Jumat, 04 Februari 2011

Poetry bestseller boasts saucy secret in the bookbinding … 18th century porn

The Works of the Earls of Rochester and Roscommon ran to more than 20 editions. Voyeuristic verse may explain why

Charlotte Higgins, chief arts writer
The Guardian, Friday 4 February 2011
Article history
The Discovery is one of three poems, bound in to the 1714 edition of the Works of the Earls of Rochester and Roscommon, devoted to the dildo. Photograph: Handout
Poetry is getting so popular these days – see Jo Shapcott's victory in the Costa book of the year award – that perhaps it doesn't need smart marketing ideas to scale the bestseller lists. Even so, modern poetry publishers might consider using an 18th-century ruse to attract sales: slipping in a few pornographic verses to pique readers' interest.
Dr Claudine van Hensbergen, a researcher at Oxford University, thinks she may have stumbled on the reason for the success of an apparently serious volume called The Works of the Earls of Rochester and Roscommon, which ran to more than 20 editions and was reprinted throughout the 18th century.
Bound in at the back of the 1714 edition, van Hensbergen found, was a section called the Cabinet of Love. It contained three poems, "the organising principle of which," van Hensbergen says, "appears to be the dildo".
The first poem, The Discovery, is narrated by a man who lies concealed in a lady's bedroom. As he admires her "little, pretty, panting Bubbies" he is surprised to see her pull from her pocket a "Tool,/ Much like to that with which Men Women rule". The poem continues: "She it apply'd where I'm asham'd to tell,/ And acted what I could have done as well."
As he watches the unfolding scene, the narrator, according to Van Hensbergen, suffers what might be called "dildo envy".
Van Hensbergen thinks the slipped-in pornographic poems could have become a "shared secret" among readers, a cleverly concealed sliver of smut at the end of a serious two-volume work.
The second poem – attributed, probably falsely, to Samuel Butler – describes a bonfire of dildos, rendered necessary (according to the satirical logic of the poem) by an act of parliament banning the import of French goods.
In a later edition, a printer also included a poem called A Panegyrick Upon Cundums – a hymn to the wondrous qualities of prophylactics, praising not only their contraceptive powers ("Unknown big Belly, and squawling Brat") but also their usefulness in the quest for what we would now call safer sex.
As the verse goes: "Happy the Man, who in his Pocket keeps/ [...] A well made Cundum – He, nor dreads the Ills/ Of Shankers or Cordee, or Bubos dire!"
Shankers, cordee and bubos refer to the various swellings, sores and other ills associated with venereal diseases, including syphilis.
Van Hensbergen is part of a team working on the Digital Miscellanies Index project, which is investigating the literary culture and reading habits of the 18th century by studying the poetry collections or "miscellanies" common at the time.
"The Cabinet is unusual," said Van Hensbergen, "because it shows us that people read pornographic writing directly alongside the verse of major poets. This raises interesting questions about what counts as literature and where the boundaries between high and low culture lie. These ideas were much more fluid in the 18th century than they are today."

Kamis, 03 Februari 2011

Resensi Kisah Mahabarata

Pengarang : Wiyasa - P. Lal
Mahabarata adalah buku epos atau wiracarita sastra Hindu klasik yang berkisah tentang kehidupan pahlawan yang perkembangan dan pertumbuhannya berlangsung antara masa 400 tahun sebelum Masehi hingga 400 tahun sesudah Masehi. Diikarang oleh Wiyasa, epos ini terdiri dari 100.000 seloka (tiap seloka terdiri atas dua baris dan tiap baris terdiri atas 16 suku kata). Kisah ini juga terbagi atas 18 jilid (atau disebut parwa) sehingga kisah Mahabarata disebut juga sebagai Astadasaparwa.
Di Indonesia, epos ini pada mulanya disadur ke dalam bahasa Jawa, pada tahun 1000, ketika raja Darmawangsa berkuasa. Nanti pada abad ke-15 epos ini disadur ke dalam bahasa Melayu dengan menggunakan huruf Jawi (Kawi).
Bagian-bagian cerita yang sempat disadur ke dalam bahasa Melayu ketika itu meliputi:

1. Hikayat Pandawa Lima
2. Hikayat Perang Pandawa Jaya
3. Hikayat Sang Boma
4. Hikayat Langlang Buana

Isi epos Mahabarata secara garis besar mengisahkan kehidupan Santanu (Çantanu) seorang raja yang perkasa keturunan keluarga Kuru dan bertakhta di kerajaan Barata. Bersama permaisurinya Dewi Gangga, mereka dikaruniai seorang putra bernama Bisma.
Pada suatu hari Çantanu jatuh cinta pada seorang anak raja nelayan bernama Setyawati. Namun ayahanda Setyawati hanya mau memberikan putrinya jika Çantanu kelak mau menobatkan anaknya dari Setyawati sebagai putra mahkota pewaris takhta dan bukannya Bisma. Karena syarat yang berat ini Çantanu terus bersedih. Melihat hal ini, Bisma yang tahu mengapa ayahnya demikian, merelakan haknya atas takhta di Barata diserahkan kepada putra yang kelak lahir dari Setyawati. Bahkan bisma berjanji tidak akan menuntut itu kapan pun dan berjanji tidak akan menikah agar kelak tidak mendapat anak untuk mewarisi takhta Çantanu.
Perkawinan Çantanu dan Setyawati melahirkan dua orang putra masing-masing Citranggada dan Wicitrawirya. Namun kedua putra ini meninggal dalam pertempuran tanpa meninggalkan keturunan. Karena takut punahnya keturunan raja, Setyawati memohon kepada Bisma agar menikah dengan dua mantan menantunya yang ditinggal mati oleh Wicitrawirya, masing-masing Ambika dan Ambalika. Namun permintaan ini ditolak Bisma mengingat sumpahnya untuk tidak menikah.
Akhirnya Setyawati meminta kepada Wiyasa anaknya dari perkawinan yang lain, untuk menikah dengan Ambika dan Ambalika. Perkawinan dengan Ambika melahirkan Destarasta dan dengan Ambalika melahirkan Pandu. Destarasta lalu menikah dengan Gandari dan melahirkan seratus orang anak, sedangkan Pandu menikahi Kunti dan Madrim tapi tidak mendapat anak. Nanti ketika Kunti dan Madrim kawin dengan dewa-dewa, Kunti melahirkan 3 orang anak masing dengan dewa Darma lahirlah Yudistira, dengan dewa Bayu lahir Werkodara atau Bima dan dengan dewa Surya lahirlah Arjuna. Sedangkan Madrim yang menikah dengan dewa kembar Aҫwin, lahir anak kembar bernama Nakula dan Sadewa.
Selanjutnya, keturunan-keturuan itu dibagi dua yakni keturunan Destarasta disebut Kaum Kurawa sedangkan keturunan Pandu disebut kaum Pandawa.
Sebenarnya Destarasta berhak mewarisi takhta ayahnya, tapi karena ia buta sejak lahir, maka takhta itu kemudian diberikan kepada Pandu. Hal ini pada kemudian hari menjadi sumber bencana antara kaum Pandawa dan Kurawa dalam memperebutkan takhta sampai berlarut-larut, hingga akhirnya pecah perang dahsyat yang disebut baratayuda yang berarti peperangan memperebutkan kerajaan Barata.
Peperangan diawali dengan aksi judi dimana kaum Pandawa kalah. Kekalahan ini menyebabkan mereka harus mengembara di hutan belantara selama dua belas tahun. Setelah itu, pada tahun ke-13 sesuai perjanjian dengan Kurawa, para Pandawa harus menyembunyikan diri di tempat tertentu. Namun para Pandawa memustuskan untuk bersembunyi di istana raja Matsya. Pada tahun berikutnya, para Pandawa keluar dari persembunyian dan memperlihatkan diri di muka umum lalu menuntut hak mereka kepada Kurawa. Namun tuntutan mereka tidak dipenuhi Kurawa hingga terjadi perang 18 hari yang menyebabkan lenyapnya kaum Kurawa. Dengan demikian, kaum Pandawa dengan leluasa mengambil alih kekuasaan di Barata.

Kisah Abu Nawas

ABU NAWAS

Who does not know the name of Abu Nawas? From childhood to adulthood, surely people know and are very familiar with this comic character names? Although very popular name, many people doubted the figures of her. I mean, many people doubt whether Abu Nawas a real character, or fictional characters only. So, does anyone know his biography?


Siapa tak kenal nama Abu Nawas? Sejak masa kanak-kanak sampai dewasa, pasti orang kenal dan sangat familiar dengan nama tokoh kocak ini? Walau sangat populer namanya, banyak orang meragukan ketokohannya. Maksud, banyak orang ragu apakah Abu Nawas seorang tokoh nyata, atau tokoh cerita fiksi saja. Lalu, adakah yang tahu biografinya? Sebenarnya, Abu Nawas adalah tokoh nyata benar-benar ada dan pernah hidup. dan bukan sekadar tokoh fiksi kayak Batman, Superman, Spiderman dalam cerita-cerita fiksi Barat.
Nama asli Abu Nawas adalah Abu Ali al-Hasan bin Hani al-Hakami. Lahir tahun 145 H (747 M ) di kota Ahvaz di Persia (sekarang Iran), dari ayah Arab dan ibu Persia. Ayahnya, Hani al-Hakam, merupakan anggota legiun militer Marwan II. Sementara ibunya bernama Jalban, wanita Persia yang bekerja sebagai pencuci kain wol. Sejak kecil ia sudah yatim. Sang ibu kemudian membawanya ke Bashrah, Irak. Di kota inilah Abu Nawas belajar berbagai ilmu pengetahuan.
Masa mudanya penuh kontroversi. Hal ini membuat dia tampil sebagai tokoh unik dalam khazanah sastra Arab Islam. Sajak-sajaknya juga sarat dengan nilai sprirtual, di samping cita rasa kemanusiaan dan keadilan. Ia menimba ilmu sastra Arab dari Abu Zaid al-Anshari dan Abu Ubaidah. Ia juga belajar Al-Quran dari Ya’qub al-Hadrami. Ilmu Hadis ia pelajari dari Abu Walid bin Ziyad, Muktamir bin Sulaiman, Yahya bin Said al-Qattan, dan Azhar bin Sa’ad as-Samman. Pertemuannya dengan penyair dari Kufah, Walibah bin Habab al-Asadi, telah memperhalus gaya bahasanya dan membawanya ke puncak kesusastraan Arab. Walibah sangat tertarik pada bakat Abu Nawas yang kemudian membawanya kembali ke Ahwaz, lalu ke Kufah. Di Kufah bakat Abu Nawas digembleng. Ahmar menyuruh Abu Nawas berdiam di pedalaman, hidup bersama orang-orang Arab Badui untuk memperdalam dan memperhalus bahasa Arab.
Kemudian ia pindah ke Baghdad. Di pusat peradaban Dinasti Abbasyiah inilah ia berkumpul dengan para penyair. Berkat kehebatannya menulis puisi, Abu Nawas dapat berkenalan dengan para bangsawan. Namun karena kedekatannya dengan para bangsawan inilah puisi-puisinya pada masa itu berubah, yakni cenderung memuja dan menjilat penguasa.
Kegemarannya bermain kata-kata dengan selera humor yang tinggi seakan menjadi legenda tersendiri dalam khazanah peradaban dunia. Kedekatannya dengan kekuasaan juga pernah menjerumuskannya ke dalam penjara. Pasalnya, suatu ketika Abu Nawas membaca puisi Kafilah Bani Mudhar yang dianggap menyinggung Khalifah. Tentu saja Khalifah murka, lantas memenjarakannya. Setelah bebas, ia berpaling dari Khalifah dan mengabdi kepada Perdana Menteri Barmak. Ia meninggalkan Baghdad setelah keluarga Barmak jatuh pada tahun 803 M. Setelah itu ia pergi ke Mesir dan menggubah puisi untuk Gubernur Mesir, Khasib bin Abdul Hamid al-Ajami. Tetapi, ia kembali lagi ke Baghdad setelah Harun al-Rasyid meninggal dan digantikan oleh Al-Amin.
Mengenai tahun meningalnya, banyak versi yang saling berbeda. Ada yang menyebutkan tahun 190 H/806 M, ada pula yang 195H/810 M, atau 196 H/811 M. Sementara yang lain tahun 198 H/813 M dan tahun 199 H/814 M. Konon Abu Nawas meninggal karena dianiaya oleh seseorang yang disuruh oleh keluarga Nawbakhti – yang menaruh dendam kepadanya. Ia dimakamkan di Syunizi di jantung Kota Baghdad.

Resensi Antologi Puisi Tiga Menguak Takdir

Pengarang: Chairil Anwar; Asrul Sani; Rivai Apin

Tiga Menguak Takdir adalah antologi puisi ketiga penyair (Chairil Anwar, Asrul Sani dan Rivai Apin). Pertama kali diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1950.
Buku ini berisi antara lain 10 puisi Chairil Anwar di antaranya: Catetan th. 1945, Senja di Pelabuhan Kecil, Cintaku Jauh di Pulau, Krawang-Bekasi, Perjurit Jaga Malam, Derai-derai Cemara (Cemara Menderai Sampai Jauh), serta Yang Terhempas dan Yang Luput (Yang Terempas dan Yang Putus).
Ada tafsiran dari beberapa kalangan, bahwabuku ini merupakan upaya ketiga penyair untuk menghadapi eksistensi sastra punjangga baru yang dimotori oleh Sutan Takdir ALisjahbana. Karena itu, ketiga penyair dalam buku ini dianggap bahkan diakui sebagai pelopor sastra Indonesia Angkatan 45 dengan motor penggeraknya Chairil Anwar.
Namun di lain pihak, ada kelompok lain yang mencoba menafsirkan judul buku ini sebagai pencerminan jiwa ketiga penyair yang mencoba menguak, memahami dan menghayati misteri kehidupan manusia.
Mana yang benar? Kedua pihak penafsir dapat dikatakan benar, karena menafsirkan karya sastra merupakan hak individual seseorang. Soal benar-tidaknya tafsiran itu, yang paling mengetahui adalah ketiga penyair itu sendiri.

Resensi Novel Jalan Tak Ada Ujung

Pengarang : Mochtar Lubis

Jalan Tak Ada Ujung adalah roman karya Mochtar Lubis. setelah terbit tahun 1952, buku ini mendapat penghargaan dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional. Karena itu, buku ini pun diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh A.H. Johns dengan judul A Road With No End yang diterbitkan di London pada tahun 1968.
Isinya mengisahkan perjalan hidup 3 tokoh utama cerita yakni Isa, Hazil dan Fatimah. Isa adalah seorang guru berjiwa seni pada salah satu Sekolah Dasar di Jakarta. Karena itu, wataknya sangat lembut, halus dan cinta damai. Karena kelembutannya itu, ia dinilai sangat lemah dalam menghadapi pergolakan yang dicetuskan oleh para pemuda pejuang di masa revolusi. Hubungan suami-isteri dengan istrinya Fatimah juga mengalami ketidakharmonisan karena Isa bersifat dingin dan kurang peduli terhadap kebutuhan dan kepentingan Fatimah.
Hazil adalah teman karib Isa. Berbeda dengan Isa, Hazil adalah seorang seniman yang memiliki watak dinamis dan pemberani, revolusioner dan pandai bergaul. Karena itu ia berhasil mempengaruhi Isa. Akibat keakraban di antara keduanya, Hazil menjadi kepercayaan Isa, sampai-sampai ia begitu bebas bertindak di rumah Isa. Hal ini menyebabkan Hazil berselingkuh dengan Fatimah isteri Isa. Banyak waktu luang dimanfaatkan oleh Hazil bermain biola di rumah Isa walaupun Isa tidak berada di rumah dan hanya berdua dengan Fatimah. Hubungan gelap antara Isa dan Fatimah ini akhirnya diketahui oleh Isa, namun tidak berani mengambil tindakan walaupun ia telah memiliki banyak bukti perselingkuhan itu.
Rasa cinta damai dan benci pertumpahan darah dalam diri Isa akhirnya dikalahkan oleh Hazil dengan mengajaknya untuk terjun ke medan perjuangan berupa gerakan bawah tanah untuk melawan penguasa Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia.
Suatu kali Isa mendapat tugas rahasia untuk mengranat sebuah gedung meledakkan bioskop yang banyak dikunjungi serdadu Nica. Namun karena takutnya, ketika baru 1 granat diledakkan, Isa lari tunggang langgang dan tidak sempat melaporkannya kepada Hazil dan Rahmat. Akhirnya Isa tertangkap oleh Belanda setelah Hazil dan Rahmar diinterogasi. Mereka ditahan bersama dan Hazil menangis tersesdu-sedu meminta maaf kepada Isa karena telah berkhianat. Dalam situasi itu sifat Isa berubah menjadi tegar sebaliknya Hazil yang pemberani berubah menjadi seorang yang ketakutan sehingga nyaris membuatnya mati karena perasaannya itu.***

Resensi Roman Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai)


Pengarang : Marah Rusli



Siti Nurbaya (Love Not Up), is the most popular novel among novels and novels ever published in Indonesia. The author of a writer born in Padang, August 7, 1889, Marah Rusli. This book first published in 1922 by Balai Pustaka. Because of the popularity of this book, the early years of the publication called Siti Nurbaya era.


Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai), adalah roman yang paling populer di antara roman-roman dan novel yang pernah terbit di Indonesia. Pengarangnya seorang sastrawan kelahiran Padang 7 Agustus 1889, Marah Rusli. Buku ini pertama kali terbit tahun 1922 oleh Balai Pustaka. Karena popularitas buku ini, maka tahun-tahun awal terbinya disebut zaman Siti Nurbaya.
Bagi yang tidak pernah membaca roman ini secara utuh, menganggap bahwa kisah Siti Nurbaya adalah kisah kawin paksa. Yang sebenarnya adalah terpaksa kawin. Siti Nurbaya terpaksa kawin dengan seorang dengan datuk Maringgih demi membayar hutang orangtuanya.
Kisahnya, Siti Nurbaya dan Samsulbahri sejak kecil sudah berteman bahkan satu sekolah karena rumah mereka berdekatan. Ketika tumbuh menjadi remaja, di antara keduanya tumbuh rasa saling mencintai. Hubungan dua remaja ini mendapat restu dari orangtua kedua belah pihak. Kemudian Samsulbahri melanjutkan studinya di Sekolah Dokter Jawa di Jakarta.
Sementara itu, ayah Siti Nurbaya, Baginda Sulaiman, mengalami kebangkrutan dalam usaha perdagangannya. Karena itu, ia terlilit hutang pada Datuk Maringgih, seorang lanjut usia nan kaya tapi sangat kikir. Dengan segala cara Datuk Maringgih menagih piutangnya pada Baginda Sulaiman, namun tidak bisa dibayar. Karena tidak bisa membayar hutang, Baginda Sulaiman diminta untuk menyerahkan anaknya Siti Nurbaya untuk menikah dengan Datuk Maringgih.Siti Nurbaya pun terpaksa dinikahi si kakek Datuk Maringgih.
Suatu hari, Samsulbahri mudik dari Jakarta. Ia pulang berlibur ke kampungnya di Padang. Ia sudah tahu kalau Siti Nurbaya sudah menikah dengan si kakek Datuk Maringgih. Namun ia berusaha untuk bisa bertemu dengan mantan kekasihnya Siti Nurbaya. Maka keduanya melakukan pertemuan secara rahasia dan akhirnya diketahui oleh Datuk Maringgih. Akibatnya, terjadi pertengkaran. Mendengar kejadian itu, ayah Samsulbahri yang kebetulan seorang penghulu di Padang, merasa telah dipermalukan oleh anaknya. Samsulbahri kemudian diusir untuk kembali ke Jakarta. Mengetahui Samsulbahri telah kembali ke Jakarta, Siti Nurbaya secara diam-diam menyusulnya. Namun tindakan itu diketahui Datuk Maringgih melalui kaki tangannya. Dengan berbagai fitanah dan memperalat polisi, kaki tangan Datuk Maringgih berhasil membawa pulang Siti Nurbaya ke rumah Datuk.
Akibat tidak tahan dengan kenyataan hidupnya sebagai suami Datuk Maringgih, Siti Nurbaya kemudian mati setelah memakan lemang beracun yang sengaja dijajakan oleh kaki tangan Datuk Maringgih. Berita kematian itu sampai juga ke telingan Samsulbahri. Karena kecewa dan putus asanya, Samsulbahri mencoba bunuh diri namun tidak berhasil. Namun, ia harus meninggalkan bangku sekolahnya di Jakarta dan masuk dinas militer.
Pada suatu waktu, terjadi kerusuhan di Padang karena banyaknya rakyat yang tidak mau membayar pajak yang ditagih pemerintah Belanda. Untuk mengatasi kerusuhan itu, pemerintah Hindia Belanda mengutus pasukan pengamanan dari Jawa, sehingga terjadi pertempuran sengit. Ternyata pemberontakan itu didalangi oleh Datuk Maringgih. Tak disangka, Datuk Maringgih bertemu dengan Samsulbahri yang berpangkat dan nama Letnan Mas. Samsulbahri berhasil menembak Datuk Maringgih. Sialnya, sebelum Datuk Maringgih meregang nyawa, ia sempat menebas Letnan Mas sehingga harus dirawat di rumah sakit. Dalam perawatan itu, Letnan Mas meminta dokter agar memanggil Penghulu Kota Padang bernama Sutan Mahmud Syah. Di rumah sakit, Letnan Mas menceritakan riwayatnya lalu menghembuskan nafas terakhir.
Setelah meninggal, Sutan Mahmud Syah baru tahu kalau Letnan Mas sebenarnya adalah anaknya, Samsulbahri. Karena kesal dan sedih, pada beberapa hari kemudian Sutan Mahmud Syah meninggal dunia.

Rabu, 02 Februari 2011

Resensi Novel Harimau! Harimau!

Harimau! Harimau!
 
Novel karya Mochtar Lubis ini pertama kali diterbitkan oleh Pustaka Jaya pada tahun 1975. Sifatnya satire terhadap kepemimpinan bangsa Indonesia, karena isi cerita dari novel ini merujuk pada realita kehidupan politk di tengah masyarakat Indonesia ketika itu. Mochtar Lubis mencoba menguak kezaliman, kesewenang-wenangan, ketidakadilan, penindasan dan perilaku buruk lainnya yang lakukan pemerintah di zamannya itu.
Isinya mengisahkan tentang tipe tiga tokoh cerita yakni, Wak Katok, Pak Haji dan Buyung. Wak Katok dan Pak Haji adalah tipe pemimpin yang mewakili watak pemimpin dan politisi bangsa Indonesia ketika itu. Wak Katok adalah tokoh yang menguasai mantra-mantra tapi semuanya palsu. Ia juga menggunakan jimat palsu, munafik, lalim, suka menindas. Sedangkan Pak Haji adalah pemimpin yang intelek namun penakut, tidak berani bertindak, suka mengasingkan diri dari permasalahan masyarakat demi keselamatan diri sendiri. Sedangkan Buyung adalah seorang pemuda yang penuh dengan idealisme sejati.
Kisahnya tentang 7 orang pencari damar di hutan rimba Sumatera Tengah dan dalam perjalanan pulang ke rumah dengan membawa hasil. Dalam perjalanan itu, tak disangka seekor harimau besar membuntuti lalu menerkam salah seorang dari mereka. Peristiwa ini menimbulkan kepanikan sekaligus konflik psikologis, sosial dan moral di antara mereka. Di antara mereka terjadi saling menuding dan mengungkapkan bahwa dosa-dosalah yang menyebabkan harimau itu menyerang.
Namun, akhirnya harimau itu berhasil dibunuh mereka setelah Wak Katok yang diyakini memiliki mantra dan jimat palsu, berwibawa dan sakti harus tewas diterkam sang harimau.
Karena isinya yang penuh kirtikan, novel Harimau! Harimau! ini mendapat hadiah dari Yayasan Buku Utama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1975.

Label

. Menkeu 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955. 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2010 2011 2013. 2014 A AA abad ke-7 ABC abdul hadi wm ABK Abu Nawas Aceh achdiat k mihardja Adat agama Ahok AI airmadidi Airmadidi. ajaran sesat ajib hamdani Al-Qur'an Alkitab AMBON amsal amurang anak yatim/piatu anak-anak anggaran Angkatan 45 angsuran animal animasi animation Anjab Antasari aplikasi mobile apresiasi sastra Apuse Arab architectur architecture arsitektur artificial intelligence artikel. asal-usul lagu yamko rambe yamko Askes ASN Asrul Sani Astinet asuransi audio audio to text ayu ting ting B Babilonia baca artikel dibayar bahasa Bahasa Belanda bahasa daerah Bahasa Indonesia bahasa kreol Bahasa Portugis bahasa Termate Bahlil Dahadalia bahundak Bait Allah bajak BANJAR bank banten bantuan korea selatan Bapertarum barang dan jasa pemerintah Basuki BATAK batas laut batas usia pensiun. PP BB BBM bersubsidi Bea Cukai beasiswa bekerja dari rumah Belanda bencana bendera beras berita Betlehen biaro Bidat billing bimbo BIODATA BIOGRAFI bisnis bisnis gratis bisnis properti bisnis sampingan Bitung BKD BKN blogger BNI BNN bobbit worm Bolaang Mongondow Bolmut Bolong Bolsel Boltim BPJS BPKB BRI briptu norman kamaru BTN Bu Tahanusang budaya Budaya Kerja budayawan bugil building buku bulan BUMD BUMN bunaken bung karno BUP bupati C Camat CC ccovid-19 cerita rakyat cerpen Chairil Anwar China choir cicilan cincin cinta CIO CIPTA KERJA CIPTAKERJA civil servant classical coconut octopus collorydianisme conference contoh convert copy-paste foto covid-19 CPNS cuti cuti bersama D D.Brilman Dacuda Pocket Scanner daerah daerah otonom baru Dana Sehat DAU denda desa desain detektor logam Dhana Widyatmika Dialek Diklat Kompetensi DIKLAT PIM dirjen dirjen anggaran disiplin diskusi diving DKI doa dogma dokumen dolar domain dongeng download DP3 DPR drama dramatik dramatis personae DRH Driver duasudara dubes duda duit dunia E e-billing e-Gov E-KTP e-voting edaran Edaran Mendagri eigendom ekonomi eksistensialisme eksperimental ekstensi eliezer Ensiklopedi Epifanius erupsi esai eselon extension F f. Kelling facebook Fiery Cross Reef Filsafat fisik foto funny gaji gaji baru PNS gaji baru Polri gaji baru TNI gaji hakim gaji ke-13 Gaji PNS 2013 gaji polri 2011 gaji polri 2013 gaji tni 2011 gaji TNI 2012 gaji tni 2013 galungan Ganefo gangguan kecemasan ganti logo blogger garuda gaya hidup gayus GCIO gelombang gembala gempa generasi Alfa generasi baby boomers generasi diam generasi milenial generasi Z gereja GG Gibran Rakabuming GMIM Golongan Ruang Google Cloud Google drive Google One grafik Gregorian gubernur gunung api Gunung Ruang gunung Salak guru hairy frogfish hakim halmahera HAM hari libur hari raya HB Yassin HB Yassin. HB Yassin HB Yassin. Pusat Dokumentasi hewan Hijriyah Hindu hobby home honorer house hukum hut I Nyoman Nuarta idul fitri II Ijazah Palsu iklan gratis iklan rumah IKN imlek Indihome Indonesia industri Infotek Inggris Injil Inpres instansi pemerintah integritas interior internet Islam israel istana garuda Istana Garuda Ibukota Nusantara Istana Presiden IKN IT ITE ITM jabatan fungsional jabatan pimpinan jabatan struktural jaksa janda JAWA jenderal jiwa Johnson Reef Jokowi jual-beli jual-beli rumah Julian K-1 K-2 KABUPATEN kalabat kalender Kalimantan kampanye kampus Kamus kandang domba kartu kredit karunia KARYA SATYA Kasus kata bijak kata mutiara kata-kata bijak kata-kata hikmat kata-kata mutiara kawasan khusus kawin KBBI KDKMP keamanan KEK Kekayaan kelahiran Yesus kelas keluarga kelurahan Kemen-PU Kemendagri Kemenkeu Kemenkum-HAM Kementrian kenaikan gaji kenaikan pangkat Kepala Daerah Kepdirjen Keppres kepribadian Keputusan Ka BKN keputusan menteri kerajaan kereta jenazah kereta kerajaan kereta pernikah william kerja Kesehatan keuangan Khotbah khotbah. kiamat Kisah Mahabarata KK Klasik Kode Etik koloriadianisme komedi Kominfo konstitusi konversi koor koperasi korpri Korupsi KOTA Kotamobagu koupsi KPCPEN KPK kristen Kritik Sastra kritik seni kue kuliah kunci foto L lagu lagu daerah Lagu Daerah lagu daerah Jawa Timur Lagu daerah Papua Lagu daerah Riau Lagu Daerah Sangihe lagu nasional lagu Papua lambang daerah langganan langowan lapas larangan laut Laut China Selatan lawak lebaran legenda lemang Lembaga Negara lembeh Lembeh Resort Lembeh Strait LG LHKPN libur nasional liburan Likupang lingkungan kerja Lirang lirik lirik lagu Lirik Lagu Daerah litle logo lokon lomba sastra lowongan lucu Lurah M magnitudo mahasiswa mahasiswa baru mahawu makar MALUKU Malut Manado mandarin fish Manganitu manusia marah rusli marga masa Anak-anak masamper masarang Masehi Mawali Mazmur media massa meja Melayu mendagri mengajar menkeu Menpan merah putih MERS Mesir mesjid metal detector Meyer migdal eder mimic octopus Minahas minahasa Minahasa Selatan Minahasa Tenggara Minahasa Utara minangkabau Mischief Reef mistik mitos MM mobil bekas mobil jenazah mobil mewah mochtar lubis model money Mongondow monumen moratorium motivasi motivasi hidup Mouse Scanner MPR Mr. Assat Mr. Sjafruddin muhaling Muhammad Musa mutasi nabi NAD nama domain nama etnis nama fam nama klan nama marga nama orang nama suku NARKOBA Nasdem nasi jaha Nasrani natal negara NEWS NII nikah NIP novel Nuklir Nusantara o ina ni keke OMNIBUS LAW oneness Orang Terkaya orde baru outsourcing pada pahlawan padang gembala paduan suara Pajak PAK pakaian adat Pakaian Dinas pandemi Pangdam pangkat PNS pangkat polri pangkat TNI pantai pantekosta pantun papan tulis elekronik papan tulis sekolah PAPUA partitur paskah paypal pdf pegawai pegawai tidak tetap pemerintah pejabat pejabat eselon pejabat pimpinan tinggi pelantikan pelayan khusus Pelindo pemalsuan pembunuhan Pemda Pemerintah pemerintah daerah pemilihan pemukiman pendaki pendeta pendidikan penembakan penerbangan penerimaan CPNS penerimaan pegawai BUMN penipuan Penpres pensiun pensiun pokok pensiunan pentakosta penyair penyaliban penyimpanan Perang Dunia peraturan kepala BKN peraturan menteri Peraturan Pemerintah perda perguruan tinggi perhubungan Peribahasa Periodisasi Perjalanan Dinas Perjanjian Lama perjuangan perkawinan Permen pernikahan william dan kate PERPPU PERPPU 1959 Perpres pers perumahan Perumnas pesawat pidato pigmy seahorse Pilgub DKI Pilkada Pilpres pinjaman plagiat PLN PMK PMK. Menkeu PNBP PNS PNS. Kekayaan poem poetry polisi politik politisi polling polri Portugis postmodernism PP PP 53 PP1998 PP2000 PP2001 PP2002 PP2011 PP2012 CPNS PPATK PPPK Prabowo prabu siliwangi pramugari Presiden RI Presiden SBY pria profesi propinsi proposal prosa protes Provinsi proyek psikiater psikis psikologi PTTP Puisi puisi lama pulau Spratly pulsa PUPNS PUPR purnawirawan Pusat Pusat Dokumentasi R raja ramalan ramayana rapel Rasul Rasul Paulus Ratahan read real estate Rek Ayo Rek rekening rekening gendut remunerasi remunerasi PNS daerah renovasi renungan resensi Retribusi Menara review sastra ribbon eel RIS Rismon Sianipar ritual Rivai Apin roh roman Romawi ROSIHAN ANWAR Roy Suryo rumah rumah kontrakan rumah mewah rumah murah Rumah Sakit rumah sederhana rumah tangga RUU RUU ASN RUU BPJS RUU Tipikor S salary salib sambo sandi sangihe SANGIHE TALAUD SANKSI santo sapaan SARS sastra sastra daerah sastra indonesia sastra online satgas SATYALENCANA Scribd sejarah sejarah Al'Quran sejarah gereja sejarah gereja. Sejarah Sastra Sekda sekolah dasar selingkung Seminar seniman sertifikasi guru server Shukoi siau siber SIM sinagoge Singapura sinopsis sipir siswa Sitaro siti nurbaya SK skala richter sms soeharto Soekarno Soleram Solo Soputan sosialisasi sosiologi Spanyol STAN standar biaya STNK storage stress studi komparasi su domain sub domain Subi Reef sufi Sukhoi suku maya Sulawesi Utara Sulut surat edaran Surat Kepercayaan Gelanggang Sutiyoso syahrini syair T tabel tabel gaji pns 2000 tabel gaji pns 2011 tabel gaji pns 2012 tabel gaji pns 2013 tabel gaji pns 2019 Tabel Gaji Polri 2012 Tabel Gaji Polri 2014 TABEL GAJI TNI 2011 TABEL GAJI TNI 2012 TABEL GAJI TNI 2013 tabel gaji TNI 2014 TABEL LENGKAP GAJI POLRI 2011 tabungan tabut Taguladang tagulandang tahun baru tahuna takhayul talaud tanah Tangkoko TAP MPR Taperum tarian tata bahasa taurat taurat. teater Dian teknologi teks Telekomunikasi Tenaga Ahli terminal Ternate teror TERORIS text to audio The Age the royal wedding TIK tips tni TOKOH tokoh dunia tokoh indonesia tokoh islam tomohon tondano torah tradisi transfer trinitas Try Sutrisno tsunami Tsunami tulude tunjangan TVRI Two Fish U uang UGM UN undang-undang Undang-Undang Pokok Agraria unduh unitarian Unpad Unsrat upacara upacara adat UU UU 1948 UU ASN UU Penerbangan UUD UUDS UUPA V vaksin video video conference video lucu viral virus VOC W wabah waisak wakil presiden wali kota walikota wamen warakawuri wartawan website WHO Wikileaks william shakespeare wisata selam wise word Woody Reef Wuhan Yahudi yamko rambe yamko Yehuda Yerusalam Yesus Yosua Yus Badudu yusuf hamka