pejabat
pejabat eselon
pejabat pimpinan tinggi
pelantikan
pelayan khusus
Pelindo
pemalsuan
pembunuhan
Pemda
Pemerintah
pemerintah daerah
pemilihan
pemukiman
pendaki
pendeta
pendidikan
penembakan
penerbangan
penerimaan CPNS
penerimaan pegawai BUMN
penipuan
Penpres
pensiun
pensiun pokok
pensiunan
pentakosta
penyair
penyaliban
penyimpanan
Perang Dunia
peraturan kepala BKN
peraturan menteri
Peraturan Pemerintah
perda
perguruan tinggi
perhubungan
Peribahasa
Periodisasi
Perjalanan Dinas
Perjanjian Lama
perjuangan
perkawinan
Permen
pernikahan william dan kate
PERPPU
PERPPU 1959
Perpres
pers
perumahan
Perumnas
pesawat
pidato
pigmy seahorse
Pilgub DKI
Pilkada
Pilpres
pinjaman
plagiat
PLN
PMK
PMK. Menkeu
PNBP
PNS
PNS. Kekayaan
poem
poetry
polisi
politik
politisi
polling
polri
Portugis
postmodernism
PP
PP 53
PP1998
PP2000
PP2001
PP2002
PP2011
PP2012 CPNS
PPATK
PPPK
Prabowo
prabu siliwangi
pramugari
Presiden RI
Presiden SBY
pria
profesi
propinsi
proposal
prosa
protes
Provinsi
proyek
psikiater
psikis
psikologi
PTTP
Puisi
puisi lama
pulau Spratly
pulsa
PUPNS
PUPR
purnawirawan
Pusat
Pusat Dokumentasi
R
raja
ramalan
ramayana
rapel
Rasul
Rasul Paulus
Ratahan
read
real estate
Rek Ayo Rek
rekening
rekening gendut
remunerasi
remunerasi PNS daerah
renovasi
renungan
resensi
Retribusi Menara
review sastra
ribbon eel
RIS
Rismon Sianipar
ritual
Rivai Apin
roh
roman
Romawi
ROSIHAN ANWAR
Roy Suryo
rumah
rumah kontrakan
rumah mewah
rumah murah
Rumah Sakit
rumah sederhana
rumah tangga
RUU
RUU ASN
RUU BPJS
RUU Tipikor
S
salary
salib
sambo
sandi
sangihe
SANGIHE TALAUD
SANKSI
santo
sapaan
SARS
sastra
sastra daerah
sastra indonesia
sastra online
satgas
SATYALENCANA
Scribd
sejarah
sejarah Al'Quran
sejarah gereja
sejarah gereja.
Sejarah Sastra
Sekda
sekolah dasar
selingkung
Seminar
seniman
sertifikasi guru
server
Shukoi
siau
siber
SIM
sinagoge
Singapura
sinopsis
sipir
siswa
Sitaro
siti nurbaya
SK
skala richter
sms
soeharto
Soekarno
Soleram
Solo
Soputan
sosialisasi
sosiologi
Spanyol
STAN
standar biaya
STNK
storage
stress
studi komparasi
su domain
sub domain
Subi Reef
sufi
Sukhoi
suku maya
Sulawesi Utara
Sulut
surat edaran
Surat Kepercayaan Gelanggang
Sutiyoso
syahrini
syair
T
tabel
tabel gaji pns 2000
tabel gaji pns 2011
tabel gaji pns 2012
tabel gaji pns 2013
tabel gaji pns 2019
Tabel Gaji Polri 2012
Tabel Gaji Polri 2014
TABEL GAJI TNI 2011
TABEL GAJI TNI 2012
TABEL GAJI TNI 2013
tabel gaji TNI 2014
TABEL LENGKAP GAJI POLRI 2011
tabungan
tabut
Taguladang
tagulandang
tahun baru
tahuna
takhayul
talaud
tanah
Tangkoko
TAP MPR
Taperum
tarian
tata bahasa
taurat
taurat.
teater Dian
teknologi
teks
Telekomunikasi
Tenaga Ahli
terminal
Ternate
teror
TERORIS
text to audio
The Age
the royal wedding
TIK
tips
tni
TOKOH
tokoh dunia
tokoh indonesia
tokoh islam
tomohon
tondano
torah
tradisi
transfer
trinitas
Try Sutrisno
tsunami
Tsunami
tulude
tunjangan
TVRI
Two Fish
U
uang
UGM
UN
undang-undang
Undang-Undang Pokok Agraria
unduh
unitarian
Unpad
Unsrat
upacara
upacara adat
UU
UU 1948
UU ASN
UU Penerbangan
UUD
UUDS
UUPA
V
vaksin
video
video conference
video lucu
viral
virus
VOC
W
wabah
waisak
wakil presiden
wali kota
walikota
wamen
warakawuri
wartawan
website
WHO
Wikileaks
william shakespeare
wisata selam
wise word
Woody Reef
Wuhan
Yahudi
yamko rambe yamko
Yehuda
Yerusalam
Yesus
Yosua
Yus Badudu
yusuf hamka